Breaking News:

500 'Pendekar' Serbu SMK Negeri di Wonogiri Karena Tersinggung Status FB, Oknum Siswa Diberi Sanksi

Gara-gara status Facebook, SMK Negeri 2 Wonogiri digeruduk 500 pendekar organisasi pencak silat.

Editor: Candra Isriadhi
TribunSolo.com/Dok Warga
Ratusan pendekar PSHW di Wonogiri geruduk SMKN 2. Gara-gara status Facebook, SMK Negeri 2 Wonogiri digeruduk 500 pendekar organisasi pencak silat. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Gara-gara status Facebook, SMK Negeri 2 Wonogiri digeruduk 500 pendekar dari organisasi pencak silat.

Bebebrapa siswa SMKN 2 Wonogiri tak pernah menyangka jika statusnya di Facebook (FB) bakal menjadi petaka bagi dirinya.

Pasalnya usai menuliskan status di medsos, siswa tersebut diserbu di sekolahnya yakni SMKN 2 Wonogiri.

Postingan tersebut disebut menyinggung para pendekar Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) Wonogiri.

Ada ratusan pendekar yang menggeduruk SMKN 2 Wonogiri pada Senin (3/10/2022) lalu.

Beruntung tak terjadi gesekan, meski para pendekar sempat meminta pertanggungjawaban dari sejumlah siswa tetapi hanya ditemui pihak guru.

Tak lama, polisi juga mengamankan lokasi untuk mengantisipasi gesekan jika pecah.

Baca juga: Gugur di KRI Nanggala 402, Sertu Bambang Lolos TNI Setelah 3 Kali Daftar, PSHT Beri Penghormatan

Ratusan pendekar Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) Wonogiri menggeruduk SMKN 2 Wonogiri. Mereka mendatangi sekolah karena tak terima dengan postingan sejumlah siswa.
Ratusan pendekar Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) Wonogiri menggeruduk SMKN 2 Wonogiri. Mereka mendatangi sekolah karena tak terima dengan postingan sejumlah siswa. (TribunSolo.com/Dok Warga)

Ketua PSHW Wonogiri, Riyanto, menuturkan kedatangan anggotanya lantaran tersinggung dengan ucapan sejumlah siswa di SMKN 2 Wonogiri yang dinilai menjelekkan nama organisasi Winongo.

Video aksi damai tersebut juga beredar di media sosial dan mendapat perhatian warga.

"Jadi mereka (anggota PSHW) memprotes keras atas tindakan itu dengan cara aksi damai di depan sekolah itu," kata Riyanto, kepada TribunSolo.com, Rabu (5/10/2022).

Menurutnya, aksi provokasi menjelekkan nama organisasi Winongo itu dilakukan di halaman sekolah beberapa hari sebelumnya.

Mulanya aksi damai tersebut akan dihadiri sebanyak 5.000 anggota Winongo.

Namun akhirnya disepakati sekitar 500 orang saja yang hadir, demi menghindari gejolak massa yang lebih tinggi.

"Selama dua hari saya koordinasi dengan Ketua Ranting agar tidak memberangkatkan anggotanya," kata dia.

Baca juga: 50 Ribu Buruh Akan Geruduk DPR RI Gelar May Day Fiesta, Begini Daftar Tuntutan Para Pendemo

Acara seleksi atlet unggul PSHW Pusat Madiun Cabang Mojokerto.
Acara seleksi atlet unggul PSHW Pusat Madiun Cabang Mojokerto. (harianbangsa.net)
Halaman
1234
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved