Breaking News:

Berita Kriminal

ASTAGFIRULLAH! Mahasiswi Ini Ngaku Temukan Bayi, Usai Diusut Ternyata Darah Dagingnya Sendiri

Astagfirullah! mengaku nemu bayi di bawah pohon pisang, usai diusut polisi ternyata darah dagingnya sendiri.

Editor: Candra Isriadhi
PoldaGorontalo/TheStar
ILUSTRASI penemuan bayi. Mengaku nemu bayi di bawah pohon pisang, usai diusut polisi ternyata darah dagingnya sendiri. 

Pihaknya masih menyerahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian untuk melakukan proses penyidikan.

Terpisah anggota DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa, mengaku cukup prihatin dimana kejadian pembuangan anak kerapkali terjadi dan masih menjadi pekerjaan rumah bersama pemerintah baik itu kabupaten, kota maupun provinsi.

Ia juga mengungkapkan, di tengah arus teknologi yang semakin maju dapat mempermudah anak remaja untuk mengakses informasi, baik yang positif maupun negatif.

Bebby menilai pendampingan bagi siswa-siswi menjadi sangat penting, dimana pada kehidupan remaja memiliki beberapa kerawanan salah satunya seks bebas dan perlu adanya pengarahan bagaimana kehidupan remaja secara positif.

Sementara itu anggota DPRD Kalbar, Arif Joni Prasetyo, menegaskan kasus pembuangan bayi selain mendapatkan penegakan hukum juga perlunya pendidikan ketahanan keluarga agar tak terulang kembali.

"Peristiwa ini jangan sampai terulang. Sudah sering terjadi tapi terus saja berulang kali ada orang buang bayi. Penegakan hukum harus tegas. Hukum yang memberi edukasi pelaku. Berikan edukasi yang baik untuk membangun kesadaran kemanusiaannya," katanya.

Ia juga mengungkapkan selain mendapatkan edukasi untuk mengantisipasi adanya kasus yang sama perlu langkah penyelesaian yang komprehensif dan multidimensional.

"Pertama cari penyebab utama. Apakah karena anak yang dilahirkan dari hubungan gelap sehingga malu, atau karena faktor keluarga. Kalau faktor hubungan gelap, maka perlu edukasi dini pada setiap remaja," jelasnya.

Arif Joni menambahkan penguatan nilai pendidikan dan penguatan pengawasan disertai dengan sarana konseling yang memadai menjadi bagian penting untuk mencegah adanya kasus serupa.

Tokoh perempuan Kalimantan Barat, Hairiah, merasa prihatin dan miris terhadap fenomena kasus pembuangan bayi yang marak terjadi di Kalimantan Barat.

Hairiah menyoroti sejumlah kasus pembuangan bayi yang baru baru terjadi di Kubu Raya.

Sebelum di Kubu Raya fenomena pembuangan bayi juga terjadi di Landak dan Sambas.

"Sangat miris dan prihatin di tengah aturan yang sudah banyak dan sanksi hukum yang berat, masih terjadi dan kemungkinan akan bertambah di karena dari awal kehamilan tersebut tidak dikehendaki oleh si ibu dengan berbagai macam alasan," ucap Hairiah.

Hairiah menjelaskan hal itu bukan sebagai pembenaran masalah yang dihadapi kemudian mengambil langkah untuk aborsi maupun setelah lahir dibuang dengan harapan menghilangkan masalah.

"Justru bertambah masalah hukum baru yang muncul," katanya.

Halaman 3/4
Tags:
mahasiswipenemuan bayipohon pisangKubu Raya
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved