Breaking News:

Olimpiade Tokyo 2020

PERTAMA di Dunia, Olimpiade Tokyo Digelar Saat Darurat, PM Jepang Lakukan Ini Demi Kelancaran Acara

Olimpiade Tokyo 2020 akan diadakan selama 17 hari hingga tanggal 8 Agustus 2021, di 33 bidang olahraga,

KAZUHIRO FUJIHARA / AFP
Bendera nasional Jepang dikibarkan di lapangan sebelum pertandingan babak pembukaan softball Olimpiade Tokyo 2020 antara AS dan Kanada di Fukushima Azuma Baseball Stadium di Fukushima, Jepang, pada 22 Juli 2021. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Olimpiade Tokyo 2020 menjadi acara olahraga intenasional pertama di dunia dalam keadaan darurat.

Mengapa disebut demikian? Ini alasannya.

Saat ini dunia tengah gencar melawan pandemi Covid-19.

Akan tetapi, Olimpiade Tokyo 2020 bisa diselenggarakan dalam keadaan darurat (Deklarasi Darurat = PSBB berlaku sampai dengan 22 Agustus 2021).

Darurat dalam arti, positif maupun negatif.

PM Jepang Yoshihide Suga mengatakan, arti positif ini merujuk pada Olimpiade yang akan dilakukan dalam keadaan aman bagi masyarakat.

Selain itu, untuk membuktikan manusia bersatu bisa menghadapi Covid-19.

Baca juga: IKUT Ramaikan Olimpiade Tokyo 2020, Google Doodle Sajikan Mini Game, Berikut Cara Mainnya

Baca juga: JADWAL Opening Ceremony Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020, Cek Link Live Streaming di Sini

Tak kalah dengan pandemi yang menyebar ke berbagai belahan dunia.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan Yoshihide Suga melakukan PSBB keempat kalinya sejak 12 Juli sampai dengan 22 Agustus 2021.

Pembatasan kegiatan ini dikhususkan bagi Tokyo, tempat penyelenggaraan Olimpiade.

Arti negatif diinterpretasikan banyak oleh masyarakat Jepang.

Arti negatif pertama ada yang menyatakan sebagai Olimpiade Corona karena diadakan saat masa pandemi Corona. Penyakit yang berkonotasi negatif jadi nyambung ke nama Olimpiade itu sendiri.

Arti negatif kedua ada yang menyatakan bahwa Olimpiade kali ini sebagai Olimpiade yang paling tidak disukai, paling tidak diingini oleh rakyat negara penyelenggara, karena hasil penelitian Asahi, 59 persen respondennya (masyarakat) menentang penyelenggaraan Olimpiade.

Arti negatif ketiga juga dengan melihat penyelenggaraan Olimpiade saat ini, seolah memang berantakan tidak seperti yang dilakukan Jepang di berbagai bidang usaha atau kegiatan internasional lainnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved