Breaking News:

TEKA-TEKI Jadi Tidaknya Reshuffle Menteri Jokowi Hari Ini Terjawab! Ngabalin: Pergantian, Pergeseran

Teka-teki jadi tidaknya reshuffle Kabinet Presiden Jokowi hari ini Rabu 21 April 2021 akhirnya terjawab! 

Sekretariat Kabinet
Presiden Jokowi dan Wapres Maruf Amin serta jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju 

Ali mengatakan terdapat tiga faktor yang menguatkan Presiden akan melakukan perombakan Kabinet Indonesia Maju (KIM) Jilid ke 2 dalam waktu dekat.

Pertama yakni adanya penyatuan Kemenristek dengan Kemendikbud.

Usulan pemerintah untuk menyatukan dua kementerian tersebut telah disetujui DPR.

"Surpres yang dikirim ke DPR 30 maret itu, itu kan sudah diterima DPR, disidang DPR dan telah diambil keputusan, terkait pengabungan Kemenristek ke Kemendikbud. Kenapa begitu, banyak kerjadaan di Kemeristek yang seharusnya menjadi bidang Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)" katanya.

Faktor yang kedua kata Ali yakni Menristek Bambang Brodjonegoro yang menyatakan telah pamit dari Kementeriannya.

"Kan terjadi kekosongan itu. Sementara kemenristek sendiri belum ke kemedikbud," katanya.

Faktor ketiga kata dia, yakni pemerintah yang akan segera membentuk Kementerian Baru yakni Kementerian Investasi.

Dengan adanya kementerian baru, otomatis maka akan ada menteri baru.

"Yang abang bilang, selama masa kerja di Bina Graha abang tahu benar, bagaimana keputusan-keputusan yang diambil presiden tidak membutuhkan waktu lama, makanya dalam pekan pekan ini, kita tunggu saja, tidak mustahil dalam pekan ini," katanya.

Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengenalkan Kabinet Indonesia Maju di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengenalkan Kabinet Indonesia Maju di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Informasi terbaru, ada lima atau enam menteri serta satu kepala badan yang akan dirombak, termasuk sosok menteri berinisial M yang kabarnya akan ikut diganti.

Siapakah mereka?

Berikut sosok enam menteri yang disebut-sebut akan diganti hingga muncul isu reshuffle yang menyasar menteri berinisial M, sebagaimana dirangkum Tribunnews.com dari berbagai sumber:

1. Nadiem Makarim

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (12/12/2019). Rapat kerja tersebut membahas sistem zonasi dan Ujian Nasional (UN) tahun 2020, serta persiapan pelaksanaan anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2020.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (12/12/2019). Rapat kerja tersebut membahas sistem zonasi dan Ujian Nasional (UN) tahun 2020, serta persiapan pelaksanaan anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2020. (Warta Kota/henry lopulalan)

Nama Nadiem Makarim yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayan (Mendikbud) santer terdengar akan diganti.

Pasalnya kini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah dilebur dengan Kementerian Riset dan Teknologi.

Dari kacamata Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia Jakarta, Ujang Komarudin, Nadiem Makarim layak diganti karena kebijakannya yang tak jelas dan kontroversial.

"Soal siapa yang akan menjadi menterinya hasil peleburan tersebut itu tergantung Jokowi."

"Namun Nadiem layak diganti, karena banyak kebijakannya yang tak jelas dan kontroversial," kata dia.

Sosok siapa yang akan menggantikan Nadiem Makarim andaikata ia diganti pun bermunculan.

Satu di antaranya Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti.

Namun, Abdul Mu'ti mengaku tidak mau berandai-andai mengenai kabar yang beredar.

"Saya tidak mau berandai-andai," kata dia.

Sebelumnya, Abdul Mu'ti pernah mendapat tawaran sebagai wakil menteri pendidikan.

Sempat menyatakan bersedia, tapi Abdul Mu'ti berubah pikiran dan menolak jabatan itu karena merasa tidak mampu mengemban jabatan wakil menteri.

2. Bambang Brodjonegoro

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro (ist)

Saat ini, Bambang Brodjonegoro menjabat pos Kementerian Riset dan Teknologi.

Dengan digabungkannya Kemendikbud dan Kemenristek, ada kemungkinan posisi Bambang Brodjonegoro juga berganti.

Apakah akan menjadi Mendikbud-Ristek atau justru mengisi jabatan baru.

Pengamat politik Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin memprediksi, Bambang Brodjonegoro akan digeser ke Kepala Otoritas Ibu Kota Negara (IKN).

Menilik dari perjalanan karier sebagai pembantu Presiden, Bambang Brodjonegoro pernah menjadi Wakil Menteri Keuangan pada 2013–2014.

Kemudian Menteri Keuangan (2014–2016), lalu Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (2016–2019), dan terakhir menjadi Menristek.

3. Syahrul Yasin Limpo

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat membuka talkshow komoditas Porang yang digelar di Auditorium Puslitbangtan, Cimanggu, Bogor, Jawa Barat.
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, saat membuka talkshow komoditas Porang yang digelar di Auditorium Puslitbangtan, Cimanggu, Bogor, Jawa Barat. (dok. Kementan)

Informasi terbaru, muncul spekulasi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo juga akan diganti.

Mantan mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu kabarnya akan digantikan oleh rekannya sesama kader Partai Nasdem, yaitu Muhammad Rapsel Ali.

Muhammad Rapsel Ali adalah suami Siti Nur Azizah Ma'ruf sekaligus menantu Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin.

Anggota DPR Fraksi NasDem, Muhammad Rapsel Ali, kabarnya akan menggantikan Syahrul jadi Menteri Pertanian.

Di tengah wacana reshuffle kabinet, Rapsel Ali mengaku telah diundang ke Istana untuk menghadap Jokowi.

Mantan Ketua Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) Sulawesi Selatan ini mengakui bertemu Jokowi pada Rabu (14/4/2021).

Soal ramainya pemberitaan akan masuk dalam kabinet, Rapsel Ali menanggapinya dengan santai.

Ia hanya merasa sangat terhormat bisa bertemu Presiden dan membahas masalah kebangsaan.

"Kami berdialog sambil jalan bersama," kata dia.

4. Budi Karya Sumadi

Menhub Budi Karya Sumadi.
Menhub Budi Karya Sumadi. (dok. kemenhub)

Kabar lain yang berhembus terkait isu reshuffle kabinet adalah penggantian Budi Karya Sumadi sebagai Menteri Perhubungan.

Kabar yang berembus, tokoh dari PAN akan mengisi jabatan Menteri Perhubungan andai Budi Karya Sumadi digeser.

Sebab, partai berlambang matahari putih kabarnya akan bergabung dalam pemerintahan Jokowi.

Ada dua calon menteri dari PAN yang beredar di publik yakni politikus senior PAN Asman Abnur dan Sekjen PAN, Eddy Soeparno.

Sebelumnya, Asman Abnur pernah menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan RB) masa jabatan 2016 - 2018.

Namun, Asman Abnur mengundurkan diri karena PAN tidak mendukung Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019.

5. Teten Masduki

Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki
Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki. (dok.)

Yang mengejutkan adalah munculnya nama tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), Witjaksono.

Sejumlah media memberitakan, Ketua Umum Serikat Nelayan NU ini telah dipanggil oleh Jokowi untuk berdiskusi mengenai UMKM dan kehidupan nelayan.

Informasi yang berembus, Witjaksono kemungkinan akan menjabat Menteri Koperasi dan UMKM menggantikan Teten Masduki.

Jika Teten Masduki diganti, ini adalah kali kedua politikus PDIP ikut terkena reshuffle.

Sebelumnya, pada periode pertama Jokowi, Teten Masduki pernah menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan Indonesia sejak 2 September 2015.

Saat itu, ia menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan Luhut Panjaitan.

Namun, Teten Masduki terkena reshuffle dan mengakhiri jabatannya sebagai KSP pada 17 Januari 2018.

Jabatan Teten Masduki akhirnya diisi oleh Moeldoko hingga kini.

6. Bahlil Lahadalia

Mantan Ketua HIPMI Bahlil Lahadalia meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2019). Menurut rencana, presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya kepada publik hari ini usai dilantik Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan periode 2019-2024 bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
Mantan Ketua HIPMI Bahlil Lahadalia meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2019). Menurut rencana, presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya kepada publik hari ini usai dilantik Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan periode 2019-2024 bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Satu nama yang juga santer beredar adalah Bahlil Lahadalia.

Saat ini , Bahlil Lahadalia menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Sebelumnya pejabat KSP, Ali Mochtar Ngabalin mengatakan, Bahlil masih akan dipercaya Presiden Jokowi.

Ngabalin memperkirakan, Bahlil akan ditunjuk sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM.

Diketahui, Kementerian Investasi adalah kementerian baru yang akan melengkapi 34 kementerian yang sudah ada sebelumnya.

Sosok Menteri Inisial M

Di tengah isu reshuffle kabinet, muncul kabar yang tak kalah jadi bahan pembicaraan.

Tak lain sosok menteri inisial M juga akan di-reshuffle.

Hal ini disampaikan politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Luqman Hakim.

Sayangnya, tak diketahui persis, siapa sosok menteri inisial M yang dimaksud.

Namun, bila merujuk daftar menteri di Kabinet Indonesia Kerja saat ini, ada lima sosok menteri dan satu kepala lembaga yang berinisial M atau minimal memiliki nama depan huruf M.

Mereka adalah:

- Mohammad Mahfud MD: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan

- Muhadjir Effendy: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

- Muhammad Tito Karnavian: Menteri Dalam Negeri

- Muhammad Lutfi: Menteri Perdagangan

- Mochamad Basoeki Hadimoeljono: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

- Moeldoko: Kepala Staf Kepresidenan

Terkait hal itu, pengamat politik, Karyono Wibowo mengatakan, pernyataan Luqman Hakim belum tentu benar adanya dan cenderung spekulatif.

Apalagi, terdapat beberapa menteri yang memiliki inisial M dalam namanya.

"Terkait dengan wacana pergantian menteri yang berinisial M bakal diganti menurut saya itu merupakan pendapat spekulatif yang belum tentu benar."

"Wacana tersebut lebih sekadar sensasi," ujar Karyono, ketika dihubungi Tribunnews.com, Selasa (20/4/2021).

Karyono Wibowo, Direktur Ekskutif Indonesian Public Institute
Karyono Wibowo, Direktur Ekskutif Indonesian Public Institute (ISTIMEWA)

Karyono lantas memprediksi nama-nama seperti Moeldoko hingga Mahfud MD justru masih akan dipertahankan oleh Jokowi dalam kabinet.

Menurutnya, walaupun Moeldoko kemarin sempat terjebak dalam kontroversi kudeta Partai Demokrat, Jokowi dinilai masih membutuhkannya.

"Justru saya memprediksi beberapa menteri atau pejabat setingkat menteri yang memiliki nama depan M seperti Moeldoko, Mahfud MD, Muhammad Tito Karnavian, Muhammad Basuki Hadimuljono, masih dipertahankan dalam kabinet Indonesia Maju."

"Terlepas dari kontroversinya, posisi mereka masih dibutuhkan Presiden Joko Widodo di pemerintahan," kata Karyono.

"Untuk M Lutfi dan Muhadjir Effendi kemungkinannya peluangnya fifty-fifty. Mungkin saja akan dilakukan pergeseran ke pos-pos lain," kata dia.

Sumber: Kompas.TV/Tribunnews.com

Sumber: Ali Mochtar Ngabalin Sebut Reshuffle Kabinet Tertunda, Ini Alasannya

Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved