Breaking News:

Sekeluarga Tewas di Magelang

Kesal Diminta Nafkahi Keluarga, Dhio Sudah 2 Kali Racuni Orangtua dan Kakaknya, yang Pertama Gagal

Kasus seorang anak yang masih berusia 22 tahun tega membunuh orangtua dan kakak kandungnya dengan racun arsenik menghebohkan kota Magelang.

Editor: galuh palupi
Kolase Tribunnewsmaker
Anak racuni ortu dan kakak kandung di Magelang 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kasus seorang anak yang masih berusia 22 tahun tega membunuh orangtua dan kakak kandungnya dengan racun arsenik menghebohkan kota Magelang.

DDS alias Dhio, sang pelaku, dengan keji membubuhkan racun arsenik pada minuman ayah, ibu dan kakak kandungnya.

Aksi percobaan pembunuhan dengan racun ini ternyata sudah dua kali ia lakukan.

Namun diupaya pertama,Rabu (23/11/2022) lalu, niat jahat Dhio gagal karena racun yang diberikan tak sampai menghabisi nyawa keluarganya.

Pada usaha kedua, barulah cara membunuh dengan cara diracun yang dilakukan Dhio berhasil.

Diketahui, pada upaya pembunuhan pertama, Dhio sengaja membeli racun jenis arsenik secara online dan menaruhnya ke dalam minuman dawet.

Baca juga: KRONOLOGI Satu Keluarga di Magelang Tewas Diracun, Pelaku Ternyata Anak Kedua, Usia Baru 17 Tahun

Ucapan duka cita yang dikirimkan ke rumah korban di Jalan Sudiro, No.2, Gang Durian, RT10/RW1, Dusun Prajenan, Desa Mertoyudan, Kabupaten Magelang, pada Selasa (29/11/2022)
Ucapan duka cita yang dikirimkan ke rumah korban di Jalan Sudiro, No.2, Gang Durian, RT10/RW1, Dusun Prajenan, Desa Mertoyudan, Kabupaten Magelang, pada Selasa (29/11/2022) (Tribunjogja/Nanda Sagita Ginting)

Pelaku sengaja membeli dawet untuk diberikan kepada kedua orang tuanya, kakaknya dan beberapa orang lainnya.

Namun ternyata, upaya pembunuhan tersebut gagal karena jumlah racun yang dimasukan ke dalam dawet kurang banyak.

Para korban yang meminum dawet beracun hanya mengalami gejala muntah-muntah saja dan tidak sampai meninggal.

"Rabu yang lalu sudah mencoba (meracuni para korban). Beli dawet( sudah dibubuhi racun) untuk beberapa orang, tapi tidak sampai menyebabkan kematian. Kadarnya rendah, hanya mual-mual,"jelas Plt Kapolresta Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun kepada wartawan, Selasa (29/11/2022).

Karena gagal membunuh ayah, ibu dan kakaknya, pelaku DDS kemudian kembali merencanakan pembunuhan kepada keluarganya.

Kali ini masih menggunakan cara yang sama, yakni menaruh racun ke dalam minuman teh dan kopi yang disajikan pada Senin (28/11/2022) pagi.

Di aksi yang kedua ini, pelaku membubuhi racun ke minuman teh dan kopi lebih banyak.

Menurut Kapolres, pelaku menaruh racun sebanyak dua sendok teh.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Sumsel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved