Virus Corona
Muncul Varian Baru Covid-19, Sudah Merebak di Inggris, Menteri Kesehatan Minta Masyarakat Waspada
Masyarakat Indonesia diminta waspada, varian baru Covid-19 mulai merebak. Kini sudah merebak di Inggris.
Penulis: Monalisa
Editor: octaviamonalisa
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pandemi Covid-19 masih belum berakhir.
Kini beredar kabar muncul varian baru dari Covid-19 yang diberi nama Corona AY.4.2.
Varian baru Covid-19 ini sudah mulai merebak di Inggris.
Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers secara virtual di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (25/10/2021).
Dalam penjelasannya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut varian baru Covid-19 tersebut belum masuk di Indonesia.
Namun pihaknya akan terus memonitor perkembangan virus tersebut.
Baca juga: HADAPI Ancaman Gelombang Ketiga Covid-19, Ini 4 Upaya Pemerintah, Masyarakat Diminta Tetap Patuh
Baca juga: Waspada Gelombang Ketiga Covid-19, Ketua Satgas IDI Ungkap Prediksi, Masyarakat Wajib Patuhi Prokes
"AY.4.2 yang belum masuk di Indonesia, yang akan terus kami monitor perkembangannya seperti apa." jelas Budi.
Budi menyebut, varian tersebut merupakan turunan dari Covid-19 varian Delta.
Hingga kini varian baru Covid-19 patut diwaspadai lantaran masih terus mengalami peningkatan.
"Dan saat ini varian tersebut masih terus meningkat." katanya lagi.
Sementara itu, Budi Gunadi Sadikin menyoroti adanya peningkatan Covid-19 di beberapa kabupaten/kota di Indonesia.
Terhitung ada 105 kabupaten/kota yang mengalami peningkatan kasus dalam kurun waktu 4 pekan terakhir.
Pihaknya pun mengaku akan terus memantau perkembangan virus tersebut dan melakukan pencegahan dini.
"Memang angkanya masih tidak mengkhawatirkan, di bawah batas aman WHO tapi kita mencoba mengantisipasi secara lebih dini," ucap dia.
Cuci Tangan Pakai Sabun Dianggap Remeh, Dokter Reisa: Tapi Terbukti Bantu Cegah Penularan Covid-19
Sementara itu, juru bicara satgas Covid-19, Dokter Reisa Broto Asmoro mengaku kebiasaan mencuci tangan pakai sabun efektif mencegah penularan Covid-19.
Dokter Reisa Broto Asmoro mengatakan praktik cuci tangan pakai sabun ikut meningkat sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia.
Hal itu disampaikan Dokter Reisa Broto Asmoro dalam keterangan persnya yang disiarkan kanal YouTube Tribunnews.com, Jumat (15/10/2021).
Dari pantauan relawan yang melaporkan pengamatan mereka ke dashboard UNICEF dan Kemenkes, praktik cuci tangan diamati sudah naik ke rata-rata 60 persen populasi.
"Artinya sekarang 6 dari 10 orang mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dengan langkah yang benar," ucap Reisa.
Baca juga: NGAKU Kuat & Tak Mau Divaksin, Suami Istri Meninggal Akibat Covid-19, 5 Anaknya Jadi Yatim Piatu
Tak hanya itu, Dokter Reisa kembali memberikan bukti data dari survei yang dilakukan oleh BPS.
"Sementara, itu berdasarkan laporan hasil survei BPS pada periode 13-20 Juli 2021 memperlihatkan bahwa hampir 75 persen anggota masyarakat sudah sering cuci tangan.
Artinya 8 dari 10 orang Indonesia membersihkan tangannya sekitar 8 sampai dengan 10 kali sehari." kata Dokter Reisa lagi.
Dan kini Dokter Reisa menegaskan jika jumlah pasien Covid-19 di Indonesia sudah mulai mengalami penurunan.
Hal ini menjadi bukti bahwa protokol kesehatan yang dilakukan selama ini memberi dampak yang positif.
Melihat fakta tersebut, Dokter Reisa lantas menyadarkan masyarakat bahwa kebiasan mencuci tangan yang kerap dianggap remeh nyatanya kini memberikan dampak luar biasa.
Baca juga: Boleh Minum Obat Pereda Nyeri Sebelum Vaksin Covid-19? Ini Kata Pakar, Ternyata Bisa Berakibat Buruk
"Hal ini memang terkesan sederhana, namun sadarkah kita kebiasaan baik tersebut sudah menyelamatkan banyak nyawa, membantu mencegah penularan Covid-19 lebih luas.
"Terbukti cuci tangan pakai sabun terkesan remeh, tetapi ternyata sangat penting dan kontribusinya sangat signifikan dalam mengantar kita ke situasi yang lebih kondusif ini," jelas Reisa.
Lebih lanjut Doktrer Reisa juga menyebutkan aturan baru dari pemerintah agar setiap sekolah menyediakan fasilitas cuci tangan.
Mengingat pembelajaran tatap muka sudah mulai dilakukan, pemerintah merasa fasilitas cuci tangan akan menjadi penangkal penyebaran penyakit pada anak-anak.
"Sebanyak 15 ribu sekolah akan menerima perlengkapan untuk menjaga kebersihan serta mencegah penularan penyakit.
Sekolah-sekolah yang menerima antara lain Aceh, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, Sumatera Utara, Papua Sulawesi Barat, Jawa Barat dan Nusa Tenggar Barat." jelas Dokter Reisa lagi. (TribunnewsMaker/Octavia Monalisa)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/ilustrasi-varian-baru-virus-corona.jpg)