Breaking News:

Kasus Ferdy Sambo

Dikira Pistol Ternyata Ferdy Sambo Beri Bharada E Benda Ini Sebelum Tembak Mati Brigadir J

Dikira pistol nyatanya Ferdy Sambo beri Bharada E benda ini sebelum tembak mati Brigadir J.

Tayang:
Editor: Candra Isriadhi
Youtube channel Polri TV
Rekonstruksi versi Bharada E. Dikira pistol nyatanya Ferdy Sambo beri Bharada E benda ini sebelum tembak mati Brigadir J. 

Benda tersebut adalah magazen alias alat penyimpanan amunisi atau peluru yang biasa dipasang pada senjata api (pistol).

Ferdy Sambo kala itu langsung memerintahkan Bharada E menembak Brigadir J tanpa bertanya dulu mau atau tidak.

"Klien saya itu dipanggil ( Ferdy Sambo) terakhir. Kemudian diserahkan kotak magazen untuk diisi. Posisi itu kan ada perintah (dari Ferdy Sambo). Perintahnya 'ibu dilecehkan, kamu yang bisa menembak'," kata Ronny Talapessy.

Hal itu diakui Ronny Talapessy berbeda dengan tersangka pembunuhan berencana lainnya yakni Bripka Ricky Rizal.

Diduga sebelum Bharada E, Bripka Ricky lah yang sempat dimintai oleh Ferdy Sambo untuk mengeksekusi Brigadir J.

"Tapi klien anda tidak bisa menolak ? padahal Ricky Rizal sempat menolak, dia sempat disuruh ( Ferdy Sambo untuk menembak)," kata presenter.

Mantan Kadiv Propam, Ferdy Sambo, saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di Komplek Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022).
Mantan Kadiv Propam, Ferdy Sambo, saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di Komplek Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

"Jadi ketika dia menerima perintah itu, dia tidak bisa menolak. Itu akan didukung keilmuan (di pengadilan)," ungkap Ronny Talapessy.

"Walaupun tersangka lain, RR bisa menolak ya. Karena background psikologis," sindir presenter.

"Bharada E ini kerjanya baru enam bulan jalan tujuh bulan. Jadi sangat baru. Kemudian pangkat paling rendah, polisi baru. Ketika diperintah seperti itu, dianggap itu harus dilaksanakan," tegas Ronny Talapessy.

Lebih lanjut, Ronny Talapessy pun mengungkap bagaimana kondisi Bharada E saat rekonstruksi.

Ternyata Bharada E sempat terlihat trauma saat hendak memasuki TKP di rumah dinas Duren Tiga.

"Ini suasana yang sulit, tidak gampang. Ini orang, Bharada E sampaikan ke saya 'bang, ini orang (Brigadir J) orang yang setiap hari saya ketemu, saya tidak ada masalah, saya panggil 'abang'. Jadi di situasi itu situasi yang sulit. Kemarin pas saya dampangi, Bharada E ketika masuk Duren Tiga memang ada trauma," ungkap Ronny Talapessy.

Tak cuma trauma, Bharada E juga sempat merasa kesal pada Ferdy Sambo dan tiga tersangka lainnya yakni Putri Candrawathi, Kuat Maruf dan Bripka Ricky.

Sebab mereka mengurai pernyataan yang tak benar menurut Bharada E.

Bukti-bukti baru kasus pembunuhan Brigadir J diungkap Komnas HAM. CCTV di rumah Ferdy Sambo sebelum Brigadir J tewas ditembak akhirnya terungkap
Bukti-bukti baru kasus pembunuhan Brigadir J diungkap Komnas HAM. CCTV di rumah Ferdy Sambo sebelum Brigadir J tewas ditembak akhirnya terungkap (kolase Youtube)

"Dia ( Bharada E) sempat meluapkan emosinya bahwa 'kok berbeda bang ?'. Saya bilang ke Richard 'chard, ini momentum kamu untuk menyampaikan, karena semua melihat'. Di situ ada JPU, Kompolnas, LPSK, Komnas HAM," akui Ronny Talapessy.

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 2/4
Tags:
Ferdy SamboBharada EBrigadir J
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved