Kisah Juru Kunci Bukit Samboja Selamatkan Korban Pantai Payangan, Terdengar Kegaduhan, Langsung Lari
Sempat dengar ada kegaduhan, begini pengakuan juru kunci makam Bukit Samboja, Saladin.
Editor: ninda iswara
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sempat dengar ada kegaduhan, begini pengakuan juru kunci makam Bukit Samboja, Saladin.
Saladin yang sedang tidur pun langsung berlari ke arah pantai.
Ada 11 orang yang dinyatakan meninggal dunia karena tersapu ombak saat melakukan ritual di Pantai Payangan, sisi selatan Bukit Samboja, Dusun Watu Ulo, Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jember, Jawa Timur.
Ada tiga orang yang berhasil diselamatkan oleh penjaga pantai tersebut, hingga korban tak bertambah.
Adalah Saladin sang juru kunci makam Bukit Samboja.
Selain menjaga makam Bukit Samboja, selama ini Saladin yang mendapat juga kepercayaan menjaga Pantai Payangan.
Karenanya setiap ada orang yang melakukan ritual atau meditasi selalu meminta izin kepadanya.
Baca juga: Tiba-tiba Ombak Datang Tangis Bintang, Ibu Tewas saat Ritual di Pantai: Kenapa Mama Tinggalin Aku
Baca juga: Kesaksian Korban Selamat, Beberkan Ritual di Pantai Payangan Jember, 2 Kali Dihantam Ombak, 10 Tewas
Sebenarnya, rombongan yang mengalami musibah tertelan ombak juga telah meminta izin kepada Saladin.
Saladin pun mengingatkan agar mereka tidak mendekati laut.
"Mereka sudah beberapa kali memang. Tadi malam izin juga, saya pesan supaya tidak turun ke dekat laut, karena ombak sedang tinggi," ujar Saladin kepada Tribun Jatim Network.
Saladin pun memilih tidur. Kelompok itu tiba di lokasi pada Sabtu (12/2/2022) sekitar pukul 23.00 WIB.
Sekitar pukul 00.00 WIB, mereka memulai ritual.
Saladin yang tidur terkaget mendengar kegaduhan dari arah pantai.
Dia pun langsung berlari ke pantai, sambil membawa pelampung.
Dia akhirnya terjun ke laut, dan berhasil menyelamatkan lima orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/evakuasi-warga-yang-tenggelam-di-pantai-payangan-jember.jpg)