TAK PUNYA Anak & Stroke, Istri Tahan Tangis Lihat Suaminya Meninggal, Jasad Hanya Ditaruh di Lantai
Tak punya anak dan kini sakit stroke, istri ini menahan tangis lihat suaminya meninggal. Pilu jasad suami hanya ditaruh di lantai
Penulis: Monalisa
Editor: Talitha Desena
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kisah pilu pasangan suami istri di Saigon, Vietnam berhasil menarik simpati warganet.
Warganet ikut merasa pilu melihat pasangan suami istri yang hidup miskin ini harus terpisahkan oleh maut.
Sang suami diketahui sekarat akibat terpapar Covid-19 dan meninggal dunia di sebuah kursi roda.
Sementara sang istri yang sakit stroke tak bisa melakukan apa-apa untuk menolong suaminya.
Para relawan yang datang untuk menolong pun merasa pilu dengan nasib yang dialami pasangan suami istri ini.
Mengutip dari eva.vn, Senin (10/1/2022), pasangan suami istri ini diketahui tinggal di sebuah rumah kontrakan kecil.
Baca juga: KISAH Pilu Pedangdut Cantik, Meninggal di Puncak Karier, Tak Kuat Menahan Sakit Kanker Stadium Akhir
Baca juga: Aku Saja yang Ditabrak Pilu Ibu Sujud di Jalanan, Syok Anaknya Tewas Kecelakaan saat Pergi Sekolah

Keduanya hidup dalam kondisi yang sangat miskin.
Mereka juga tidak memiliki anak hingga lanjut usia.
Hingga suatu ketika sang suami sakit hingga meninggal dan tak ada yang bisa menolongnya.
Kisah pilu pasangan ini dibagikan oleh Phuong Ngo, seorang relawan.
Ia mengaku di malam pergantian tahun 2022, ia mendapat telepon ada seorang meminta bantuan.
Saat tiba di lokasi, Phuong Ngo merasa pilu dan hancur hati.
Baca juga: VIRAL Pesan Ayah Sebelum Meninggal, Menyesal saat Sehat Lebih Sibuk Kerja daripada Main dengan Anak
Ia melihat seorang pria meninggal dalam kondisi duduk tanpa memakai baju.
Sementara sang istri yang stroke hanya bisa diam sembari menahan tangisnya.
"Panggilan pertama pada 1 Januari 2022, kami menyiapkan peti mati, penguburan lalu kremasi.
Dia (suami) meninggal tanpa mengenakan baju, tanpa tikar untuk baringkan, pemandangan begitu sedih dan sangat memilukan.
Wanita berusia 65 tahun mengalami stroke, tak bisa berjalan atau berbicara.
Ia hanya duduk dengan pandangan kosong dan tak tahu lagi bagaimana cara menangis." kata Phuong Ngo.
Menurut wanita ini, sang suami sudah menderita sakit lebih dari sebulan.

Namun karena tak memiliki uang untuk berobat, ia meninggal.
Pria ini hanya hidup bersama istrinya.
Mereka tak memiliki anak hingga akhir hidup mereka.
Pasangan ini hanya tinggal berdua di sebuah rumah kontrakan kecil di Bangsal Binh Tri Dong.
Tak ada barang berharga dalam rumah kecil itu.
Hanya ada sebuah sepeda tua dekat jendela.
Phuong Ngo dan relawan yang lain benar-benar merasa pilu melihat kesengsaraan pasangan lansia ini.
Baca juga: Janji ke Mekah Bersama Ibu Menangis Sepulang Umrah, Pilu Tahu Suami Meninggal, Anak Rahasiakan
"Kami datang dan bergegas pergi dengan membawa peti mati.
Kesedihan kami tidak bisa lagi dilukiskan.
Mereka tak punya uang, tak punya anak, bahkan saat mati mereka tak punya tikar untuk meletakkan jasad mereka." tulis Phuong lagi.
Melihat unggahan Phuong Ngo, tak sedikit warganet yang ikut merasa pilu.
Mereka tak menyangka, begitu pilu nasib pasangan lansia ini.
Mereka juga mengkhawatirkan kondisi istri dari pria yang baru saja meninggal ini.
Apalagi ia kini seorang diri dan dalam kondisi sakit stroke.
Kini beberapa orang telah bersepakat membuka donasi untuk menolong kehidupan istri malang tersebut.
RELA Dibotak Demi Semangati Suami Kena Kanker, Istri Pilu Setahun Nikah Suami Meninggal: Kamu Pergi
Kisah pilu ditinggal duami tercinta juga dirasakan oleh seorang istri di Vietnam.
Kesedihan ini dirasakan oleh seorang istri asal Vietnam bernama Da Thao.
Baru setahun menikmati indahnya pernikahan, kini Da Thao harus kehilangan suaminya, Davis John Roberts untuk selamanya.
Mengutip dari eva.vn, Jumat (7/1/2022), kisah cinta Da Thao dan Davis John Roberts sebelumnya sempat mencuri perhatian publik.

Pasalnya Da Thao dan Davis John Robert ini memiliki perbedaan usia yang cukup jauh yakni 37 tahun.
Tak hanya itu, foto-foto prewedding Da Thao dan Davis juga sempat viral dan menjadi sorotan.
Bagaimana tidak, Da Thao yang memiliki rambut indah mendadak berubah menjadi botak saat menjalani foto prewedding.
Tak disangka, Da Thao ternyata memang sengaja mencukur habis rambut di kepalanya.
Rupanya semua ini dilakukan Da Thao untuk menyemangati Davis, calon suaminya kala itu.
Diketahui beberapa hari sebelum mendaftarkan pernikahan, Davis divonis mengidap kanker paru-paru.
Untuk itulah Davis harus menjalani kemoterapi sebelum menikah.
Baca juga: DIAM-DIAM Artis Ini Kerja Sampingan Cuci Piring di Restoran, Kini Curhat Pilu Disebut Memalukan
Terhitung Davis telah tiga kali menjalani kemoterapi sebelum menikahi Da Thao pada 1 Desember 2020 lalu.
Akibat kemoterapi itu, rambut Davis pun mulai rontok.
Pria yang sempat menduda selama 10 tahun ini sempat mulai menyerah.
Melihat Davis mulai menyerah, Da Taho tak tinggal diam.
Wanita 36 tahun ini nekat mencukur rambutnya untuk memberi semangat pada Davis.
Ia pun mengajak Davis melakukan foto prewedding di sekitaran jalan Hoi An untuk kenang-kenangan.
Terlihat Da Thao tampil anggun dengan gaun putih di tubuhnya.
Wanita asal Vietnam ini juga terlihat santai meski kepalanya botak.

Melihat foto-foto prewedding Da Thao dan Davis, warganet pun terharu.
Tak sedikit yang ikut terenyuh melihat pengorbanan Da Thao merelakan mahkota indahnya demi menyemangati calon suaminya.
Kini setelah satu tahun menikah, Da Thao justru harus merasakan duka.
Sang suami, Davis akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada 5 Januari 2022 lalu.
Ditinggal suami tercinta, Da Thao begitu terpukul.
Ia terlihat mengganti foto profil di Facebook-nya dengan bunga hitam.
"Sampai sekarang aku tak percaya bahwa kamu pergi selamanya.
Aku tak bisa tidur sepanjang malam karena terus melihatmu dengan mata terpejam mengingat gambar terakhir hidupmu terus melekat di pikiranku.
Dia (Davis) telah kembali kepada Tuhan.
Dia tidak memiliki rasa sakit yang menyiksa lagi." tulsi Da Thao.

Selain itu, Da Thao juga mengunggah beberapa foto terakhir sang suami saat dirawat di rumah sakit.
Da bercerita ia selalu setia berada di samping suami dan mendengarkan musik bersama.
Setelah ini Da Thao akan melaksanakan wasiat sang suami yang meminta dikremasi dan mengirim abunya ke negara asalnya, Kanada.
Sepeninggal Davis, Da Thao lantas menjawab tudingan miring warganet padanya.
Diakui Da Thao, sejak awal menikah dengan Davis ia dituding hanya mengincar harta.
Padahal sebaliknya, sejak menikah Da Thao justru melakuka banyak pengorbanan.

"Orang-orang tahu tentang saya dan Davis, mereka mengutuk dengan buruk.
Mereka mengatakan saya serakah akan uang, baru saja menikah dengan pria 37 tahun lebih tua dan sedang sakit untuk menikmati kekayaan besar.
Mereka tidak tahu bahwa saya harus berhenti dari pekerjaan saya di kedai kopi untuk merawatnya.
Saya juga masih tinggal di kost, kami makan lebih banyak makanan rumah sakit dari pada makanan rumahan." ungkap Da Thao.
Melihat kesedihan Da Thao tak sedikit warganet yang mendoakannya agar segera bangkit dan menemukan cinta yang baru.
(TribunnewsMaker.com/Octavia Monalisa)