Breaking News:

Ngaku Dilecehkan, Putri Candrawathi Dulu Tak Langsung Laporkan, Alasannya Malu & Usia Tak Lagi Muda

Putri Candrawathi mengaku dilecehkan oleh Brigadir J namun tak melaporkan ke polisi, alasannya malu dan takut

Editor: Talitha Desena
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO dan tangkap layar Kompas TV
Mengaku dilecehkan Brigadir J, apa alasan Putri Candrawathi tak langsung melapor? 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Putri Candrawathi keukeuh mengaku dilecehkan oleh Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, punya alasan kenapa dulu tak langsung melaporkan.

Komnas Perempuan buka suara dan mengungkapkan alasan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi tak melaporkan pelecehan oleh Brigadir J di Magelang, Jawa Tengah, 7 Juli 2022 lalu seperti pengakuannya.

Ternyata, Putri Chandrawathi merasa malu dan takut hingga tak mau melaporkan dugaan pelecehan tersebut.

Ini diungkap Komnas Perempuan saat menyampaikan laporan rekomendasi kasus pembunuhan Brigadir J bersama Komnas HAM, Kamis (1/9/2022).

"Keengganan pelapor untuk melaporkan kasusnya sedari awal itu karena memang merasa malu, dalam pernyataannya merasa malu, menyalahkan diri sendiri," kata Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani dalam konferensi pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Kamis.

"Takut pada ancaman pelaku dan dampak yang mungkin memengaruhi seluruh kehidupannya," tuturnya.

Andi mengatakan, Putri enggan melapor karena mempertimbangkan posisinya sebagai istri dari petinggi kepolisian.

Baca juga: Dibongkar Jefri Nichol, Anak Ferdy Sambo Disebut Masih Santai Main ke Klub Malam & Buat Keributan

Baca juga: Alasan Putri Candrawathi Tak Berbaju Tahanan, Malah Pakai Baju Mahal & Tenteng Tas Gucci, Tak Adil

tak berbaju tahanan
tak berbaju tahanan (YouTube, HO/Tribun Medan)

Selain itu, usia Putri yang tak lagi muda membuatnya takut mengalami ancaman sehingga dia hanya menyalahkan diri sendiri.

"Pada usia yang jelang 50 tahun, memiliki anak perempuan maupun rasa takut pada ancaman, dan menyalahkan diri sendiri sehingga merasa lebih baik mati, ini disampaikan berkali-kali," ungkap Andy.

Berkaca pada kasus ini, menurut Andy, relasi kuasa antara atasan dan bawahan ternyata tak cukup menghilangkan kemungkinan terjadinya kekerasan seksual.

Namun demikian, lebih jauh, Komnas Perempuan merekomendasikan pihak kepolisian untuk menindaklanjuti dugaan kekerasan seksual ini.

"Kami menemukan bahwa ada petunjuk-petunjuk awal yang perlu ditindaklanjuti oleh pihak penyidik, baik dari keterangan P (Putri), S (Sambo), maupun asesmen psikologi tentang dugaan peristiwa kekerasan seksual ini," kata Andy.

Temuan serupa juga disampaikan oleh Komnas HAM. Laporan rekomendasi Komnas HAM menyebutkan bahwa ada dugaan kuat kekerasan seksual yang dilakukan Brigadir J terhadap Putri di Magelang.

Peristiwa itu terjadi sehari sebelum penembakan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo di Jakarta pada 8 Juli 2022.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved