Berita Viral
MENGKHAWATIRKAN! Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Surabaya, Polisi Sita Buku Jihah dan Panah
Syok! Densus 88 baru saja menangkap orang yang diduga teroris di Surabaya, hal tersebut membuat geger warga, polisi juga menyita buku jihah dan panah
Editor: Damar Klara Sinta
Setahu saya di rumahnya. Iya sekitar rumahnya. Jam setengah 10 mereka jemput saya ke sini," ujar Abri saat ditemui di kediamannya, Sabtu (3/6/2023).
Baca juga: Ribut dengan Tukang Buah, Pemain Sepak Bola Ini Dituduh Teroris, Nekat Bakar Diri, Begini Kondisinya
Setelah proses penangkapan tersebut, Abri menambahkan, dirinya diajak anggota kepolisian untuk menyaksikan proses penggeledahan dan penyitaan sejumlah barang bukti di rumah ABU.
Proses penggeledahan dan penyitaan tersebut berlangsung sekitar dua jam,
Sebelum jarum jam menunjukkan angka 12, sebagai tanda masuk ibadah salat Jumat, proses penggeledahan yang dimulai sejak pukul 09.30 WIB itu rampung.
"Saya ditunjukkan surat perintah penggeledahan. Kemudian mereka masuk ke dalam kamar," jelasnya.
Berdasarkan pengamatan dan proses penggalian informasi selama dilibatkan oleh anggota kepolisian menyaksikan mekanisme penggeledahan tersebut, Abri menyebutkan, anggota kepolisian menyita sekitar 43 buku yang bertemakan jihad, Negara Islam dan beberapa buku bacaan karangan Abu Bakar Ba'asyir.
Ia mengetahui tema buku-buku yang disita tersebut, karena sempat melihat sampul buku-buku tersebut seusai digeledah dari beberapa sudut ruangan rumah ABU, seperti ruang kamar anak ABU dan area ruang tamu depan.
Buku-buku yang disita itu, dikemas dalam wadah plastik menyerupai karung berwarna hitam berukuran besar.
Lalu diangkut dalam mobil anggota kepolisian.
Selain buku, lanjut Abri, anggota kepolisian juga mengamankan sebuah benda busur dan anah panahnya.
Sesuai pengamatannya di lokasi, hanya satu busur dan lima anak panah yang disita.
Baca juga: VIRAL Detik-detik Ipda Rano Azankan Anak Baru Lahir di Tengah Misi Berbahaya Kejar Teroris
"Iya ada panah. Ujungnya memang sangat tajam,
Tapi tadi saya lihat di ujung kampung pas ada lomba. Artinya menurut saya, panah ya wajar, olahraga. Itu juga kalau tidak salah diamankan," lanjutnya.
Selama kurun waktu dua jam melakukan penggeledahan, tidak ada tindakan offensif yang dilakukan oleh anggota keluarga ABU.
Hanya saja saat anggota kepolisian mulai menyita dan membawa buku-buku tersebut, Abri mengungkapkan, kakak kedua ABU bernama Said meminta agar buku-buku tersebut segera dikembalikan jika urusan perkara hukum adiknya rampung.
Pernyataan yang disampaikan oleh kakak ABU itu, juga didengar oleh anggota kepolisian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/densus-88-diduga-menangkap-teroris-di-kawasan-surbaya.jpg)