Sempat Jadi Selebritis, Rani Baru Diakui Jadi Sapi Terkecil di Dunia Setelah Mati: Pengasuh Menangis
Sempat jadi selebriti di Bangladesh, Rani, sapi terkecil di dunia mati, kini mendapatkan rekor dari Guinness World Records
Penulis: Nafis Abdulhakim
Editor: ninda iswara
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sempat jadi selebriti di Bangladesh, Rani, sapi terkecil di dunia mati.
Rani pun baru diakui sebagai sapi terkecil di dunia beberapa minggu setelah dia mati.
Sapi mungil itu memiliki tinggi hanya 50,9 cm.
Kelahirannya kala itu pun menjadikannya selebriti internet.
Puluhan ribu orang berkunjung ke kandangnya di kawasan pinggiran Dhaka.
Sang pemilik pun membuat pengajuan untuk Rani ke Guinness World Records agar diakui sebagai sapi terkecil di dunia.
Baca juga: VIRAL Kucing Oren Sedih Ditinggal Saudara untuk Selamanya, Terdiam di Samping Kuburan Bertabur Bunga
Baca juga: VIRAL Pengguna Google Maps Kaget, Temukan Aksi Akrobat Pria Naik Motor dan Tersungkur, Ini Sosoknya
Akan tetapi, tak berselang lama tragedi pun datang.
Rani dilaporkan mati secara mendadak pada 19 Agustus lalu.
Kemudian diketahui penyebab kematian sapi mungil itu.
Rani mengalami penumpukan gas di dalam tubuhnya.
Pemilik sapi mungil, Kazi Mohammad Abu Sufian mengungkapkan, dirinya menerima surat dari Guinness World Records pada Senin (21/9/2021).
Dilansir dari AFP via Kompas.com, Guinness World Records menyatakan, pengajuan status rekor Rani telah disetujui.
Guinness menyatakan, Rani menjadi sapi jenis Bhutti terksecil di dunia.
Rani mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang seekor sapi di India bernaa Manikyam dengan panjang 61 cm.
Kazi mengatakan, mereka mengirim sejumlah video Rani yang sesuai dengan persyaratan Guinness World Records.
"Kami juga mengirim laporan post-mortem ke Guinness untuk menunjukkan tidak ada aktivitas mencurigakan karena kematiannya," paparnya.
Ia juga menjelaskan, telah mengirimkan laporan medis Rani untuk menegaskan bahwa sapinya itu tidak disuntik hormon.
Kazi mengungkapkan bahwa perasaannya campur aduk saat menerima penghargaan.
Di sisi lain, ia merasa terhormat telah menerimanya.
Pengasuh Rani pun tak kuasa menahan tangis saat mendapatkan kabar tersebut.
"Namun di sisi lain, kami juga sedih karena dia tak lagi bersama kami. Pengasuhnya menangis begitu kami memberitahukannya kabar ini," ujar dia.
Viral kucing oren sedih ditinggal saudaranya, duduk lama di samping makam bertabur bunga
Viral di India, kucing oren sedih atas kematian saudaranya.
Kucing berjenis persia itu bahkan duduk di samping makam saudaranya tersebut.
Kucing berwarna oranye itu hanya terdiam di dekat makam yang ditaburi bunga merah itu.
Video yang mengabadikan momen tersebut pun viral di media sosial di India.
Pemandangan itu pun mengejutkan pemilik kedua kucing itu.
Munnavar Syaikh merupakan seorang pegawai kereta api di Valsad dan telah meliat banyak orang berduka di kuburan.
Namun ia baru kali pertama menyaksikan momen mengejutkan dari hewan peliharaan mereka.
Kucing oren tersebut diberinama Leo.
Ia duduk di samping makam saudaranya, Coco selama berjam-jam.
Coco meninggalkan Leo sejak 23 September lalu.
Video yang memperlihatkan momen Leo duduk berjam-jam di samping makam Coco pun viral di India.
Bahkan, beberapa orang mengunjungi kediaman Munnavar hanya karena penasaran.
Sementara itu, keluarga Munnavar terus menjaga Leo agar pulih dari rasa sedihnya.
“Kami mengubur Coco di kompleks kami. Kami terkejut melihat bagaimana Leo akan pergi ke kuburan dan duduk di sana selama berjam-jam,” kata putra Munnavar, Faysal.
Faysal pertama kali memelihara Leo dan Coco pada empat tahun lalu.
Dua kucing persia tersebut diberikan temannya untuk hadiah.
Leo memiliki bulu berwarna oranye.
Sedangkan Coco berwarna abu-abu.
Keluarga Munnavar menikmati kebersamaan dengan dua kucing tersebut.
Namun sekira dua setengah tahun lalu, Coco hilang saat bermain di luar rumah Munnavar.
Keluarga tersebut mengira Coco telah dicuri.
Kemudian sekira enam bulan lalu, keluarga Munnavar mendapatkan informasi bahwa Coco memiliki keluarga lain di Valsad.
Munnavar kemudian meminta bantuan polisi untuk membawa kembali Coco.
Pasalnya keluarga yang mengasuh Coco menolak untuk melepaskannya.
Dilansir dari Times of India, pada saat itu, Coco diketahui sedang mengalami beberapa masalah kesehatan serius.
“Bahkan setelah jeda dua tahun, kedua saudara kandung itu segera mengidentifikasi satu sama lain. Mereka banyak bermain satu sama lain," katanya.
Akhirnya Coco meninggal karena komplikasi kesehatan.
Faysal dan keluarga pun sudah membawa Coco ke rumah sakit hewan untuk diobati, namun tidak bisa menyelamatkannya.
Coco kemudian diam-diam dibawa pulang dan dimakamkan di pekarangan rumah Munnavar.
“Leo tidak mengetahui tentang kematian atau penguburan, tetapi merasa ada sesuatu yang salah. Setelah beberapa jam dia datang dan duduk di dekat kuburan,” kata Faysal.
(Tribunnewsmaker.com/Nafis)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/rani-sapi-yang-didaftarkan-sebagai-sapi-terkecil-di-dunia-di-guinness-book-of-records.jpg)