Breaking News:

KUMPULAN Khutbah Jumat Bulan Syawal 2021 Lengkap Niat Sholat Jumat Beserta Latin dan Artinya

Simak berikut khutbah Jumat bulan syawal 2021 mengulas pentingnya mempererat persaudaraan sesama manusia setelah momentum bulan suci Ramadhan berlalu.

Editor: Candra Isriadhi
Nouman Ali Khan
Ilustrasi ceramah setelah Ramadhan 2021. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Simak berikut khutbah Jumat bulan syawal 2021 mengulas pentingnya mempererat persaudaraan sesama manusia setelah momentum bulan suci Ramadhan berlalu.

Bulan Syawal  sendiri merupakan bulan untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai puasa Ramadhan yang telah dijalani. 

Bulan Syawal bukan menjadi bulan berleha-leha dalam menjalankan ibadah, sebaliknya di bulan ini Muslim dituntut untuk terus meningkatkan amal ibadah.

Bulan Syawal sendiri dimulai sejak tanggal 13 Mei 2021.

Sementara itu, hari terakhir bulan Syawal atau tanggal 30 Syawal 1442 H jatuh pada Jumat, 11 Juni 2021.

Sebagaimana Tribunnewsmaker kutip TribunPontianak.co.id dengan judul Khutbah Jumat Bulan Syawal 2021 Lengkap Niat Sholat Jumat Beserta Latin dan Artinya, berikut teks khutbah Jumat berikut ini berjudul "Khutbah Jumat: Hablun minannas Pasca Ramadhan".

Suasana ribuan jemaah mendengarkan ceramah yang disampaikan oleh UAS, Masjid Raya Mujahidin Kalimantan Barat, Minggu (6/10/2019).
Suasana ribuan jemaah mendengarkan ceramah yang disampaikan oleh UAS, Masjid Raya Mujahidin Kalimantan Barat, Minggu (6/10/2019). (TRIBUNPONTIANAK/SYAHRONI)

Khutbah I

  الحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقَهُ الْقُرْآنُ، أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: ۞ لَا خَيْرَ فِيْ كَثِيْرٍ مِّنْ نَّجْوٰىهُمْ اِلَّا مَنْ اَمَرَ بِصَدَقَةٍ اَوْ مَعْرُوْفٍ اَوْ اِصْلَاحٍۢ بَيْنَ النَّاسِۗ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًا  

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Mengawali khutbah kali ini, khatib berwasiat kepada para jama’ah sekalian pada umumnya dan kepada diri khatib sendiri khususnya, agar kita senantiasa meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Karena, peningkatan iman dan takwa sejatinya dapat diperoleh dengan dua cara tersebut, yaitu menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Sebagainya hadits Rasulullah SAW,

  اَلإيمَانُ يَزيدُ ويَنقُصُ ، يَزِيدُ بِالطَّاعَةِ وَيَنْقُصُ بِالْمَعْصِيَةِ  

Iman itu sifatnya dinamis, dapat bertambah dan berkurang.

Bertambah karena ketaatan kepada Allah atau menjalankan perintahnya, dan berkurang karena melakukan kemaksiatan.  

Hadirin rahimakumullah, Selama satu bulan penuh kita menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan dengan penuh suka cita.

Kehadiran Ramadhan tidak hanya sebagai bulan istimewa dengan dilipatgandakannya amal kebaikan, namun juga sebagai madrasatul hayat atau sekolah kehidupan.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved