Breaking News:

Diperingati Tiap Tanggal 14 Agustus, Ini Sejarah Hari Pramuka Indonesia, Istora Senayan Jadi Saksi

Berikut ini sejarah diperingatinya Hari Pramika Praja Muda Karana di Indonesia pada tanggal 14 Agustus setiap tahunnya

TRIBUN JAMBI/TOMMY KURNIAWAN
Ilustrasi Pramuka 

Reporter: Nafis Abdulhakim

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sebentar lagi Indonesia akan memperingati Hari Pramuka.

Dalam artikel ini tersaji sejarah Hari pramuka.

Hari Pramuka sendiri diperingati pada tanggal 14 Agustus setiap tahunnya.

Pramuka sendiri merupakan singkatan dari Praja Muda Karana.

Pramuka memiliki arti Jiwa uda yang Suka Berkarya.

Gerapan Pramuka ini memiliki sejarah tersendiri dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Istora Senayan pun menjadi saksi bisu penggabungan kepanduan di Indonesia.

Baca juga: TERLIHAT Aslinya! Foto Lama 5 Artis Berseragam Pramuka, Bandingkan Wajah Lesty hingga Marion Jola

Sejumlah peserta Raimuna Nasional utusan Provinsi Sulsel mengikuti Pembukaan apel besar Gerakan Pramuka ke-56 tingkat daerah Sulawesi Selatan tahun 2017 di lapangan Upacara Rujab Gubernur Sulawesi Selatan, Jl Jend Sudirman, Makassar, Selasa (8/8/2017)
Sejumlah peserta Raimuna Nasional utusan Provinsi Sulsel mengikuti Pembukaan apel besar Gerakan Pramuka ke-56 tingkat daerah Sulawesi Selatan tahun 2017 di lapangan Upacara Rujab Gubernur Sulawesi Selatan, Jl Jend Sudirman, Makassar, Selasa (8/8/2017) (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

Simak sejarah Hari Pramuka

Dikutip dari laman kemdikbud.go.id, organisasi Pramuka di Indonesia ini ditandai dengan munculnya cabang milik Belanda dengan nama Nederlandesche Padvinders Organisatie (NPO).

Organisasi tersebut dibentuk pada tahun 1912.

Kemudian empat tahun berselang pada tahun 1916, NPO berubah nama menjadi Nederlands Indische Padvinders Vereniging (NIVP).

Di tahun yang sama, Mangkunegara VII membentuk Organisasi Kepanduan pertama Indonesia dengan nama Javaansche Padvinder Organisatie (JPO).

Lahirnya JPO memicu gerakan nasional lainnya untuk membuat organisasi sejenis pada saat itu diantaranya Hizbul Wahton (HM) pada 1918, JJP (Jong Java Padvinderij) pada 1923, Nationale Padvinders (NP), Nationaal Indonesische Padvinderij (NATIPIJ), Pandoe Pemoeda Sumatra (PPS) dan dan penyatuan organisasi pandu diawali dengan lahirnya INPO (Indonesische Padvinderij Organisatie) pada 1926.

Organisasi tersebut dibuat sebagai peleburan dua organisasi kepanduan yakni Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) dan Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO).

Halaman 1/3
Tags:
Nafis AbdulhakimSejarahHari PramukaIstora SenayanSoekarnoPraja Muda Karana
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved