Berita Viral
SUMBER UANG Edi Darmawan Ayah Mirna Salihin, Sebut Kini Hanya Menanam Cabai, 'Gak Punya Bisnis'
Sering dinilai orang kaya, ternyata ini bisnis Edi Darmawan, Ayah Mirna Salihin, mengaku kini hanya menanam cabai
Editor: Talitha Desena
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Terungkap profesi Edi Darmawan, ayah Mirna Salihin, yang sering dinilai masyarakat sebagai orang kaya.
Edi Darmawan memang berpenampilan parlente khas orang kaya, apalagi bisa menyekolahkan anak-anaknya di luar negeri.
Selain itu, Edi disebut-sebut merupakan orang penting hingga memiliki kenalan banyak polisi.
Mulai dari Krishna Murti, Ferdy Sambo hingga Tito Karnavian.
Saat proses persidangan kasus kopi sianida pun Edi disebut-sebut memiliki bekingan kuat untuk menjembloskan Jessica Wongso ke penjara.
Pengacara sekaligus paman Jessica Kumala Wongso Yudi Wibowo Sukinto bahkan menyebut bahwa Edi Darmawan merupakan anggota BIN.
Edi Darmawan mengakui memiliki kenalan anggota polisi.
Baca juga: SOSOK Ni Ketut Sianti, Ibu Mirna Salihin yang Jarang Menampakkan Diri, Sudah Maafkan Jessica Wongso
Baca juga: Kasus Kopi Sianida Viral Lagi, Hotman Paris Beberkan Satu-satunya Cara Selamatkan Jessica Wongso

"Sejak kasus Mirna saya memang kenal beberapa (polisi)," kata Edi menjawab pertanyaan Karni Ilyas.
Ia mengaku kenal polisi dan Densus dari hobinya menembak.
Edi Darmawan mengaku sebagai atlet menembak dari Perbakin.
Ia juga mengaku sering meraih penghargaan dari lomba atau kompetisi menembak.
"Gimana sih, saya yang ngurus orang Densus nembak-menembak, gimana gak kenal sih, kenal aja," kata Edi.
Karni Ilyas juga menanyakan bisnis Edi Darmawang di bidang senjata api.
"Suplier senjata polisi ?" tanya Bang Karni.
"Gak, saya waktu itu angkatan darat. Babek (Badan Bembekalan), ABRI," kata Edi.
"Oh penyuplai Babek ?" kata Karni Ilyas.
"Iya pernah sama teman dulu. Bayarnya tahu sendiri kan," kata Edi.
"Logistik Polri gak ?" tanya Bang Karni.
"Bangkrut, gak mau terusin," kata Edi Darmawan.
Sekarang Edi Darmawan mengaku sudah pensiun.
Ia memiliki berkebun menanam cabai di wilayah Pamijahan, Kabupaten Bogor.
"Om sekarang udah pensiun, udah tua. Om ke gunung, ke Bogor daerah Pamijahan, Cemplang, nanem cabe udah panen dua kali, lumayanlah buat hidup," kata Edi.
Ia juga memiliki tanah di wilayah Bitung yang dimanfaatkan untuk bisnis singkong.
"Tanah om di Bitung, buat ngumpulin singkong dari Lampung, semua dari Sumatera turun ke bos saya Haji Tabroni dia kirim ke Merak, deket kan sama pelabuhan Merak saya punya tanah," katanya.

Singkong tersebut kemudian dijual ke Korea, namun Edi mengaku tak ikut dalam bisnis ekspornya.
"Nah itu kita jual ke si orang Korea. Kita gak ikut ekspor karena ekspor sekali gagal, ditolak. Melalui Korea ini dibayar terus, biarinlah, untung lebih dikit, gak apa-apa," kata Edi Darmawan.
Edi mengaku tak memiliki bisnis dengan ribuan karyawan seperti dulu kala.
"Itu kerjaan om kaya gitu, bukan lagi kerja hebat yang karyawannya sampai 6 ribu, pak Karni juga tahu. Jasa semua kartu kredit kita handle itu," kata Edi Darmawan.
Kini Edi mengaku tak memiliki bisnis lain.
"Gak punya bisnis," katanya.
Namun Karni Ilyas membuka bahwa Edi Darmawan masih memiliki bisnis properti.
"Bukan properti, itu sisa om waktu hebat, waktu jaya-jayanya properti om banyak. Dijualin buat makan hidup. santai aja," kata Edi.
Jawaban Edi pun menjadi sindiran oleh Karni Ilyas.
"Hebat, properti yang djual buat makan hidup," kata Bang Karni.
"Oh iya, separo harganya," kata Edi.
"Ya masa perumahan mewah buat makan," kata Karni Ilyas.
(TribunnewsBogor/Sanjaya Ardhi)
Diolah dari di TribunnewsBogor.com
Sumber: Tribun Bogor
Sosok Robin Westman Pelaku Penembakan Brutal di Sekolah Minneapolis AS, Meninggal Usai Bunuh 2 Bocah |
![]() |
---|
Sosok Said Iqbal, Komandan Aksi Ribuan Buruh Hari Ini yang Terus Lantang Suarakan Keadilan |
![]() |
---|
Heboh Penemuan Potongan Kaki di Tempat Sampah, Ternyata Milik Pasien RS di Ternate Setelah Amputasi |
![]() |
---|
Nasib Dosen Wanita di Nias Sumut yang Lempar Skripsi hingga Bikin Mahasiswa Emosi, Jalani Pembinaan |
![]() |
---|
Sosok Bripda MA, Polisi Lempar Helm ke Pelajar Violent Agara Castillo hingga Jatuh Koma |
![]() |
---|