Breaking News:

'Bom Terus Ada' Kisah WNI Asal Bali Bertahan Hidup di Ukraina, Tak Tidur 5 Hari, Sembunyi di Sini

Seorang warga negara Indonesia (WNI) sekaligus Pekerja Migran Indonesia (PMI) menceritakan kisahnya bertahan hidup di Ukraina yang kini diinvasi Rusia

Tayang:
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta/ Sergei SUPINSKY / AFP
Kisah WNI asal Bali yang bertahan hidup di Ukraina. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Seorang warga negara Indonesia (WNI) sekaligus Pekerja Migran Indonesia (PMI) menceritakan kisahnya bertahan hidup di Ukraina yang kini diinvasi Rusia.

Kisah WNI di Ukraina itu diceritakan oleh dua warga Bali yang kini sudah berada di Indonesia.

Ia adalah Ni Wayan Era Rustini (26) kini mengaku trauma berkerja di Ukraina.

Perempuan asal Banjar Puseh, Desa Angantaka, Abiansemal Badung itu pun merasa takut ketika mendengar suara ledakan.

Perempuan kelahiran 22 November 1995 itu mengaku bersyukur lantaran bisa pulang kembali ke Bali, Senin (7/3) malam.

Namun untuk pulang ke Indonesia, pihaknya pun dikawal ketat dengan menggunakan jalur darat.

Selama berada di negeri yang sedang diinvasi oleh Rusia tersebut, Era tinggal di Odesa.

Bahkan beberapa kali mendengar suara ledakan.

Baca juga: Warga Dunia Ramai-ramai Sewa Kamar Airbnb di Ukraina Meski Tak Bisa Dikunjungi, Ini Tujuannya

Baca juga: Postingan Terakhir Aktor Ukraina di IG yang Gugur Saat Bela Negara dari Serangan Rusia, Berjuang!

Sebuah gambar menunjukkan kerusakan di pintu masuk gedung setelah penembakan oleh pasukan Rusia di Constitution Square di Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina, pada 2 Maret 2022.
Sebuah gambar menunjukkan kerusakan di pintu masuk gedung setelah penembakan oleh pasukan Rusia di Constitution Square di Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina, pada 2 Maret 2022. (AFP/SERGEY BOBOK)

Selain itu, isu adanya bom juga kerap didengar saat dia berada d iluar apartemen.

Kini alumni SMAN 1 Abiansemal itu pun bersyukur bisa pulang dan bertemu keluarga dengan selamat.

Hanya saja, banyak barangnya yang harus ditinggalkan.

Bahkan kurang lebih ada satu koper besar barangnya tidak dibawa pulang, lantaran tidak diizinkan membawa barang banyak.

Ditemui di rumahnya, Selasa (8/3), Era pun menceritakan dirinya berangkat ke Ukraina berawal dari mengajukan lamaran ke agen di Bali.

Setelah diterima dirinya langsung berangkat dan bekerja di Ukraina sebagai spa terapis di Bali Spa Ukraina.

Anak pertama pasangan I Wayan Darma Bapak dan Ni Luh Meriani tidak menyangka harus pulang karena perang.

Menurut Era, bekerja di Ukraina telah memperbaiki kondisi perekonomiannya.

"Kalau pendapatan lumayan, ia bisalah pakai membangun seperti balai dangin ini. Ini pun belum selesai," katanya sambil menunjuk bangunan.

Sembunyi di Bunker

PMI UKRAINA - Ni Wayan Era Rustini, PMI dari Ukraina, saat ditemui dirumahnya di Banjar Puseh, Desa Angantaka, Abiansemal, Badung, Selasa (8/3).
PMI UKRAINA - Ni Wayan Era Rustini, PMI dari Ukraina, saat ditemui dirumahnya di Banjar Puseh, Desa Angantaka, Abiansemal, Badung, Selasa (8/3). (Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta)

Terpisah, Desak Made Yuni, PMI asal Bangli yang bekerja di Kiev mengatakan, pada 24 Februari terjadi ledakan bom dimulainya serangan Rusia ke Ukraina.

Desak Yuni merasa panik dan takut. Ia kemudian mengecek grup KBRI, yang di dalamnya terdapat informasi terbaru untuk bersiap-siap evakuasi ke kantor KBRI di Ukraina.

"Langsunglah saya packing-packing, terutama membawa dokumen penting dan baju seadanya. Pihak KBRI juga tidak memperbolehkan kami menunggu di luar bangunan sampai jemputan datang," ujarnya saat ditemui di kediamannya, Desa Sulahan, Kecamatan Susut, Selasa (8/3).

Desak Yuni mengungsi di kantor KBRI selama lima hari. Selama itu pula, ia tidak diperbolehkan keluar bangunan.

"Pada 25 atau 26 Februari terus terdengar suara ledakan bom. Setiap ada bom bunyi kita turun ke bunker, kita sembuyi disana bersama-sama," ungkapnya.

Di bunker dengan ukuran terbatas ratusan WNI berdesak-desakan.

Mereka mengutamakan anak-anak.

Selama lima hari mengungsi ini, Desak Yuni mengaku tidak bisa tidur karena harus bolak-balik bunker.

"Baru satu jam dapat tidur, terdengar suara ledakan. Sehingga kita harus cepat-cepat turun ke bunker. Di bunker itu sekitar satu hingga dua jam saja, karena di sana gelap dan oksigen terbatas. Kalau sudah tenang baru kembali lagi. Setelah kembali ke atas, Baru nyari posisi tidur, lagi terdengar bom. Sehingga harus turun lagi. Begitu seterusnya," jelas dia.

Semntara itu, 5 PMI asal Karangasem juga kembali dari Ukraina ke kampungnya yakni Ni Komang Ayu Yuliantari asal Tengading Kecamatan Manggis, Ni Komang Wirati asal Desa Sinduwati Kecamatan Sidemen, Ni Ketut Mita Julianti dan Ketut Suartini asal Kecamatan Kubu, dan Ni Nengah Rikawati asal Sidemen.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaktrans) Karangasem, I Ketut Kanginan Subandi, mengatakaan, lima PMI asal Krangasem dijemput oleh keluarga didampingi Kabid Pelayanan dan Perlindungan Tenaga Kerja (P2TK) Disnaktrans, Senin (7/3) malam.

"Kondisi lima PMI sehat. Mereka mengaku bahagia lantaran bisa kembali ke kampung halaman. Petugas dari Disnakertrans Karangasem akan terus memantau kondisi bersangkutan," kata Kanginan Subandi, Selasa (8/3).

Terpisah, 2 warga Tabanan yang merupakan PMI di Ukraina telah tiba di Bali, Senin malam. Mereka telah tiba dengan keadaan selamat dan telah dijemput oleh pihak keluarga masing-masing.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Tabanan, I Nyoman Putra menyebutkan, ada dua warga Tabanan yang menjadi PMI dengan tujuan bekerja di Ukraina. Sejak ada konflik Rusia dan Ukraina, para PMI asal Indonesia khususnya Bali telah dipulangkan.

Nyoman Putra menyebutkan, sesuai data yang diterima pihaknya dua orang warga Tabanan diantaranya Ni Komang Budiani (22) asal Desa/Kecamatan Selemadeg dan Ni Ketut Ayu Arsani (42) asal Desa Wanagiri kecamatan Selemadeg. (gus/mer/ful/mpa)

(Tribunnews)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kisah PMI Asal Bali Pulang dari Ukraina, Yuni Sembunyi di Bungker, Tak Tidur 5 Hari

Tags:
WNIUkrainaBali
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved