Beasiswa 2023
Alhamdulillah! Beasiswa Lazis ASFA 2023 Kini Dibuka, Mahasiswa S1-S3 Kuliah Gratis hingga Lulus
Alhamdulillah! Beasiswa Lazis ASFA 2023 kini dibuka, mahasiswa bakal kuliah gratis hingga lulus.
Editor: Candra Isriadhi
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Alhamdulillah! Beasiswa Lazis ASFA 2023 kini dibuka, mahasiswa bakal kuliah gratis hingga lulus.
Beasiswa Lazis ASFA 2023 ini akan menjaring sebanyak 2000 calon peserta dari jenjang S1 hingga S3.
Beasiswa Lazis ASFA 2023 merupakan program pembiayaan pendidikan yang didirikan oleh Komjen Pol (Purn) Dr. Syafruddin dan diketuai oleh Dr. Dasat Latief.
Beasiswa Lazis ASFS 2023 ini didedikasikan untuk program keummatan melalui tasaruf zakat dalam bentuk 5 program, yakni pendidikan, ekonomi, kemanusiaan, kesehatan, serta sosial dan dakwah.
Menurut Wakil Ketua Lazis ASFA KH. Anizar Masyhadi, dari lima program tersebut yang menjadi unggulan adalah pada bidang pendidikan.
Lazis ASFA mendorong percepatan pengembangan SDM di pesantren-pesantren dan lembaga pendidikan Islam.
"Hingga Juli 2023 ini sebanyak 939 orang mendapatkan beasiswa mulai dari jenjang santri, pelajar, S1, S2 hingga S3, di dalam dan luar negeri," ucap dia dalam keterangannya, Jakarta, Minggu (30/7/2023).
Baca juga: ALHAMDULILLAH! Beasiswa Pertamina 2023 Ditutup, 10 Pelajar Terpilih Bisa Kuliah Gratis Sampai Lulus
Menurut Kiai Anizar, bagi kader lembaga atau pesantren, maka setelah selesai studi mereka diwajibkan kembali ke lembaga pesantren atau pendidikannya.
Sedangkan bagi non kader lembaga, maka wajib menjalani masa pengabdian masyarakat di pesantren-pesantren selama minimal satu tahun yang ditentukan oleh Lazis ASFA.
Dirjen Bimas Islam Kemenag, Prof. Kamaruddin Amin menyebutkan, zakat menjadi instrumen penting dan strategis dalam berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, tren perkembangan zakat, infaq, dan shodaqoh (ZIS) di Indonesia sudah bagus, tahun 2023 menembus angka Rp 33 triliun.
Dia berharap 10 tahun ke depan bisa mencapai diatas Rp 100 triliun.
"Ada ghirah kesadaran berzakat dari umat Islam, dikarenakan lembaga filantropi dan penggiat zakat serta penyuluh agama bergerak secara massif memberikan nilai-nilai penting tentang wajibnya zakat dan dampaknya pada sektor masyarakat," jelas dia.
Pimpinan Baznas, Prof. Zainul Bahar Noor menjelaskan jika target capaian perolehan dan pengelolaan zakat berhasil, maka zakat akan menjadi instrumen power full dalam menyelesaikan problematika umat.
Prof. Zainul Bahar menjelaskan bahwa potensi perolehan ZIS di Indonesia sangat besar, yaitu Rp 326,7 triliun, tapi kini baru mencapai Rp 33 triliun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/ilustrasi-penyaluran-beasiswa-lazis-asfa.jpg)