Palestina vs Israel
Inilah Yahya Sinwar, Pemimpin Hamas di Gaza, Orang Paling Diburu Israel, Berhasil 2 Kali Lolos
Namun Sinwar tampaknya memiliki target terbesar, karena PM Israel Benjamin Netanyahu menjulukinnya: The Walking Dead.
Editor: Sinta Manila
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Selama ini Israel terus memburu yang mereka anggap dalang serangan 7 Oktober yakni Yahya Sinwar.
Sosoknya digambarkan oleh Israel sebagai 'wajah kejahatan' yang mereka duga ada di terowongan bawah tanah Gaza.
Yahya Sinwar pernah dipenjara Israel, yang mana disaat itulah dia bertemu dan menjadi dekat dengan pendiri Hamas, Sheikh Ahmed Yassin.
Baca juga: Anda Terlambat Hamas Klaim Misinya Sudah Selesai saat Israel Berhasil Temukan Terowongan Besar
Yahya Sinwar, pemimpin Hamas di Gaza menjadi sosok yang diburu tentara Israel (Israel Defense Force/IDF).
Israel mengincar Yahya Sinwar sejak operasi yang digagas Hamas pada 7 Oktober ketika Operasi Al-Aqsa Flood tembok pembatas yang dibangun Israel di sekitar Gaza, menyerbu kota-kota Israel, menewaskan 1.200 orang dan menyandera 240 orang lainnya.
Baca juga: Inilah Panglima Brigade Al Qassam, Muhammad Sinwar, Diklaim Israel Dalang Pembuatan Terowongan Hamas
Siapa sosok Yahya Sinwar?
Para pejabat Israel mengatakan Sinwar adalah pemimpin Hamas di Gaza dan anggota politbiro Hamas sejak tahun 2013.
Sinwar adalah dalang di balik serangan 7 Oktober, bersama dengan Mohammed Deif, komandan sayap militer Hamas, Brigade Al Qassam, dan Marwan Issa, wakilnya.
Namun Sinwar tampaknya memiliki target terbesar, karena PM Israel Benjamin Netanyahu dan pejabat Israel lainnya menganggapnya sebagai ancaman serius atau julukannya: The Walking Dead.
Laporan Al Jazeera menyebut bahwa Sinwar, yang juga dikenal sebagai Abu Ibrahim, memiliki banyak sekali cerita tentang dirinya, yang sebagian besar menambah kesan bahwa ia adalah penjahat yang nyaris dikultuskan.
Letnan Kolonel Richard Hecht, juru bicara militer Israel, menyebut Sinwar sebagai 'wajah kejahatan'.
Sementara Presiden Amerika Serikat Joe Biden menggambarkan serangan yang diduga direncanakan Sinwar sebagai 'kejahatan yang luar biasa'.
Sementara itu, Netanyahu telah memperingatkan bahwa jika Hamas tidak dikalahkan, Eropa akan menjadi sasaran berikutnya dan tidak ada yang akan aman.
Netanyahu sendiri telah melakukan upaya bersama untuk menyamakan Hamas dengan ISIL (ISIS).
Pria yang disebut sebagai "wajah kejahatan" ini lahir pada tahun 1962 di sebuah kamp pengungsi di Khan Younis, Gaza selatan, dari sebuah keluarga yang mengungsi dari geng-geng Zionis pada saat Nakba tahun 1948.
Mereka berasal dari al-Majdal, sebuah desa Palestina yang dihancurkan dan dibangun untuk menciptakan kota Israel, Ashkelon.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Yahya-Sinwar-menghadiri-rapat-umum-untuk-mendukung-masjid-al-Aqsa.jpg)