Breaking News:

WASPADA! Covid-19 Mutasi Baru dari London dan Afrika Masuk Jawa Timur, Menkes: Daya Tularnya Tinggi

Awas! Covid-19 mutasi baru dari London dan Afrika sudah masuk Jawa Timur, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan: Daya tularnya tinggi!

WARTAKOTA/Henry Lopulalan
Ilustrasi pemakaman korban Covid-19 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Awas! Covid-19 mutasi baru dari London dan Afrika sudah masuk Jawa Timur, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan: Daya tularnya lebih tinggi! 

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengumumkan ditemukan lagi dua kasus baru varian baru virus corona. Kedua kasus teridentifikasi di Jawa Timur.

Ia menerangkan, dua kasus berasal dari pekerja migran Indonesia (PMI) yang datang dari Malaysia.

"Minggu lalu kita ketemu dua lagi mutasi baru, dua-duanya terjadi di Jawa Timur. Satu mutasi Afrika Selatan dan 1 mutasi dari London," ujar Budi tanpa menyebut detail mutasi virusnya," tutur Budi dalam konferensi pers Senin (17/5).
Kasus virus corona Covid-19 di India.
Kasus virus corona Covid-19 di India. (SkyNews)

Serta kepala daerah agar terus aktif mengencarkan tracing dan testing.

"Penularan dari varian baru ini lebih tinggi, Oleh karena itu yang harus kita lakukan sebagai rakyat adalah pastikan protokol kesehatan dijalankan.

Untuk kepala daerah, RT, Lurah, Kapolda Pandam tolong pastikan protokol PPKM mikronya dijalankan sebaik-baiknya,demikian juga testing dan tracing nya,"jelas Budi.

Untuk diketahui, Organisasi kesehatan dunia atau WHO menggolongkan B117 dari Inggris, B1351 dari Afrika, serta P1 dari Brazil sebagai varian of Concern atau varian yang diwaspadai.

VoC memiliki beberapa karakteristik yang bisa menyebabkan penularan yang lebih cepat (super spreader) dan dapat memengaruhi tingkat keparahan penyakit.

Sementara itu, BPOM RI mencabut izin donasi terhadap produk Lianhua Qingwen Capsules (LQC) dan Phellodendron yang sebelumnya diperuntukan sebagai produk donasi untuk percepatan penanganan Covid-19.

Dijelaskan, pencabutan izin edar tersebut berlaku mulai 30 April 2021. Badan POM telah melakukan kajian terkait keamanan dan manfaat kedua produk tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Agung Budi Santoso
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved