Berita Kriminal
CEMBURU Pacar Simpan Banyak Nomor Pria, Pemuda di Bengkulu 2x Banting Kekasihnya: Lemas & Histeris
Pemuda di Bengkulu Ternyata Sudah 2 Kali Aniaya Pacar, Akibat Cemburu Sang Pacar Banyak Simpan Nomor Pria Lain.
Editor: Dika Pradana
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Gegara simpan banyak nomor pria lain, seorang wanita di Benkulu dianiaya mantan kekasihnya hingga babak belur,
Pemuda berinisial IA (20) menaruh curiga pada kekasihnya lantaran memiliki banyak nomor pria asing.
IA merasa cemburu apabila kekasihnya berkomunikasi dengan pria tersebut.
Lantaran gelap mata, pria tersebut nekat membanting tubuh kekasihnya.
Wanita tersebut lemas tak berdaya dan hanya bisa histeris meminta tolong.
Diketahui, pelaku merupakan warga dari Kelurahan Tanah Patah, Bengkulu.
Dalam kasus ini, korban sudah dua kali dianiaya kekasihnya.
Penyebab penganiayaan juga sama yakni terbakar api cemburu.
Baca juga: ASTAGA! Hilang Kendali, Pria di Pekalongan Renang Tanpa Busana di Kolam Air Mancur: Dimabuk Kecubung
Kejadian penganiayaan yang pertama dilakukan pelaku IA pada korban CR (20) warga Kelurahan Lempuing Kota Bengkulu, pada bulan Januari 2023 lalu.
Namun saat itu tidak sampai berakhir pada laporan polisi.
Keduanya memutuskan untuk berdamai dan memperbaiki hubungannya.
Selain itu mereka juga memutuskan untuk melanjutkan hubungan mereka dan beberapa saat keduanya tidak pernah cekcok lagi.
Baca juga: ASTAGFIRULLAH! Karena Cekcok Rumah Tangga, Anak & Istri di Kukar Dibakar Hidup-hidup Suami Sendiri
Namun belakangan korban CR ketahuan menyimpan nomor banyak pria yang membuat pelaku geram.
Belum lagi karena korban CR enggan menghapus nomor para lelaki yang ada di handphone miliknya, semakin membuat pelaku naik pitam.
Sehingga pada hari Selasa, 11 Juli 2023 lalu pelaku IA melakukan tindak penganiayaan terhadap CR.
"Penganiayaan yang dilakukan pelaku terhadap pacarnya sudah 2 kali, untuk yang pertama pada bulan Januari lalu, namun sempat berdamai," ungkap Kapolsek Ratu Agung, IPTU Edi H Purba melalui Kanit Reskrim, AIPTU Nova Reko, Sabtu (15/7/2023).
Baca juga: TERBUAI Bibir Janda Lincah, Kakek Mewek Lapor Polisi, Terlanjur Beri Cincin & Uang Mahar:Pacar Kabur
Kronologi Pemuda Aniaya Pacar
Kronologi aksi penganiayaan tersebut dilakukan pelaku terhadap korban, di salah satu toko bangunan yang ada di kawasan Kelurahan Tanah Patah Kota Bengkulu.
Saat itu pelaku tiba-tiba datang ke toko bangunan tersebut, yang kebetulan korban ada di tempat tersebut.
Seketika pelaku langsung marah-marah menuduh pelaku ada hubungan dengan pria lain, dan kemudian langsung menganiaya korban dengan membanting korban.
Bahkan pelaku juga sempat melukai korban yang merupakan pacarnya tersebut dengan menggunakan pisau, pada tangan sebelah kiri.
Setelah melihat korban yang terluka, pelaku langsung pergi untuk melarikan diri dari tempat tersebut.
Akibat kejadian tersebut korban mengalami trauma, sakit di bagian basan dan luka gores pada tangan sebelah kiri.
Selanjutnya korban langsung melaporkan kejadian yang ia alami ke Polsek Ratu Agung Kota Bengkulu.
Dari laporan korban tersebut, Tim Opsnal Polsek Ratu Agung langsung mengumpulkan bahan keterangan dan melakukan penyelidikan.
Setelah mengantongi identitas pelaku, polisi kemudian mengetahui bahwa pelaku bekerja di salah satu hotel yang ada di Bengkulu.
Selanjutnya polisi langsung mendatangi pelaku di tempat kerjanya.
Polisi langsung membawa pelaku ke Polsek Ratu Agung, untuk diproses hukum lebih lanjut.
Kini pelaku akan terancam hukuman penjara lima tahun.
"Pelaku akan dikenakan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun," kata Nova.
BERITA KRIMINAL LAINNYA! NESTAPA Napi Depok Tewas Dianiaya di Dalam Penjara: Diperas Kepala Kamar, Rp1,5 Juta: Tak Bisa Bayar
NESTAPA seorang narapidana di Depok, Jawa Barat diduga sempat mendapatkan aksi pemerasan sebelum tewas dianiaya di dalam penjara.
Sebelumnya, keluarga merasa janggal dengan tewasnya AR di dalam penjara.
Hingga pada akhirnya teka-teki kematian AR perlahan mulai terjawab.
Ternyata AR sempat diperas oleh kepala kamar tahanan.
AR yang merupakan tahanan Polres Metro Depok meninggal dunia di dalam sel pada Minggu (9/7/2023)
Dugaan muncul, sebelum tewas, korban sempat diperas sebesar Rp 1,5 juta.
Dari informasi yang dihimpun, korban berinisial AR (50).
Diketahui, korban merupakan tahanan kasus asusila.
Saudara dari almarhum berinisial J, mengatakan, diduga AR wafat karena dianiaya oleh sesama tahanan di dalam sel.
Baca juga: MURKA DIHINA, Sipir Nekat Aniaya Napi di Nunukan hingga Tewas, Korban Ditendang & Pukuli Pakai Kabel
Ia juga bilang awalnya AR ditahan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Depok sejak Selasa (4/7/2023) lalu.
Setelah beberapa hari ditahan di Unit PPA, almarhum dipindahkan ke sel tahanan.
Pada saat itu AR bercampur dengan para pelaku kejahatan lainnya.
"Selasa masuknya, terus kalau gak salah Jumat atau Sabtu dipindahkan ke sel tahanan." kata J dikonfirmasi wartawan.
"Nah disitulah kejadiannya (diduga dianiaya)," ujarnya lagi.
Baca juga: DERITA Ida TKW Cianjur, 2x Ditipu Teman, Jadi Budak Birahi di Dubai, Pelaku Syok Ditahan: Ya Allah
J menuturkan, ia juga mendapat informasi bahwa korban sempat diperas.
J dimintai uang oleh 'kepala kamar' saat dimasukan ke dalam sel tahanan.
Lantaran tak bisa memenuhi permintaan dari 'kepala kamar' itu, akhirnya korban dianiaya.
Hingga pada akhirnya J tak kuasa menahan rasa depresi dan sakitnya.
J akhirnya menghembuskan napas terakhirnya.
"Jadi ada informasi katanya kepala kamar minta uang," kata J.
Baca juga: INNALILLAHI! Pria di Aceh Tewas Mengenaskan, Jenazah Ditemukan Tetangga yang Kebetulan Melintas
"jadi korban ini dimintakan uang Rp 1,5 juta oleh kepala kamar." imbuhnya.
"Karena (korban) orang susah kan gak punya uang, jadinya diverbal lah," ungkapnya lagi.
Terakhir, J mengatakan keluarga korban masih akan berembuk.
Pihaknya masih berusaha mencari jalan keluar terkait tindak lanjut dari kematian korban yang diduga akibat penganiayaan ini.
"Kami rembukin dulu," pungkasnya.
Sampai berita ini naik, media Tribun telah memberikan konfirmasi terkait dugaan penganiayaan, namun belum ada respon dari Kapolres Metro Depok.
Kasus ini masih terus diusut oleh pihak terkait.
Berita ini telah diolah dari artikel TribunBengkulu.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/perkosaan-pemerkosaan-perkosa-kekerasan.jpg)