Breaking News:

Rusia Kini Berlakukan Mobilisasi Parsial, Tentara Cadangan Buru-buru Kabur Menuju Luar Negeri

Rusia berlakukan mobilisasi parsial, tentara cadangan buru-buru kabur.

Editor: Candra Isriadhi
AFP
Vladimir Putin dan Tank Rusia. Rusia berlakukan mobilisasi parsial, tentara cadangan buru-buru kabur. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Rusia berlakukan mobilisasi parsial, tentara cadangan buru-buru kabur.

Seorang tentara cadangan Rusia buru-buru pergi dari negaranya lantaran tak mau dikirim menuju medan perang.

Pria berusia 29 tahun tersebut memiliki firasat buruk sebelum pengumuman mobilisasi parsial di Rusia diberlakukan.

Pria bernama Oleg buru-buru hengkang dari Rusia beberapa jam setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengejutkan warga Moskow dengan perintah mobilisasi parsial,

Oleg sebelumnya menerima draft formulirnya di kotak surat.

Isinya memerintahkan Oleg untuk pergi ke pusat rekrutmen lokal di Kazan, Ibu Kota Republik Tartarstan.

Oleg mengaku punya firasat akan menjadi yang pertama dalam barisan (tentara cadangan) jika mobilisasi parsial diumumkan.

Baca juga: Rusia Jual BBM Murah, Jika Indonesia Ngotot Beli Inilah Dampak Negatif Bakal Terjadi di Dalam Negeri

Papan keberangkatan di bandara Moskow. - Seorang sersan dalam daftar tentara cadangan buru-buru meninggalkan negaranya setelah Presiden Rusia Vladimir Putin umumkan mobilisasi parsial.
Papan keberangkatan di bandara Moskow. - Seorang sersan dalam daftar tentara cadangan buru-buru meninggalkan negaranya setelah Presiden Rusia Vladimir Putin umumkan mobilisasi parsial. (Sergei Vedyashkin/Kantor Berita Moskow)

Tetapi dia berharap tidak ada paksaan untuk terjun berperang di Ukraina.

"Hati saya tenggelam ketika saya mendapat panggilan itu," katanya, seperti dikutip The Guardian.

"Tapi saya tahu, tidak punya waktu untuk berputus asa," ucapnya.

Dengan cepat Oleg mengemasi semua barang-barangnya dan memesan tiket sekali jalan ke Orenburg, sebuah kota Rusia selatan yang dekat dengan perbatasan dengan Kazakhstan.

"Saya akan mengemudi melintasi perbatasan malam ini," katanya dalam wawancara telepon pada Kamis dari bandara di Orenburg.

“Saya tidak tahu kapan saya akan menginjakkan kaki di Rusia lagi,” tambahnya.

Ini mengacu pada hukuman penjara yang dihadapi pria Rusia karena menghindari wajib militer.

Baca juga: Rusia Peringatkan Amerika Serikat Agar Tak Macam-macam, Negeri Paman Sam Beri Respon Tegas

Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat tangan dengan petugas FSB selama kunjungan ke kota terbesar kedua di Chechnya, Gudermes, pada 20 Desember 2011.
Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat tangan dengan petugas FSB selama kunjungan ke kota terbesar kedua di Chechnya, Gudermes, pada 20 Desember 2011. (AFP/ALEXEI NIKOLSKY/via Getty Images)
Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved