Breaking News:

Berita Bandung

Fakta Terkuak! Wali Kota Farhan Bongkar Penyebab Daging Sapi di Bandung Berpotensi Langka dan Mahal

Fakta terkuak! Wali Kota Farhan ungkap penyebab daging sapi Bandung berpotensi langka dan mahal lagi

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Eri Ariyanto
Editor: Eri Ariyanto
TribunJabar/Hilman Kamaludin
WALI KOTA BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. 

Ringkasan Berita:
  • Wali Kota Bandung Farhan mengungkap daging sapi di Bandung berpotensi langka akibat gangguan suplai dan distribusi.
  • Kenaikan harga bibit sapi impor, pakan, serta ketergantungan pasokan luar daerah ikut mendorong naiknya harga.
  • Pemkot Bandung menyiapkan langkah stabilisasi termasuk koordinasi dan opsi impor daging beku untuk menjaga stok.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ketersediaan daging sapi di Kota Bandung, Jawa Barat tengah menjadi sorotan serius setelah muncul peringatan potensi kelangkaan di pasaran.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, akhirnya buka suara dan membeberkan sejumlah faktor yang memicu kondisi tersebut.

Menurutnya, akibat gangguan suplai dan distribusi menjadi salah satu penyebab utama terganggunya pasokan daging.

Selain itu, peningkatan permintaan masyarakat menjelang periode tertentu turut memperparah tekanan terhadap stok yang ada.

Kondisi ini diperburuk oleh naiknya biaya logistik dan pakan ternak yang berdampak pada harga jual di tingkat peternak.

Jika tidak segera diantisipasi, situasi ini dikhawatirkan dapat memicu kenaikan harga secara signifikan di tingkat konsumen.

Pemerintah kota disebut tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga stabilitas pasokan daging sapi.

Langkah-langkah intervensi pasar pun mulai disiapkan guna mencegah gejolak harga yang lebih luas.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena daging sapi merupakan salah satu komoditas utama kebutuhan masyarakat Bandung.

Baca juga: Nasib PKL di Bandung Usai Penertiban, Tak Dapat Kompensasi & Relokasi: Jualan Online Jadi Solusi

Seperti diketahui, Muhammad Farhan mengatakan, komoditas daging sapi segar di Kota Bandung saat ini berpotensi mengalami kelangkaan akibat gangguan suplai dan distribusi.

"Daging sapi saat ini sedang tidak sebanyak biasanya karena ada sebuah hubungan dagang antara pedagang di pasar yang tidak mau menerima harga sapi yang sudah disembelih atau karkas yang terlalu tinggi dari rumah pemotongan hewan," ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Senin (18/5/2026).

Tidak hanya di pasar saja, saat ini rumah potong hewan di Kota Bandung pun terpaksa menerima sapi potong impor hidup yang harganya tiba-tiba naik.

"Rumah pemotongan hewan terpaksa menerima sapi dengan harga tinggi karena dari para pengusaha yang menggemukan sapi juga harga sudah sangat naik," jelasnya.

Farhan menjelaskan, selain berpotensi langka, daging sapi segar juga berpotensi terjadi kenaikan harga di pasar.

"Penyebab harga naik itu dua. Satu, bibit sapi impor dari Australia, India dan New Zealand. Dari selandia baru itu memang harganya naik. Demikian juga dengan sebagian pakan ternaknya naik. Nah jadi ini memang akibat berantai yang menyebabkan pedagang itu merasa terlalu berat untuk menjual dengan harga yang diminta oleh para penyuplai daging di Kota Bandung," imbuhnya.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Nasdem Muhammad Farhan saat memberikan pernyataannya tentang penolakan digitalisasi aksara Jawa oleh lembaga internet dunia, di Bogor, Sabtu (16/1/2021).
MUHAMMAD FARHAN - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. . (Kompas.com)
Halaman 1/3
Tags:
Wali KotaMuhammad FarhanBandung
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved