Berita Viral
KERACUNAN MASSAL! Imbas Minum Capucino Cincau, Puluhan Murid di Jatim Pusing & Mual, 5 Dirawat
Terdapat 10 pelajar Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) 4 Kabupaten Tulungagung Jawa Timur, diduga keracunan setelah mengonsumsi minuman.
Editor: Eri Ariyanto
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Terdapat 10 pelajar Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) 4 Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (Jatim), diduga keracunan setelah mengonsumsi minuman.
Para korban tersebut diketahui mengonsumsi minuman dingin cincau capucino.
Setelah mengonsumsi minuman itu sebagian pelajar bahkan mengerang sakit.
Baca juga: ASTAGFIRULLAH! Pria di Tebing Tinggi Bawa Kabur Gadis di Bawah Umur, Korban Digagahi Selama 8 Bulan
Gejala yang dialami para pelajar tersebut, yakni kepala pusing, perut mual hingga muntah setelah mengonsumsi minuman tersebut.
Pada Sabtu (16/9/2023) sore, sebanyak lima pelajar MTS Negeri 4 yang berada di Kecamatan Bandung Tulungagung, masih menjalani perawatan medis di puskesmas setempat.
Kelima pelajar yang semuanya perempuan tersebut, diduga keracunan setelah mengonsumsi minuman dingin capucino cincau.
Salah satu korban menjelaskan, sekitar 10 menit setelah mengkonsumsi minuman dingin capucino cincau yang di beli di depan sekolahan, mereka merasakan sakit perut, mual hingga muntah-muntah.
"Sekitar 10 menit setelah minum es yang kami beli di depan sekolah, perut terasa mual, kepala pusing. juga muntah-muntah," terang salah satu pelajar MTS Negeri 4 Tulungagung Delvina di ruang perawatan Puskesmas Bandung.
Baca juga: ASTAGFIRULLAH! Napi Lapas Bengkalis Nekat Kabur, Rusak Plafon Kamar, Sempat Mencuri di Kebun Warga
Sebelum dirujuk ke Puskesmas Bandung, para pelajar yang diduga keracunan di rawat di ruang kesehatan sekolah.
Karena kondisinya tidak kunjung membaik, hingga akhirnya dibawa ke puskesmas untuk mendapat perawatan medis.
Setelah mendapat penanganan medis, kelima pelajar tersebut sudah berangsur membaik.
"Sudah tidak pusing, tidak mual, sudah baikan," terang Delvina.
Sementara itu, wakil kepala kesiswaan MTS Negeri 4 Tulungagung menjelaskan, persitiwa dugaan keracunan berawal, ketika para pelajar seusai melaksanakan kegiatan olah raga pada Sabtu (16/09/2023) pagi.
"Sebelumnya anak didik kelas delapan, ada kegiatan olah raga yang dipandu guru pengampu," terang Wakil Kepala Kesiswaan MTS Negeri 4 Tulungagung Siti Hasanah di ruang kerjanya.
Tanpa sepengetahuan guru olah raga tersebut, diketahui ada sejumlah pelajar keluar area sekolah membeli minuman yang dijual di depan sekolah.
"Begitu kegiatan selesai, anak didik kami langsung ke depan yang ternyata membeli minuman tersebut," terang Siti.
Dari keterangan para siswa juga diketahui, ada sebanyak 15 pelajar, yang membeli minuman capucino cincau serta minuman lain di pinggir jalan dekat jalan masuk kawasan sekolah.
"Setalah dilakukan observasi, bersama pihak puskesmas, ada 10 orang yang diduga mengalami keracunan," terang Siti.
Ke-10 pelajar yang mengalami gejala keracunan tersebut, kemudian dibawa ke Puskesmas Bandung.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim nedis, lima pelajar harus menjalani perawatan di puskesmas, sedangkan lima pelajar lainnya menjalani rawat jalan."Dari 10 pelajar yang diduga keracunan, lima dinrawat, lima lainnya rawat jalan. dan kondisinya semakin membaik," terang Siti.
Terkait peristiwa dugaan keracunan minuman tersebut, polisi melakukan penyelidikan.
Selain meminta keterangan sejumlah saksi, polisi mengamankan sisa minuman sebagi barang bukti.
"Kejadian ini sudah dilakukan pemeriksaan oleh polisi," ujar Siti.
"Saya juga sempat bilang ke penjualnya, sambil menunjukkan minuman yang dibeli, saya bilang, mbak ini minuman yang mbak jual, kemungkinan beracun. Penyampaian saya itu, agar tidak ada korban lain," sambung Siti.
Berita Lainnya, Pasangan Kekasih di Aceh Tewas Tanpa Busana di Mobil, Keracunan, Keluarga Tolak Autopsi
Sepasang kekasih ditemukan tewas tanpa busana di dalam mobil di sebuah bengkel di Banda Aceh.
Diduga kematian keduanya disebabkan keracunan gas.
Keduanya diduga telah menghirup udara gas mobil yang menyala dalam keadaan AC hidup.
Pada saat itu, pintu dan kaca mobil juga ditemukan tertutup rapat.
Keduanya ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan pada Senin, (7/8/2023).
Baca juga: INNALILLAHI! Mahasiswa Unnes Tewas Tertelungkup di Ember Kontrakan, Lutut membengkak: Membusuk
Sepasang kekasih tersebut ditemukan dalam kondisi tanpa busana di dalam mobil Lexus RX 300.
Adapun identitas jasad pria adalah ZF (22), merupakan pekerja mekanik mobil.
Ia adalah warga Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar.
Sementara identitas jasad perempuan berinisial WNP (24).
Dia merupakan seorang karyawan swasta.
WNP tercatat sebagai warga di salah satu gampong di Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh.
Melansir Serambinews.com, keduanya diduga meninggal karena menghirup gas beracun yang diakibatkan mobil menyala terus dengan keadaan AC hidup.
Baca juga: HANCUR Hati Ibu di Makassar, Bayinya 11 Bulan Tewas Dihajar Pacar, Pelaku Muak Korban Nakal & Rewel
Baca juga: TOLONG Jerit Pedagang Sembako di Bandung Ditikam Pemuda, Korban Disembunyikan, Saksi:Ditusuk-tusuk
Namun pada saat itu, pintu dan kaca tertutup rapat.
Demikian yang disampaikan oleh Kasat Reskrim, Kompol Fadillah Aditya Pratama.
"Benar, diduga karena menghirup udara atau gas beracun dari dalam mobil." katanya saat dikonfirmasi, Selasa (8/8/2023).
"Jadi memang itu mobil orang lain yang sedang di-servis di situ," imbuhnya.
Lebih lanjut Fadillah mengatakan, pihaknya tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh kedua korban.
Selain itu, barang-barang pribadi korban juga masih berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Atas kematian pasangan kekasih itu, kedua pihak keluarga memutuskan untuk tidak melakukan autopsi.
"Yang pasti, pihak keluarga korban tidak mempermasalahkan kembali masing-masing keluarga menolak untuk diautopsi," terangnya.
Kronologi penemuan jasad korban
Dikutip dari Serambinews.com, penemuan jasad korban bermula saat saksi HM (19) mendatangi bengkel sekira pukul 08.00 WIB.
Kedatangan HM adalah untuk membuka bengkel mobil tersebut.
HM pun sempat memanggil dan menggedor pintu. Namun, tidak ada respons dari dalam bengkel.
Sekira pukul 14.00 WIB, tiga saksi datang kembali ke lokasi.
Setelah berulang kali memanggil dan menggedor pintu, korban ZF tetap tidak merespons.
Karena curiga, ketiga saksi berinisiatif melihat dari lubang angin di atas pintu toko.
Setelah dilihat, mereka mendapati kedua korban dalam kondisi meninggal di dalam mobil.
"Setelah memastikan kondisi korban, ketiga saksi memutuskan untuk masuk ke dalam toko dengan membuka pintu."
"Saksi menemukan kedua korban sudah meninggal dunia," ungkap Fadillah.
Diolah dari berita tayang di Kompas.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Imbas-minum-capucino-cincau-puluhan-murid-di-Tulungagung-pusing-mual.jpg)