'Martabaknya Kok Pahit', Kata-kata Terakhir Wanita Diduga Diracun 'Tamu' di Kos, Pusing & Muntah
Seorang wanita diduga diracun oleh seorang tamu di kosnya, diberi martabak dan heran kenapa rasanya pahit
Editor: Talitha Desena
Lalu korban merasakan gejala pusing, sakit tenggorokan, badan lemas serta muntah. Hingga ia pun dilarikan ke RS dan meninggal dunia.
Viral Lainnya, Bripka Arfan Saragih, Tewas Diduga Minum Racun, Tipu 300 Warga Gelapkan Uang Pajak Rp 2,5 M
Terungkap sosok Bripka Arfan Saragih, anggota Sat Lantas Polres Samosir yang ditemukan tewas minum racun sianida usai melakukan penggelapan pajak masyarakat senilai Rp 2,5 miliar.
Almarhum Bripka Arfan Saragih sebelumnya bertugas di Samsat, sebelum pindah ke Samapta wilayah hukum Polres Samosir.
Sosok Bripka Arfan Saragih dikenal sebagai polisi yang berparas tampan dan bersikap ramah pada sejumlah koleganya.
Namun, belakangan Bripka Arfan Saragih dan komplotannya diketahui telah menipu 300 warga yang tengah mengurus pembayaran pajak kendaraan di UPT Samsat Pangururan.
Berdasarkan keterangan Kapolres Samosir, AKBP Yogie Hardiman, terbongkarnya aksi tipu-tipu anak buahnya itu bermula dari adanya keluhan wajib pajak, yang merasa janggal dengan pembayaran pajak kendaraannya.
Saat itu, wajib pajak merasa heran, lantaran uang yang sudah disetorkan pada Bripka Arfan Saragih tidak terdata dan menunggak hingga Rp. 6.222.674 pada tahun 2022.
Baca juga: Terkuak Motif Ajudan Pribadi Lakukan Penipuan, Pengakuan Direkrut Bos Kaya Diungkit: Penting Jujur
Baca juga: DULU Aktor Heboh Nikahi Ibu Angkat & Terpuruk Dipenjara Gegara Kasus Penggelapan Uang, Ini Kabarnya
Atas kejanggalan itu, wajib pajak kemudian komplain, hingga kasus ini diselidiki.
Belakangan, setelah kasus ini mencuat dan dilidik penyidik Sat Reskrim Polres Samosir, Bripka Arfan Saragih kemudian bunuh diri dengan minum racun sianida pada 6 Februari 2023.
Jasadnya ditemukan di Dusun Simullop, Desa Siogung Ogung, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.
Sayangnya, setelah Bripka Arfan Saragih tewas, barulah kasus ini terbongkar.
"Kompoltan ini mengisi data palsu. Dan total kerugian yang telah didata sebanyak Rp 2.523.586.797," ungkap AKBP Yogie, dilansir dari Tribunmedan.com, Selasa (14/3/2023).
Menurut Kepala UPT Samsat Pangururan, Deni Meliala, suda ada 100 orang yang datang kepadanya menyampaikan keluhan.
Rata-rata, mereka mengaku sudah membayar tagihan pajak melalui Bripka AS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/ilustrasi-wanita-diduga-diracun-oleh-tamu-di-kosnya-dan-diberi-martabak.jpg)