Breaking News:

UPDATE Bocah Tewas Usai Makan Sate, Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku, Diduga Lebih dari Seorang

Terkuak pelaku pengirim sate sianida yang tewaskan bocah berusia 8 tahun, polisi kantongi ciri-ciri wanita tersebut, pelaku diduga lebih dari satu ora

Tribun Jogja
Bandiman memperlihatkan foto anaknya yang meninggal usai menyantap paket sate misterius, Senin (26/4/2021) 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Terkuak pelaku pengirim sate sianida yang tewaskan bocah berusia 8 tahun, polisi kantongi ciri-ciri wanita tersebut, pelaku diduga lebih dari satu orang.

Sosok pengirim sate sianida yang tewaskan bocah umur 8 tahun perlahan mulai terkuak.

NFP, bocah 8 tahun anak seorang driver ojol (ojek online) bernama Bandiman diduga menjadi korban salah sasaran pelaku.

Pengemudi ojol asal asal Kelurahan Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul tak menyangka sate tersebut membawa petaka bagi keluarganya.

bocah berusia 8 tahun berinisial NFP asal Kelurahan Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, meninggal dunia, Minggu (25/4/2021) lalu.

Lalu siapa sosok wanita muda pengirim sate sianida tersebut?

Dok Polsek Sewon | Ilusrasi paket sate
Polisi melakukan penyelidikan terkait kasus Paket Sate Bakar di Bantul 


Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Kepala Labkesda Dinkes DIY Serahkan Hasil Kandungan Racun pada Sate yang Tewaskan Bocah di Bantul, https://jogja.tribunnews.com/2021/04/29/kepala-labkesda-dinkes-diy-serahkan-hasil-kandungan-racun-pada-sate-yang-tewaskan-bocah-di-bantul.
Penulis: Miftahul Huda
Editor: Gaya Lufityanti
Polisi melakukan penyelidikan terkait kasus Paket Sate Bakar di Bantul  (Dok Polsek Sewon | Ilusrasi paket sate)

Hingga saat ini, sekira lima orang saksi telah diperiksa oleh aparat kepolisian.

Baca juga: Ciri Wanita Misterius Pengirim Sate Beracun di Bantul: Usia 25 Tahun Hingga Tinggi Badan 160 CM

Baca juga: TEKA-TEKI Kematian Anak Ojol Terkuak, Bumbu Sate Terbukti Dicampur Sianida Berjuluk Silent Killer

Hal itu berdasar keterangan saksi-saksi, penerima paket, hingga rekaman kamera pengintai (CCTV) yang dikumpulkan.

Namun, Kepolisian masih membutuhkan waktu, untuk melakukan pendalaman.

Sebab, ada dugaan pelaku lebih dari satu orang.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: ninda iswara
Sumber: Tribun Bogor
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved