Berita Kriminal
APES! Selebgram Bogor Terciduk Promosi Judi Online, Dibayar Rp3 Juta: Dipakai untuk Bayar Kuliah
Inilah sosok selebgram Bogor yang terciduk promosi judi online, terpaksa demi bayar kuliah.
Editor: Dika Pradana
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Memiliki pengikut puluhan ribu di Instagram, dua selebgram di Bogor, Jawa Barat kini hanya bisa memelas saat diciduk oleh pihak kepolisian karena terlibat kasus promosi judi online.
Dalam kasus ini, pelaku mengaku terpaksa menerima tawaran promosi judi online karena membutuhkan uang.
Pelaku mendapatkan Rp1,5 juta hingga Rp3 juta per situs perdua minggu atau perbulan.

Uang tersebut diakuinya dipakai untuk membayar biaya kuliah.
Diketahui, kedua pelaku berinisial FA (20) dengan followers 22,3 ribu serta KA (22) followers 45 ribu.
Keduanya diciduk oleh Polresta Bogor Kota pada Selasa (9/1/2024).
Sosok keduanya pun berhasil diungkap oleh Polresta Bogor Kota.
Baca juga: AUTO MISKIN! Gegara Iklan, Pria di Medan Iseng Main Judi Online, Terlilit Utang, Candu: Masih Kepo!
Baca juga: GETIR PMI Asal NTB Disekap & Dijadikan Pekerja Judi Online di Thailand: Diancam Ginjalnya Diambil
"FA ini seorang wiraswasta. Kalau KA seorang mahasiswa di salah satu kampus di Kota Bogor," kata Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso di Mako Polresta Bogor Kota, Selasa (9/1/2024).
Keduanya terpaksa mempromosikan situs judi online untuk memenuhi kebutuhan kesehariannya.
Terutama KA yang notabene sebagai seorang mahasiswa Kota Bogor.

FA mendapat upah 350-700 ribu sedangkan KA mendapatkan upau 3 juta rupiah per bulannya.
"Kemudian dari si tersangka (KA) menggunakan uang tersebut untuk kebutuhan sehari hari." jelasnya.
"Lalu, bayar kosan, bayar kuliah dan lainnya," tambahnya.
Selain itu, detik-detik keduanya ditangkap pun dibeberkan polisi.
Untuk FA ditangkap di kediamannya serta KA ditangkap saat tak jauh dari kosannya pada tanggal 6 Januari 2024.
Baca juga: MIRIS! Kecanduan Judi Online, IRT Asal Cilacap Nekat Tipu Ratusan Orang, Total Kerugian Rp800 Juta

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Luthfi Olot Gigantara mengatakan, keduanya mendapat imbalan yang berbeda tergantung followersnya.
"Tergantung followers selebgram tersebut, selebgram berinisial FA ini karena followersnya 22 ribu sekian maka memperoleh upah untuk postingan 350-700 ribu persitus, perdua minggu atau perbulan," kata Luthfi.
"Sedangkan untuk selebgram berinisial K, karena followrs sudah lebih dari 40 ribu keatas dia memperoleh upah posting sebesar 1,5-3 juuta rupiah persitus perdua minggu atau perbulan," tandasnya.
Hingga kini proses hukum masih terus bergulir.
GETIR PMI Asal NTB Disekap & Dijadikan Pekerja Judi Online di Thailand: Diancam Ginjalnya Diambil
Nelangsa betul nasib Pekerja migran Indonesia (PMI) asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) disekap dan dijadikan pekerja judi online di Thailand.
Pria tersebut awalnya tergiur dengan pekerjaan di luar negeri dengan gaji menggiurkan, Rp17 juta.
Namun, saat dibawa ke perbatasan Thailand - Myanmar, dirinya justru disiksa sekaligus disekap dan mendapatkan sejumlah ancaman.

Bahkan pria yang merupakan warga Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa itu diancam akan diambil ginjalnya.
Nur Sahrianti (39) tak kuasa menahan tangis saat menceritakan kondisi adik kandungnya, Juli Yono Putra (33).
Sang kakak mengaku miris melihat nasib adiknya yang menjadi budak judi online.
Baca juga: NESTAPA Wasini TKW Indramayu 16 Tahun Kerja di Arab, Gak Digaji & Dilarang Pulang, Idap Liver
Baca juga: Malangnya Nasib TKW asal Trenggalek di Taiwan, Pergoki Suami Nikah Siri: Kini Ingin Dinikahi Resmi
Iming-iming gaji Rp 17 juta
Juli berangkat melalui jalur ilegal ke Thailand pada Juli 2023. Dia diberangkatkan oleh salah seorang agensi berinisial A yang tinggal di kampung Bugis, Kecamatan Sumbawa.
Adiknya tersebut diiming-imingi bekerja sebagai marketing di salah satu perusahaan di Thailand dengan gaji Rp 17 juta per bulan.
Namun, sesampainya di Thailand, korban dijemput oleh beberapa orang dan diajak naik kapal laut.
Baca juga: DITINGGAL Ibu Jadi TKW, Remaja di Sleman Jadi Budak Birahi Ayah Kandung, Diancam Dibunuh: Inses!

