Breaking News:

Gempa di Majene

Kantor hingga Rumah Dinas Hancur Akibat Gempa di Sulbar, Ini Jumlah Kerugian Negara, Ratusan Miliar

Ini jumlah kerugian negara akibat gempa Sulawesi Barat yang robohkan kantor hingga rumah dinas.

ANTARA FOTO/AKBAR TADO
Gedung Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang rusak akibat gempa bumi, di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021) 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Gempa di Sulawesi Barat sebabkan kantor dan rumah dinas hancur. Sejumlah infrastruktur juga ikut rusak. Ini jumlah kerugian negara yang mencapai ratusan miliar.

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan mengungkapkan bahwa kerugian negara dari adanya barang milik negara (BMN) yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mencapai Rp 494,28 miliar.

Kepala Kanwil DJKN Kemenkeu Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat Ekka S. Sukadana menyebutkan, kerugian senilai total Rp 494,28 miliar itu berasal dari 279 objek meliputi 118 bangunan rumah negara dan 161 gedung bangunan kantor.

"Kami sudah keliling di antara Mamuju dan Majene. Dari data yang kami terima hari ini dampak gempa lumayan juga,” kata Ekka dilansir dari Antara, Sabtu (23/1/2021).

Ekka merinci kerugian yang ditimbulkan dari gedung milik Kementerian Keuangan mencapai Rp 75 miliar sedangkan gedung BPKP Mamuju mencapai Rp 23 miliar.

"Kantor BPKP Mamuju juga bangunannya rusak Rp 23 miliar hitung-hitungan kami. Pelayanan TVRI di sana sementara mencari tempat yang memungkinkan itu sekitar Rp 5 miliar kerugian,” ujar dia.

Ekka menjelaskan gempa bumi juga berdampak pada rusaknya berbagai infrastruktur senilai total Rp405 miliar yaitu terdiri atas 23 jembatan dan jalan Trans Sulawesi sepanjang 20 kilometer.

Baca juga: Kunjungi Korban Gempa Sulbar, Jokowi Sebut Pemerintah Akan Ganti Rumah yang Roboh, Ini Rinciannya

Baca juga: Gempa Lagi-lagi Guncang Majene dan Mamuju Sulbar, Kini Sudah 39 Kali, BMKG Beri Penjelasan Ini

Bangunan roboh akibat gempa yang mengguncang beberapa daerah di Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021).
Bangunan roboh akibat gempa yang mengguncang beberapa daerah di Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021). (TRIBUN-TIMUR.COM/NURHADI)

Oleh sebab itu, Ekka menekankan pentingnya program asuransi BMN karena ketika terjadi kerusakan dapat langsung diperbaiki dan tidak perlu menunggu dua sampai tiga tahun.

"Betapa pentingnya asuransi ini. Ketika ada klaim pembangunan kembali dapat dilakukan segera. Tidak menunggu dua sampai tiga tahun,” tegas dia.

Sementara itu, Kepala Kanwil DJKN Kalimantan Selatan dan Tengah Ferdinand Lengkong juga mengungkapkan banjir di Kalimantan Selatan menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 35,4 miliar dari 11 satuan kerja.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: ninda iswara
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved