Reshuffle Kabinet Prabowo
DPR Stop Rapat saat Purbaya Bahas Kasus Dana Mandek, Yudo Sadewa Bocorkan Rencana Ayah, soal Korupsi
DPR stop rapat saat Menkeu Purbaya bahas kasus dana mandek, Yudo Sadewa bocorkan rencana sang ayah, soal korupsi hingga pajak.
Editor: ninda iswara
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Suasana rapat dengar pendapat (RDP) yang berlangsung antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Komisi XI DPR RI mendadak menjadi sorotan publik.
Bukan hanya karena isi pemaparannya yang cukup penting bagi arah perekonomian nasional, tetapi juga karena interupsi mendadak yang dilakukan oleh Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun.
Insiden tersebut terjadi pada Rabu, 10 September 2025.
Dalam forum yang seharusnya menjadi ajang pemaparan awal visi dan misi Purbaya sebagai Menteri Keuangan yang baru dilantik, rapat justru dihentikan sebelum seluruh presentasi selesai disampaikan.
Purbaya, yang resmi menjabat Menteri Keuangan pada 8 September 2025, hanya dua hari sebelum RDP tersebut, menggunakan kesempatan itu untuk menjelaskan rencana-rencana awalnya.
Ia mengaku telah memiliki gambaran tentang berbagai langkah strategis yang akan ditempuh demi memperbaiki kondisi ekonomi nasional.
Baca juga: Yudo Sadewo Viral Sebut Sri Mulyani Agen CIA, Menkeu Purbaya Yudhi Larang Main IG: Kita Gak Biasa
Dalam paparannya, Purbaya tidak hanya membahas arah kebijakan fiskal dan reformasi struktural yang ingin ia dorong, tetapi juga mengungkapkan niat untuk membentuk tim investigasi khusus di lingkungan Kementerian Keuangan.
Tim ini, menurutnya, akan difokuskan untuk menelusuri lebih dalam persoalan-persoalan internal, termasuk kasus-kasus dana yang diduga mandek dan tidak tersalurkan dengan baik.
Namun, ketika Purbaya tengah menjelaskan poin-poin penting tersebut, Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun, tiba-tiba menghentikan jalannya rapat.
Tindakan ini sontak memunculkan tanda tanya, bahkan menuai kritik, mengingat isu yang sedang dibahas menyangkut transparansi dan akuntabilitas lembaga keuangan negara.
Sebelum sesi dihentikan, Purbaya sempat menyampaikan pandangannya mengenai dinamika ekonomi Indonesia dalam dua masa pemerintahan yang berbeda.
Ia membandingkan kondisi ekonomi saat Indonesia dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan era Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang keduanya menjabat selama dua periode.
Dalam pandangannya, Purbaya mengatakan bahwa, “perekonomian Indonesia di era SBY mengalami pertumbuhan yang besar.”
Pernyataan ini menggambarkan refleksi kritisnya terhadap berbagai kebijakan ekonomi yang telah dijalankan oleh para pendahulunya, sekaligus memberi sinyal bahwa dirinya siap menawarkan pendekatan yang mungkin berbeda di masa mendatang.
Meskipun pemaparannya tidak sempat rampung, banyak pihak menilai isi presentasi awal Purbaya sebagai langkah berani dan terbuka.
Sumber: Tribun Bogor
| Mahfud MD Ngaku Ditawari Jenderal Senior jadi Menko Polkam, Jawaban Haru: Gak Mungkin, Tidak Etis |
|
|---|
| Sosok M Qodari Jadi Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Dulu Wadir LSI hingga Pendiri Indo Barometer |
|
|---|
| Sosok Dony Oskaria Plt Menteri BUMN Pengganti Erick Thohir, Dulunya Pernah Kerja Jadi Call Center |
|
|---|
| Kekayaan Fantastis Qodari, Kepala Staf Kepresidenan yang Dilantik Prabowo, Punya 176 Bidang Tanah! |
|
|---|
| Bocor Pendapatan Angga Raka yang Jabat Wamen Komdigi, Komut Telkom, Kepala BKP: Bukan Berarti Double |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Yudo-Achilles-Sadewa-anak-Menteri-Keuangan-Purbaya-Yudhi-Sadewa.jpg)