Ternyata Juli dibawa ke perbatasan Myanmar dan dipekerjakan sebagai karyawan judi online.
“Kondisi terkini adik saya disekap dan diawasi oleh kawalan bersenjata dari pihak judi online,” kata Nur Sahrianti, kakak kandung korban, saat dikonfirmasi, Kamis (4/1/2024).
Ia mengaku terakhir berkomunikasi dengan sang adik pada 17 Desember 2023. Namun, setelah itu tak ada kabar lagi dari adiknya.
“Adik saya disekap dan HP disita. Ia ingin pulang tapi diminta kembalikan uang sebesar Rp180 juta dan diancam ginjalnya akan diambil. Di dalam ruangan penyekapan dikawal pihak bersenjata,” cerita Nur.
Ia menyebutkan berkomunikasi dengan sang adil melalui pesan di Facebook lewat akun temannya.
“Adik saya bilang pakai laptop hubungi saya, karena HP disita. Saat bekerja di judi online ia gunakan laptop,” sebutnya.
Dilaporkan
Nur sudah melaporkan dugaan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menimpa sang adik kepada Polres Sumbawa dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumbawa.
Namun, sampai saat ini, menurutnya, belum ada tindak lanjut.
“Saat adik saya berangkat, dia tidak kabari saya. Saat sudah tiba di Thailand, baru dikabarkan lewat Facebook akun temannya. Saya walinya karena orangtua kami sudah meninggal, dan dia belum menikah,” jelasnya.
Nur mengisahkan, adiknya ingin mengadu nasib ke negeri orang untuk memperbaiki ekonomi keluarga.
Tawaran bekerja di perusahaan membuatnya tak berpikir lagi apakah jalur keberangkatannya legal atau ilegal.
Tenyata iming-iming gaji besar tak sesuai harapan.

“Dia hanya diberikan Rp 2 juta saat tiba di Thailand oleh agen di sana. Sementara ia dijanjikan dapat gaji di perusahaan sebesar Rp 17 juta per bulan dengan fasilitas terjamin. Tapi ternyata itu dibohongi,” ujarnya.
“Modus sponsor akan berangkat samaan dengan adik saya. Namun, ditunggu menyusul saat di Bali tidak ada dan adik saya berangkat sendiri sampai Thailand." jelas Nur.
"Adik saya bisa bahasa Inggris, itulah penyebab sponsor itu pilih dia,” papar Nur.
Ia meminta pemerintah melalui KBRI dan BP2MI agar bisa memulangkan adiknya.
“Saya tidak ingin ada korban lagi yang senasib seperti adik saya, dijadikan budak judi online di luar negeri lalu disiksa dan diancam. Semoga polisi bisa menangkap pelaku alias sponsor tersebut,” tegasnya.
Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB Noerman Adhiguna saat dikonfirmasi mengatakan akan berkoordinasi dengan BP2MI pusat.
“Terkait PMI unprosedural tersebut kami akan upayakan pemulangan, saat ini masih kami koordinasi dengan pusat,” kata Noerman, Rabu (3/1/2024).
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sumbawa Iptu Regi Halili membenarkan adanya laporan tersebut.
“Benar, laporan sudah kami terima. Saat ini masih proses penyelidikan,” kata Regi saat dikonfirmasi Rabu (3/1/2024) malam.
Artikel ini diolah dari TribunBogor
Sumber: Tribun Bogor
Sosok Nurminah Wanita Tewas Dicor Kekasih di Lombok, Hendak Menikah, Pelaku Ternyata Sudah Beristri |
![]() |
---|
Pengakuan Istri Penculik Kacab Bank BUMN di Jakpus, Panik 2 Kali Didatangi Polisi, Dapat Rp8 Juta |
![]() |
---|
Pilu Kondisi Jasad Ilham Kacab Bank BUMN di Jakpus, Banyak Luka Memar, Teman Korban: Tak Punya Musuh |
![]() |
---|
Eksekutor Pembunuh Kacab Bank BUMN di Bekasi Buron, 4 Penculik Memelas, Diduga Sudah Direncanakan |
![]() |
---|
Tangis Istri Kepala Cabang Bank BUMN di Jaktim Pecah, Suami Diculik & Dibunuh, 4 Orang Ditangkap |
![]() |
---|