FOTO Planet Mars Terbaru Dipublikasikan China, Pendaratan hingga Panel Surya, Keberadaan Air Dicari
China menjadi negara ketiga yang berhasil mendaratkan wahana penjelajah ruang angkasa setelah Uni Soviet dan Amerika Serikat.
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Inilah potret terbaru Planet Mars yang dipublikasikan China.
China menjadi negara ketiga yang berhasil mendaratkan wahana penjelajah ruang angkasa setelah Uni Soviet dan Amerika Serikat.
Perjalanan Tianwen-1 yang ditempuh hampir selama satu tahun itu diketahui memiliki misi untuk menjalankan eksperimen di Planet Mars.
Melanjuti kabar tersebut, pejabat China telah merilis tampilan foto Planet Mars terbaru yang diambil dari kamera penjelajah Zhurong.
Dalam laporan yang dihimpun dari NewYork Times, foto tersebut dipublikasi hanya berselang empat hari setelah pendaratannya di hari Sabtu (15/5).
Sebagaimana dikutip Tribunnewsmaker.com dari Nextren Begini Tampilan Foto Planet Mars Terbaru yang Dipublikasi China, Lembaga antariksa China menampilkan dua foto yang memperlihatkan bentuk daratan Planet Mars yang dikenal sebagai planet Merah.
Meski tidak tahu alasan pasti mengapa China dengan cepat dan mudahnya menampilkan foto permukaan Mars, namun hal ini dinilai sebagai sesuatu hal yang baik.
Baca juga: Puluhan WNA China Masuk di Tengah Larangan Mudik, Pengamat: Harusnya Ditahan Dulu Setelah Lebaran
Baca juga: Vaksinnya Dinilai Tak Begitu Efektif Cegah Covid-19, Pejabat Kesehatan China Lakukan Langkah Ini
Mengingat sampai saat ini banyak yang menyebut bahwa misi perjalanan luar angkasa hanyalah konspirasi semata saja.
Penasaran seperti apa tampilan foto Planet Mars yang dirilis oleh China?
1. Foto Pendaratan
Foto pertama menampilkan gambar yang dibuat dengan efek hitam putih atau B/W.
Kamera yang digunakan untuk mengambil gambar pertama juga disinyalir menggunakan lensa wide.
Sebab sisi-sisi dari gambar terlihat lebih melengkung dibandingkan menggunakan lensa kamera normal.
Diketahui kalau gambar tersebut diambil menggunakan kamera penghindar rintangan yang terpasang di bagian depan penjelajah Mars yakni Zhurong.
Nampak bagaimana jalur pendaratan yang sudah diperpanjang hingga menyentuh ke permukaan Planet Mars.
Daratan planet yang tidak rata dan cenderung berbatu pun dapat terlihat meskipun tidak ada warna spesifik yang terlihat.
2. Foto Panel Surya
Kemudian untuk gambar kedua terlihat sebuah foto berwarna yang cukup jelas memperlihatkan daratan Planet Mars yang berwarna merah.
Dilansir dari Yahoo, foto tersebut dikatakan diambil dengan kamera navigasi yang dipasang di bagian belakang kendaraan.
Diperlihatkan dalam gambar sebuah panel surya dan anterna penjelajah yang sedang terbuka.
Kemungkinan foto itu diambil ketika Zhurong sedang melakukan mengeksplorasi di Planet Mars.
Lalu apa yang akan dilakukan oleh China di Planet Mars?
Mencari Sumber Energi
China akan mengumpulkan informasi penting tentang Planet Mars mulai dari struktur geologi, lingkungan, dan atmosfer.
Tak ketinggalan juga bahwa misi tersebut akan mencoba untuk mencari tahu keberadaan air di Planet Mars, dikutip dari ArsTechnica (20/5)
Durasi penilitian yang dilakukan oleh Tianwen-1 di Planet Mars sendiri dikabarkan bakal dilakukan selama 90 hari.
Tapi ada kemungkinan juga kalau daya tahan dari penjelajah akan lebih lama dari perkiraan.
NASA Temukan Tumbuhan Berikut Ini Bisa Bertahan di Planet Mars
NASA beberapa tahun ini mencoba untuk meneliti planet Mars yang kemungkinan menjadi planet tujuan manusia selanjutnya.
Namun sebelum ditinggali, NASA sebagai profesional terbang ke luar angkasa dan melakukan penelitian memeriksa terlebih dahulu.
NASA menemukan ada tumbuhan yang bisa bertahan di planet Mars dari sekian percobaan yang dilakukan.
Ini ditemukan oleh ilmuwan NASA dan German Aerospace Center meluncurkan beberapa organisme jamur dan bakteri ke stratosfer pada tahun 2019 sebagai bagian dari eksperimen MARSBOx.
Sebagaimana dikutip Tribunnewsmaker.com dari Nextren NASA Temukan Tumbuhan Berikut Ini Bisa Bertahan di Planet Mars, stratosfer merupakan lapisan utama kedua dari atmosfer bumi yang terletak di atas lapisan ozon, memiliki kondisi yang sangat mirip dengan Planet Merah atau Mars.
Lapisan stratosfer sudah menjadi tempat untuk uji coba sampel tumbuhan bisa bertahan di Mars atau tidak.
Mikroorganisme sebelumnya ditemukan hanya dapat hidup di permukaan Mars untuk sementara.
Tetapi para peneliti menemukan bahwa spora atau jamur dapat dihidupkan kembali setelah mereka kembali ke rumah.
Jenis apakah itu? Yuk lanjut ke halaman berikutnya.
Tim menempatkan spora jamur Aspergillus niger dan Salinisphaera shabanensis, Staphylococcus capitis subsp. kapitis dan Buttiauxella sp. sel bakteri MASE-IM-9 ke dalam wadah aluminium MARSBOx.
Mikroba di Atmosfir berguna untuk Radiasi, Kelangsungan Hidup, dan Hasil Eksperimen Biologis.
Ada dua lapisan sampel di dalam wadah, dengan lapisan bawah terlindung dari radiasi sehingga NASA dapat memisahkan efek radiasi dari efek kondisi lingkungan lainnya.
Sebuah balon NASA membawa wadah itu ke stratosfer, di mana sampelnya berada dalam kondisi seperti Mars dan terkena radiasi UV lebih dari seribu kali lebih banyak, yang bisa menyebabkan sengatan matahari.
"Dengan misi jangka panjang berawak ke Mars, kita perlu mengetahui bagaimana mikroorganisme terkait manusia akan bertahan di Planet Merah," ujar Katharina Siems, Anggota Tim dari the German Aerospace Center mengutip Engadget.
Dalam percobaan ini ternyata beberapa diantaranya dapat menimbulkan kesehatan bagi astronot.
Siems juga melanjutkan penjelasannya, beberapa mikroba dikatakan bisa sangat berharga untuk eksplorasi luar angkasa.
Mereka dapat membantu manusia menghasilkan makanan dan persediaan material secara terpisah dari Bumi, yang akan sangat penting saat jauh dari rumah. Apakah itu benar?
Mungkin saja benar, tetapi NASA terlihat akan tetap melakukan penelitian kembali agar meyakinkan hipotesisnya.
Tahun lalu, NASA memperbarui kebijakannya untuk mencerminkan komitmennya yang lebih kuat untuk mencegah Bulan dan Mars dari kontaminasi manusia.
Badan Amerika Serikat tersebut ingin memastikan tidak secara sengaja membawa organisme atau kontaminan lain dari Bumi ke dunia lain.
Karena hal itu dapat membahayakan pencarian kehidupan di luar bumi.
Membawa mereka pulang dari dunia lain juga dapat berdampak negatif pada lingkungan kita.
Siems menjelaskan bahwa eksperimen seperti misi MARSBOx adalah cara yang sangat penting untuk membantu manusia menjelajahi semua implikasi perjalanan luar angkasa pada kehidupan mikroba.
Serta juga dapat mendorong pengetahuan ini menuju penemuan luar angkasa yang menakjubkan.
(nextren.grid.id/ Fahmi Bagas/ Zihan Fajrin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/ilustrasi-planet-mars.jpg)