Breaking News:

'Seperti Kota Zombie' Relawan Temukan Banyak Korban Erupsi Gunung Semeru, Rumah Rata Tertimbun Abu

Radit, relawan Baret (Barisan Reaksi Cepat) Rescue GP Nasdem Jember hingga kini masih berusaha melakukan penjelajahan untuk pencarian korban.

kolase Youtube TVOne News/Twitter
Cerita relawan ungkap kondisi terbaru di wilayah yang terdampak erupsi Semeru 

TRIBUNNEWSMAKER.COM -  Seorang relawan menceritakan perjuangannya dalam mencari para korban erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur.

Mereka menemukan banyak korban hingga melihat rumah warga rata tertimbun abu vulkanik.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, erupsi Gunung Semeru terjadi pada Sabtu (4/12/2021).

Banyak rumah yang tersapu oleh lahar panas Gunung Semeru.

Kini satu persatu korban jiwa bencana alam erupsi Gunung Semeru mulai ditemukan.

Hingga saat ini, proses evakuasi dan penyisiran di lokasi terjangan awan panas di sekitar lokasi masih dilakukan.

Radit, relawan Baret (Barisan Reaksi Cepat) Rescue GP Nasdem Jember hingga kini masih berusaha melakukan penjelajahan untuk pencarian korban Awan Panas Guguran/APG Gunung Semeru.

Dalam tayangan berita Apa Kabar Indonesia Pagi TV One, Radit mengaku saat ini sedang menyisir wilayah Dusun Curah Kobokan, Desa Penanggal, Kecamatan Pronojiwo Lumajang.

Baca juga: KISAH Ibu Hamil 9 Bulan Selamat dari Erupsi Gunung Semeru, Lari Belasan Kilometer: Janin Saya Sehat

Baca juga: KISAH Holil, Keluarga Selamat, Ternak Masih Hidup, Tapi Rumah Hancur Diterjang Erupsi Gunung Semeru

Warga yang tinggal di dekat kaki Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang diminta untuk mengungsi, Senin (1/12/2020).
Warga yang tinggal di dekat kaki Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang diminta untuk mengungsi, Senin (1/12/2020). (surya.co.id/tony hermawan)

Saat penyisiran, Radit dan tim relawan menemukan jenazah anak kecil yang meninggal dalam pelukan ibunya.

"Kami rencana saat ini akan ke Curah Kobokan, dimana di lokasi tersebut kami menemukan ada jenazah seorang anak kecil yang meninggal dalam pelukan ibunya," ungkap Radit, dikutip TribunnewsBogor.com dari Youtube TVOne News, Selasa (7/12/2021).

Lantas, Radit pun mengungkapkan kronologi timnya menemukan jenazah ibu dan anak tersebut.

Menurut sang relawan, anak dan ibu itu diduga hendak menyelamatkan diri, namun tak keburu lantaran sudah dihantam awan panas.

"Kalau rumahnya udah rata, gak terlihat karena sudah tertimbun abu vulkanik.

Dan yang pertama kita lihat itu bagian punggung ibunya. Mungkin anak kecil sedang dipeluk ibunya. Untuk melindungi anaknya," ucap Radit.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bogor
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved