Breaking News:

Sambil Setengah Tertawa, Loyalis Anas Urbaningrum Ungkap Dirinya Kena 'Prank' SBY: Banyak yang Kaget

I Gede Pasek Suardika, loyalis Anas Urbaningrum, ceritakan saat dirinya kena prank dari SBY.

Editor: Irsan Yamananda
Kolase TribunNewsmaker - Kompas.com
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - I Gede Pasek Suardika, loyalis Anas Urbaningrum, ceritakan saat dirinya kena prank dari SBY.

Sambil setengah tertawa, ia menyebut ada banyak pihak yang kaget saat diarahkan untuk memilih SBY.

Berikut ulasan selengkapnya.

I Gede Pasek Suardika, loyalis Anas Urbaningrum yang juga mantan kader Partai Demokrat, mengaku masih tak percaya dirinya pernah di-prank oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

Dengan setengah tertawa, I Gede Pasek mengingat awal mula kejadian yang menyebabkan adanya prank dari SBY yaitu ketika Anas Urbaningrum mundur dari posisi Ketua Umum Partai Demokrat

Anas mundur tepat satu hari setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi terkait proyek Hambalang dan proyek-proyek lainnya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada 22 Februari 2013.

 Cerita Sri Mulyono Soal Partai Demokrat: Dikuasai SBY Secara Absolut Sejak Anas Urbaningrum Lengser

 Andi Mallarangeng Beri Solusi ke Moeldoko, Sarankan Jangan Ambialih Demokrat: Bikin Sendiri Aja

SBY tanggapi pihak yang ingin merebut dan membeli Partai Demokrat
SBY tanggapi pihak yang ingin merebut dan membeli Partai Demokrat (YouTube/ Kompas TV)

I Gede Pasek saat itu mengajak Anas berdiskusi terkait nasib kawan-kawannya yang bersiap nyaleg dalam pemilu yang akan datang. Sebab tahapan pemilu sudah mulai digelar. 

"Suatu malam saya ke tempat mas Anas di Duren Sawit. Kita diskusilah ngomongin nasib teman-teman.

'Mas ini bagaimana? Teman-teman itu nunggu apakah pindah partai atau tetap seperti ini, siapa nanti penggantinya mas Anas'," ucap I Gede Pasek Suardika saat berbincang dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra, Jumat (19/3/2021).

Dia lantas melontarkan ide bagaimana jika Anas dan loyalisnya sepakat mendukung SBY mengisi posisi ketua umum yang ditinggalkan Anas. 

Diharapkan hal tersebut membuat Partai Demokrat bersatu dan kawan-kawannya aman untuk mencalonkan diri dalam pemilu. 

HALAMAN SELANJUTNYA ============>

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved