PILU, Anak Tak Bisa Bayar Tagihan RS Rp 65 Juta, Jenazah sang Ibu Tertahan 7 Hari di Kamar Mayat
Anak-anak tak bisa bayar tagihan rumah sakit Rp 65 juta, jenazah sang ibu tertahan 7 hari di kamar mayat. Tak bisa dimakamkan
Editor: octaviamonalisa
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kisah pilu jenazah seorang ibu tertahan di kamar mayat lantaran tagihan rumah sakit belum terbayar viral di media sosial.
Diketahui jenazah sang ibu tertahan hingga tujuh hari di kamar mayat sebuah rumah sakit di Malaysia.
Anak-anak dari mendiang ibu tersebut tak mampu membayar tagihan rumah sakit yang mencapai angka Rp 65 juta.
Mengutip dari Mstar.com, kisah pilu ini diunggah oleh seorang yang menyediakan layanan pengurusan jenazah secara gratis di laman Facebook Mr Wan Cai Official.
Kepada mStar, Pengasas Unit Khas Van Jenazah (UKVJ) yang disapa Wan Chai itu mengatakan, jenazah yakni warga Indonesia berusia 53 tahun.
Ia berobat di sebuah rumah sakit di Selangor, Malaysia, sejak lebih dari sebulan lalu karena Covid-19.
Baca juga: VIRAL Video Pemindahan Jenazah Ustaz Muhya, Murid Syok Jenazah Masih Utuh, Sudah 17 Tahun Dikubur
Baca juga: MALING Kotak Infaq, Pria Ini Nangis Dimandikan di Kamar Jenazah, Imam Masjid Geram: Biar Kau Insaf

Menurutnya, jenazah yang juga ibu dua anak itu meninggal dunia lebih dari seminggu lalu akibat komplikasi setelah sembuh dari Covid-19.
"Tagihan perawatan jenazah yang perlu di bayar hampir Rp 65 juta untuk perawatan lebih dari sebluman di rumah sakit."
"Jenazah sudah tujuh hari berada dalam kamar mayat karena dua anak jenazah tidak mampu membayar tagihan perawatan," katanya ketika dihubungi.
Sementara itu, sang suami dikabarkan sudah lama meninggal.
"Suami jenazah diketahui telah meninggal pada 2016, tinggal jenazah dan anak-anaknya di Malaysia."
"Tidak ada saudara lain kecuali di Indonesia," lanjutnya.
Baca juga: Cepat Lahir, Cepat Mati Unggahan Terakhir Artis Sebelum Meninggal Kecelakaan Buat Merinding Fans
Menurut Wan Chai, jenazah sebelum ini merupakan ibu rumah tangga sebelum berjualan barang kecil-kecilan.
Kedua anak mendiang dilahirkan di Selangor.
Ia mengatakan, anak mendiang menghubunginya untuk mendapatkan bantuan dan mereka berusaha untuk mempermudah urusan pemakaman jenazah.