Breaking News:

Kasus Ferdy Sambo

Deolipa Bongkar Kebohongan Putri Candrawathi, Ferdy Sambo Termakan Hasutan Sosok Ini: Ingin Berkuasa

Kebohongan Putri Candrawathi dibongkar Deolipa, Ferdy Sambo emosi gegara termakan hasutan sosok ini, disebut ingin berkuasa di polisi.

Editor: ninda iswara
TribunNewsmaker Kolase
Kebohongan Putri Candrawathi dibongkar Deolipa, Ferdy Sambo emosi gegara termakan hasutan sosok ini, disebut ingin berkuasa di polisi. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Laporan Putri Candrawathi soal dugaan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J melakukan pelecehan ditolak.

Kendati demikian, Putri Candrawathi justru kukuh mengaku kalau dirinya adalah korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J.

Terkait keterangan soal pelecehan tersebut, Deolipa Yumara justru bongkar kebohongan istri Ferdy Sambo.

Meski begitu, kesaksian Putri Candrawathi dianggap tidak masuk akal dan dinilai sebuah kebohongan untuk menutupi perbuatan jahatnya atas Brigadir J

Hal itu dikatakan eks kuasa hukum Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Deolipa Yumara dalam akun YouTube TV One, yang membahas kesaksian Putri Candrawathi dalam kasus pembunuhan Brigadir J, seperti dilihat Wartakotalive.com, Minggu (28/8/2022).

"Soal bopong-membopong atau pelecehan di Magelang itu adalah sebuah kebohongan yang dibikin Kuat (asisten rumah tangga sekaligus sopir Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi). Mana ada ajudan berani bopong Bhayangkari bintang dua," kata Deolipa.

Menurutnya Kuat melakukan propaganda-propaganda yang menjelekkan Brigadir J karena iri dan ingin menjadi orang nomor satu yang dipercaya Ferdy Sambo.

Baca juga: Kamaruddin Bongkar Perilaku Ferdy Sambo saat Menjabat, Sebut Arogan: Sambil Mabuk, Tembak Sana Sini

Baca juga: Kekompakan Ucapan Putri Candrawathi dan Suami, Diduga Masih Dalam Kendali Ferdy Sambo: Kurang Berani

Kukuh akui alami pelecehan, kebohongan Putri Candrawathi dibongkar
Kukuh akui alami pelecehan, kebohongan Putri Candrawathi dibongkar (Capture YouTube TV ONE)

"Nah, propaganda-propaganda Kuat itu yang kemudian dijadikan skenario, sehingga Kuat, Putri dan Sambo, berkonspirasi untuk menciptakan kebohongan," kata Deolipa.

Karenanya kata dia, penyidik tidak usah terlalu percaya dengan adanya pelecehan seperti yang diungkapkan Putri Candrawath, Ferdy Sambo dan Kuat Maruf.

"Apalagi mereka bertiga adalah tersangka. Putri kan gak bagus juga. Putri kan tukang bohong juga, Sambo tukang bohog, Kuat apalagi. Jadi tidak bisa dipercaya mereka itu, soal isu pelecehan. Karena sama sekali gak muncul kemungkinan pelecehan itu," katanya.

Menurut Deolipa Kuat Maruf sudah memfitnah bahwa Brigadir J telah melecehkan Putri Candrawathi.

Fitnahan itu diungkapkan Kuat Maruf kepada Ferdy Sambo hingga membuatnya murka.

Karena terhasut pernyataan Kuat serta merasa harkat dan martabat keluarganya dilukai, Ferdy Sambo lalu merancang dan merencanakan pembunuhan terhadap Brigadir J.

Hingga akhirnya Brigadir J dieksekusi di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan, 8 Juli 2022 lalu. Brigadir J ditembak oleh Bharada E atas perintah Ferdy Sambo. Ekseksusi Brigadir J dilakukan di depan Kuat Maruf dan Brigadir RR, ajudan Ferdy Sambo lainnya.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved