Ketegangan Memanas, UEA Diserang Rudal-Drone 2 Hari Berturut-turut, Iran Bantah Keterlibatan
UEA diserang rudal-drone dua hari berturut, Iran bantah terlibat, ketegangan Teluk makin panas 2026
Editor: Eri Ariyanto
Ringkasan Berita:
- UEA melaporkan serangan rudal dan drone selama dua hari berturut-turut yang diduga berasal dari arah Iran dan berhasil dicegat sistem pertahanan udara.
- Iran membantah keras keterlibatan dalam serangan tersebut dan menegaskan tidak melakukan operasi militer terhadap UEA.
- Ketegangan di kawasan Teluk meningkat di tengah saling tuding dan kekhawatiran eskalasi konflik yang lebih luas.
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan serangan udara yang terjadi selama dua hari berturut-turut.
Serangan tersebut disebut melibatkan rudal dan drone yang diluncurkan dari arah wilayah Iran, memicu alarm pertahanan udara UEA.
Sistem pertahanan udara UEA dilaporkan langsung bergerak cepat untuk mencegat seluruh ancaman yang masuk ke wilayahnya.
Insiden ini menandai eskalasi terbaru dalam konflik tidak langsung antara kedua negara yang sudah berlangsung sejak beberapa waktu terakhir.
Beberapa laporan menyebutkan adanya puluhan hingga ribuan proyektil yang telah dihadang oleh sistem pertahanan UEA.
Namun, pihak militer Iran dengan tegas membantah tuduhan bahwa mereka terlibat dalam serangan tersebut.
Teheran menyatakan tidak pernah meluncurkan rudal maupun drone ke wilayah Uni Emirat Arab dalam beberapa hari terakhir.
Pemerintah Iran juga menegaskan bahwa setiap operasi militer akan diumumkan secara resmi jika benar dilakukan.
Di tengah saling bantah ini, situasi kawasan Teluk semakin tegang dan memicu kekhawatiran akan potensi eskalasi lebih lanjut.
Baca juga: Kontrol Ketat untuk Kapal di Selat Hormuz! Iran Keluarkan Aturan Baru, AS Diminta Tidak Mendekat
Seperti diketahui, Uni Emirat Arab (UEA) kembali melaporkan telah diserang oleh rudal dan drone yang diduga berasal dari Iran pada Selasa (5/5/2026) waktu setempat.
Ini menjadi hari kedua berturut-turut UEA mengalami serangan udara di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Menurut Kementerian Pertahanan UEA, sistem pertahanan udara negara tersebut berhasil merespons dan mencegat sejumlah ancaman yang datang dari arah Iran.
Namun, Iran membantah keterlibatan dalam insiden tersebut.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa pihaknya tidak melakukan operasi militer apa pun terhadap UEA dalam beberapa hari terakhir.
“Jika ada tindakan yang diambil, kami pasti akan mengumumkannya dengan tegas dan jelas,” demikian pernyataan IRGC yang disiarkan kantor berita Fars, dikutip dari Aljazeera, Selasa.
| Saat Gencatan Senjata Berlaku, Kapal Tanker Iran Ditembaki AS, Trump Kembali Umbar Ancaman Bom |
|
|---|
| Pernyataan Mengejutkan Senator AS, Sebut Trump dan Netanyahu Dalang di Balik Konflik Timur Tengah |
|
|---|
| Iran Sebut Donald Trump Gagal Total, AS Mundur dari Selat Hormuz Namun Akui Berjalan Sesuai Rencana |
|
|---|
| Kontrol Ketat untuk Kapal di Selat Hormuz! Iran Keluarkan Aturan Baru, AS Diminta Tidak Mendekat |
|
|---|
| Pengakuan Mengejutkan Terbaru Iran, Sebut Buka Pintu Negosiasi, Tetap Bersiap Jika Eskalasi Meledak |
|
|---|