Kasus Ferdy Sambo
'Cuma Hafalan!' Kamaruddin Soroti Permintaan Maaf Ferdy Sambo & Putri, Kini Singgung Sikap Bharada E
Menurut Kamaruddin, permintaan maaf Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi cuma skenario dari pengacara kedua terdakwa. Cuma hafalan, tidak tulus.
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak menyoroti permintaan maaf Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi menyampaikan permohonan maafnya kepada orang tua Brigadir J.
Menurut Kamaruddin, permintaan maaf Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi cuma skenario dari pengacara kedua terdakwa.
Permintaan maaf Sambo dan Putri dinilai tak alami.
Kamaruddin Simanjuntak pun membeberkan ciri kenapa maaf mereka palsu.
Melansir Tribunnews.com, Ferdy Sambo sempat minta maaf secara langsung kepada orang tua Brigadir J.
"Bapak dan Ibu Yosua, saya sangat memahami perasaan Bapak dan Ibu, saya mohon maaf," kata Ferdy Sambo dalam persidangan, Selasa (1/11/2022).
Ia mengatakan sangat menyesal telah melakukan tindakan tersebut.
Ferdy Sambo mengaku saat itu tidak dapat mengendalikan emosinya yang memuncak.
Baca juga: JANGGAL? Ikut Sidang Bareng Ferdy Sambo & Bharada E, Bibi Brigadir J Curiga Aturannya Beda: Kenapa?
Baca juga: Kamaruddin Duga Alasan Susi ART Ferdy Sambo Bohong, Siap Pekerjakan di Rumahnya: Harusnya Digeledah
"Saya sangat menyesal, saya tidak mampu mengontrol emosi," jelas Ferdy Sambo.
Menurut Ferdy Sambo, peristiwa yang menewaskan ajudannya akibat kemarahannya atas perbuatan Brigadir J kepada sang istri, Putri Candrawathi.
"Saya ingin menyampaikan bahwa peristiwa yang terjadi adalah akibat kemarahan saya atas perbuatan anak Bapak kepada istri saya," tutur Ferdy Sambo.
Senada dengan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi juga menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Brigadir J.
"Izinkan saya atas nama keluarga mengatakan turut berduka cita kepada Ibu dan Bapak Samuel Hutabarat beserta keluarga, atas berpulangnya ananda Brigadir Yoshua."
"Semoga almarhum diberikan tempat yang terbaik," kata Putri Candrawathi.
Sambil menahan tangis, Putri Candrawathi juga memohon maaf atas peristiwa di Duren Tiga pada 8 Juli 2022 lalu.
"Saya mohon maaf untuk ibunda Yosua beserta keluarga atas peristiwa ini," ucapnya
Putri Candrawathi menyebut, ia memahami bagaimana posisi ibunda Brigadir J sebagai seorang ibu.
Namun menurut Kamaruddin Simanjutak, ia menilai permintaan maaf terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi tidak alami.
Menurut Kamaruddin Simanjutak, permohonan maaf keduanya hanya sebuah rancangan yang sudah dihafal.
"Saya melihat itu tidak alami, itu hafalan. Sudah ditulis di kertas," kata Kamaruddin Simanjutak, Kamis (3/11/2022), dikutip dari tayangan di kanal YouTube MetroTvNews.
Ia menilai apa yang diungkapkan oleh Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi hanya sebuah skenario dari pengacaranya.
"Apa yang diucapkan oleh Ferdy Sambo dengan apa yang diucapkan oleh Putri itu skenario pengacaranya."
"Sudah ditulis dan tinggal membacakan," tutur Kamaruddin Simanjutak.
Kamaruddin Simanjutak mengatakan, tulusnya permintaan maaf bisa dilihat dari bagaimana dia menyampaikan.
Ia pun mencontohkan seperti apa yang dilakukan terdakwa Richard Eleizer atau Bharada E yang juga minta maaf pada keluarga Brigadir J.
"Kalau orang meminta maaf itu harus dari lubuk yang paling dalam dan spontan," tuturnya.
"Contohnya Bharada Richard Eleizer, dia tulus."
"Makanya sejak saya lihat wajahnya pertama kali, walaupun saya meminta menjadikan dia tersangka, ini wajah orang baik," jelas Kamaruddin Simanjutak.
"Saya minta keluarga, ampuni dia (Bharada E)," pungkas Kamaruddin Simanjutak.
(TribunJatim)
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Kamaruddin Simanjuntak Sebut Permintaan Maaf Sambo-PC Cuma Hafalan, Bandingkan Sama Bharada E
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/kamaruddin-simanjuntak-dan-ferdy-sambo-soal-prmintaan-maaf.jpg)