Breaking News:

Iran vs AS

Pernyataan Mengejutkan Donald Trump, Sebut Internal Iran Terpecah Belah: Dalam Kondisi Tidak Solid

Trump klaim Iran terpecah, sebut internal Teheran tidak solid dan penuh konflik kekuasaan.

Tayang:
Editor: Eri Ariyanto

Ringkasan Berita:
  • Trump menyebut Iran tengah mengalami perpecahan internal dan kondisi kepemimpinan yang tidak solid.
  • Ia mengaitkan situasi itu dengan ketegangan politik serta proses negosiasi yang berlangsung dengan AS.
  • Namun sejumlah analis menilai klaim tersebut belum didukung bukti kuat adanya perpecahan besar di Iran.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan mengejutkan terkait situasi di Iran di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan Timur Tengah.

Dalam komentarnya, Donald Trump menyebut bahwa pemerintahan Iran saat ini berada dalam kondisi tidak solid dan mengalami perpecahan internal yang cukup serius.

Ia bahkan menilai adanya konflik kepentingan antara kelompok garis keras dan kubu moderat di dalam struktur kekuasaan Teheran.

Menurut Trump, kondisi tersebut membuat Iran kesulitan menentukan arah kebijakan politik dan siapa yang benar-benar memegang kendali.

Pernyataan ini muncul di tengah situasi krisis, ketika hubungan Amerika Serikat dan Iran masih diwarnai ketegangan serta perundingan yang belum menemui titik terang.

Trump juga mengaitkan kondisi internal Iran dengan proses negosiasi yang dinilainya berjalan lambat dan tidak konsisten.

Namun, klaim tersebut langsung memicu perhatian internasional karena dianggap menggambarkan situasi yang sensitif dan kompleks di dalam negeri Iran.

Pernyataan ini pun menambah panas dinamika politik global yang saat ini tengah menyoroti stabilitas kawasan Timur Tengah.

Baca juga: Donald Trump Bongkar Dampak Blokade AS, Blak-blakan Sebut Iran Rugi Rp 8,5 Triliun per Hari!

Seperti diketahui, Donald Trump mengeklaim bahwa kepemimpinan Iran telah terpecah belah saat mengumumkan perpanjangan gencatan senjata pada Selasa (21/4/2026) malam.

Ia menyebut klaim itu sebagian didasarkan pada penilaiannya bahwa pemerintah Iran sedang berada dalam kondisi tidak solid.

Trump juga memperpanjang gencatan senjata untuk memberi ruang negosiasi lebih lanjut, di tengah tekanan seperti blokade laut AS di Selat Hormuz.

Klaim ini muncul setelah berminggu-minggu konflik antara Iran dengan AS dan Israel yang menewaskan sejumlah tokoh penting Iran.

Bahkan sebelumnya, Trump juga menyatakan bahwa kampanye militer AS telah menghasilkan “sekelompok orang baru” yang kini memimpin Iran.

PRESIDEN AS - Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat turun dari pesawat kepresidenan Air Force One, ketika tiba di Bandara Internasional Harry Reid, Las Vegas, Negara Bagian Nevada, 16 April 2026
PRESIDEN AS - Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat turun dari pesawat kepresidenan Air Force One, ketika tiba di Bandara Internasional Harry Reid, Las Vegas, Negara Bagian Nevada, 16 April 2026 (Dok./Kompas.com)

Pemegang kendali kepemimpinan Iran

Struktur kekuasaan Iran saat ini mengalami guncangan besar setelah tewasnya pemimpin tertinggi sebelumnya, Ali Khamenei, dalam serangan udara pada 28 Februari.

Posisi tersebut kemudian diisi oleh putranya, Mojtaba Khamenei, yang meski jarang tampil di publik, dilaporkan tetap terlibat dalam pengambilan keputusan strategis, termasuk terkait perang dan respons terhadap AS.

Halaman 1/2
Tags:
Donald TrumpAmerika SerikatIran
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved