Breaking News:

Kasus Ferdy Sambo

'Gak Pantas!' Aktivis Geram Ferdy Sambo & Putri Malah Adegan Mesra Saat Rekonstruksi: Dipakai Reuni

Adegan mesra Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sata rekonstruksi tuai kritik peda sdari aktivis perempuan. Dinilai tak pantas.

Tayang:
Editor: octaviamonalisa
YouTube Polri TV
Adegan mesra Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat rekonstruksi tuai kecaman 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Irma Hutabarat, aktivis perempuan berikan kritik pedas untuk Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Irma Hutabarat menyebut adegan mesra Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat rekonstruksi tewasnya Brigadir J sangat tidak pantas untuk dipertontonkan.

Bahkan Irma Hutabarat juga menyindir aparat kepolisian yang kecolongan lantaran membiarkan tersangka pembunuhan Brigadir J ini bisa bermesraan.

Tak hanya itu, Irma Hutabarat menilai, adegan mesra Ferdy sambo dan Putri Candrawathi, jadi pukulan untuk berbagai pihak, apalagi tempat kejadian perkara (TKP) tersebut merupakan lokasi eksekusi Brigadir J.

"Jadi ada adegan (peluk menangis) yang namanya 'Kecolongan' (dengan penekanan), bagaimana rekonstruksi ini dipakai untuk seperti reuni suami istri yang belum bertemu," kata Irma Hutabarat dilansir Youtube tvOneNews pada Jumat (2/9/2022).

Baca juga: Lebih Baik Mati Malu Putri Umur 50 Dilecehkan, Istri Sambo Ogah Lapor karena Diancam Pelaku: Takut

Baca juga: GERAM Isu Pelecehan Diungkit Lagi, Pihak Brigadir J Sentil Komnas HAM: Kok Getol Banget Belain PC!

Tersangka Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022).
Tersangka Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). (KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)

Dilansir Youtube tvOneNews pada Jumat (2/9/2022), aktivis perempuan itu menyebutkan adegan peluk dan menangis Irjen Ferdy Sambo dengan sang istri, Putri Candrawathi tidak masuk kedalam berita acara pemeriksaan (BAP).

"Lalu, tidak ada adegan itu didalam BAP atau rekonstruksi, karena itu (adegan) adalah ketika menawarkan satu miliar kepada Bharada E," jelas Irma Hutabarat.

Irma Hutabat juga menyebut, adegan Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J yang dipertontonkan kepada publik itu tidaklah pantas.

"Kemudian juga nanti ada SP3 (Surat Perintah Pemberhentian Penyidik) seandainya diperiksa, jadi adegan itu merupakan tontonan yang sebetulnya tidak pantas, karena walaupun rekonstruksi itu sebetulnya bisa menjadi hanya sebagai pedoman," terangnya.

Irma Hutabarat menilai dalam rekonstruksi pembunuhan Brigadir J juga terdapat momen-momen yang tidak seharusnya ada dan ditampilkan.

"Masyarakat itu sudah bertanya-tanya kenapa begitu banyak keistimewaan yang diberikan kepada Putri, Sambo ? dari mulai dia tidak di tahan dari mulai dapat cuti, cuti tujuh hari kali dua," bebernya.

"Sementara waktu rekonstruksi enggak ada sakitnya sama sekali, bisa berpelukan, bisa menyandarkan kepalanya di bahu yang tidak mungkin didapat dari tersangka lain," sambungnya.

Perbedaan perlakuan itu juga menurutnya, dapat terlihat dari rekayasa Ferdy Sambo CS.

"Perlakuan yang berbeda tentu saja karena akan terlihat sekali betapa itu rekayasa dan itu berdasarkan omongan dari Sambo dan Kuat Ma'ruf," kata Dia.

Irma Hutabarat juga mengatakan, bahwa dirinya selalu menyebut Scientific Crime Investigation (metode pendekatan penyidikan dengan mengedepankan berbagai disiplin ilmu).

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 1/3
Tags:
Ferdy SamboPutri CandrawathiBrigadir JIrma Hutabaratrekonstruksi
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved