Breaking News:

Pilpres 2024

TERJAWAB! Penyebab PDIP Tak Pecat Gibran Begitu Jadi Cawapres Prabowo, Pengamat: Politik Dua Kaki

Teka-teki penyebab PDI Perjuangan dan Megawati tak langsung memecat Gibran Rakabuming sebagai kader PDIP begitu putra Jokowi jadi Cawapres Prabowo.

Tayang:
Editor: Sinta Manila
RADITYA HELABUMI, KOMPAS / KOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati
Megawati dan Gibran. PDI-P menyadari betul Gibran masih mengantongi dukungan dari kader, simpatisan, serta relawan di luar partai. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Teka-teki penyebab PDI Perjuangan dan Megawati tak langsung memecat Gibran Rakabuming sebagai kader PDIP begitu putra Jokowi jadi Cawapres Prabowo Subianto terjawab.

Diduga PDI Perjuangan dan Megawati main politik dua kaki. Memecat langsung Gibran akan merugikan PDI Perjuangan kalau Prabowo Subianto memenangi Pilpres 2024 karena PDI akan berada di luar pemerintahan.

Gibran diprediksi baru akan dipecat Megawati kalau Ganjar Pranowo yang memenangi Pilpres 2024.

Baca juga: Ramai Bahasan Nepotisme, Nyatanya Elektabilitas Prabowo-Gibran Menguat Dibanding 2 Capres Lain

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dinilai baru bisa menunjukkan sikap politiknya secara tegas terhadap anak sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka.

Jika mereka kembali memenangkan pemilihan umum (Pemilu) dan pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Menurut pengamat politik Jannus TH Siahaan, PDI-P kemungkinan tidak bakal memperlihatkan sikap perlawanan terbuka terhadap Gibran dengan memecatnya dari keanggotaan partai.

Baca juga: BEREDAR Hoax Video Gibran Rakabuming Putar Video Syur Lewat Laptop Walikota, Ternyata Dosen Taiwan

Pengamat politik Jannus TH Siahaan
Pengamat politik Jannus TH Siahaan (Istimewa)

Sebab menurut dia, PDI-P menyadari betul Gibran masih mengantongi dukungan dari kader, simpatisan, serta relawan di luar partai.

Jika PDI-P bertindak keras terhadap Gibran, diperkirakan mereka justru dirugikan karena kehilangan dukungan politik dari kader serta simpatisan.

"Pemecatan yang disertai perlawanan yang keras akan memperjelas pembelahan pemilih antara pemilih Jokowi dan pemilih PDI-P dan pemilih Ganjar Pranowo, yang boleh jadi justru akan sangat merugikan PDI-P tentunya, karena pemilih Jokowi jauh lebih luas dan inklusif," kata Jannus saat dihubungi pada Selasa (24/10/2023).

"Karena faktor-faktor tersebut, saya menduga, pemecatan akan terjadi secara halus atau bahkan berpeluang terjadi kalau Ganjar Pranowo kelak keluar sebagai pemenang pemilihan presiden 2024," sambung Jannus.

Baca juga: TOTAL Harta Kekayaan Gibran Rakabuming Cawapres Prabowo, Aset Tanah & Bangunan Capai Rp 17 M

Jannus memprediksi, PDI-P kemungkinan akan bermain 2 kaki sehingga tidak memecat Gibran.

Sebab jika mereka keburu memecat Gibran, kemudian dia dan Prabowo memenangkan Pemilu 2024, maka PDI-P bisa kehilangan kesempatan kembali masuk ke lingkaran eksekustif atau penguasa.

"Jadi dengan tetap mempertahankan status Gibran sebagai kader, jika Gibran berhasil masuk Istana, statusnya adalah sebagai kader PDI-P," ujar Jannus.

Jannus memperkirakan, jika PDI-P langsung memecat Gibran seperti yang dilakukan terhadap Budiman Sudjatmiko justru akan memberikan pembenaran terhadap isu keretakan hubungan antara Megawati dan Presiden Jokowi.

Di sisi lain, jika PDI-P memecat Gibran justru bisa menyulut reaksi masyarakat buat mempertanyakan keberadaan PDI-P di dalam pemerintahan dan keberadaan menteri-menteri asal PDI-P di kabinet pemerintahan Jokowi.

Sumber: KOMPAS
Halaman 1/4
Tags:
PDIPGibranPrabowo
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved