Berita Viral
Pria Ini Diamuk Pacar Gara-gara Beda Pilihan Capres, WA Diblok hingga Disuruh Cari Pacar Baru
Warganet baru-baru ini di hebohkan dengan kisah seorang pria yang diamuk pacar gara-gara beda pilihan Calon Presiden (Capres).
Penulis: Eri Ariyanto
Editor: Eri Ariyanto
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Warganet baru-baru ini di hebohkan dengan kisah seorang pria yang diamuk pacar gara-gara beda pilihan Calon Presiden (Capres).
Bahkan lebih parahnya, WA pria itu juga diblok oleh sang pacar. Tak hanya itu, sang pria juga disuruh mencari pacar baru.
Kisah viral itu di unggah oleh akun akun Tiktok @irfankakur_. Dalam videonya yang di unggah di akun TikTok terlihat pria bernama Irfan Kurnia itu mengirimkan pesan WA kepada kekasihnya.
Pesan dari Irfan berulang kali tak mendapat respons dari sang kekasih. Sementara, panggilan videonya juga tak diangkat.
Baca juga: Istri Nekat Merantau Meski Dilarang Suami, 2 Tahun Kemudian Pulang Bawa Mobil, Sampai Rumah Syok!
Sampai akhirnya, pria itu merasa heran dengan alasan gadis idamannya ngambek hanya karena berbeda pilihan calon presiden.
“Harusss banget ya berantem karena pilihan presiden,” tulis pria itu kepada kekasihnya.
Selain itu, Irfan bahkan mengatakan bahwa dia hanya satu di antara 270 juta orang di Indonesia yang memberi pilihan pada Capres tersebut.
Merasa suaranya tak berarti, dia merasa heran harus terkena imbas karena perbedaan pilihan Capres.
Akan tetapi, sang wanita tetap kukuh jika pasangannya harus menentukan pilihan.
Wanita itu beranggapan jika satu suara bisa mempengaruhi masa depan bangsa.
“1 memengaruhi,” balasnya singkat.
Sang wanita itu menyampaikan bahwa pilihan presiden bisa berpengaruh terhadap nasib dirinya ke depan.
Baca juga: Pria Kewalahan Hadapi Pacar Sewaan, Terlanjur Nyaman & Bertingkah di Depan Ortu, Nekat Naik Ranjang!
Tak hanya itu, wanita ini mengaku akan mencari kekasih baru yang memiliki pilihan Capres yang sama dengannya.
Melihat pesan sang kekasih, Irfan memohon kepada sang wanita agar tidak lagi marah karena perbedaan pilihan capres tersebut.
Pria itu bahkan mengaku kontak Whatsappnya sampai diblokir oleh sang kekasih.
“sampe di block wa,” tulis keterangan postingannya.
Kisah Irfan itu pun viral di media sosial dan telah tayang sebanyak lebih dari 3,5 juta kali.
Sebagian warganet juga turut memberikan beragam komentar di unggahan itu.
"Untung aku dan pacarku all in prabowo"
"Padahal beda pendapat gapapa asal jangan beda perasaan aja"
"Sama bgt berantemnya, aku milih prabowo dia milih anis "
"Aku tim mbaknya, bersatu kita teguh mbakkk"
"Powerr emak-emak sama remaja cewe emang ngaruh banget buat pemilu tahun ini"
KESEDIHAN Ganjar Pranowo Saat Tahu Presiden Jokowi Beda Pilihan dengan PDIP di Pilpres 2024
Kesedihan calon presiden (capres) Ganjar Pranowo sadar Presiden Joko Widodo (Jokowi) beda pilihan dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Hal ini mencuat karena anak sulung Jokowi, Gibran Rakabuming juga maju sebagai cawapres untuk mendampingi Prabowo.
Ganjar Pranowo akhirnya buka suara terkait sikap berseberangannya Jokowi pada Pilpres 2024 mendatang.
Ganjar menyebut bahwa dirinya sedih dengan isu Jokowi memilih capres lain ketimbang mendukung capres yang diusung partai PDIP yang membesarkannya
Bagi Ganjar, kesedihan itu ada namun dirinya mengaku tidak akan cengeng.
"Kesedihan pasti ada, tapi kita enggak akan cengeng. Banteng enggak cengeng," ucap Ganjar di Jakarta, Minggu (29/10/2023) dikutip dari KompasTV.
Adapun Ganjar mengaku menghormati keputusan Jokowi dan Gibran dalam langkah berpolitik menuju Pilpres 2024.
"Sampai detik ini saya menghormati pak Jokowi, menghormati mas Gibran sebagai pilihan politiknya," ucap Ganjar.
Alasan Gibran tak dipecat dari PDIP
PDI Perjuangan menilai ada pihak-pihak tertentu yang ingin partai berlambang Moncong Putih itu memecat Gibran Rakabuming Raka.
Dengan demikian, Gibran seolah-olah menjadi pihak yang teraniaya oleh PDIP.
Isu ini kemudian akan digoreng dan menjadi insentif politik bagi kubu Prabowo Subianto.
Baca juga: Ulang Tahun Ganjar Pranowo Bikin Suasana Adem, Prabowo Beri Doa, Anies Ingatkan Jangan Lupa Ngundang
Hal tersebut diungkapkan oleh politisi senior PDIP Aria Bima. Itu sebabnya PDIP tidak memutuskan memecat Ginban meski secara aturan organisasi melakukan pelanggaran.
Status keanggotaan Gibran di PDIP menjadi sorotan lantaran Wali Kota Solo itu resmi menjadi bakal calon wakil presiden (Cawapres) Prabowo Subianto.
Sementara itu, PDI-P mengusung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
“Kita diam, kita tidak ingin itu menjadi keributan dan dijadikan playing victim seolah-olah kita didorong-dorong oleh media untuk terkait hal pemecatan (Gibran),” kata Aria dalam wawancara dengan Kompas Petang yang tayang di Kompas TV, Sabtu (28/10/2023).
Aria protes karena adanya sejumlah pihak yang terus mengejar reaksi dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto terkait pemecatan Gibran.
Namun demikian, kata dia, PDIP memutuskan untuk tidak bertindak reaktif. Aria mengatakan, kasus ini diserahkan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP.
“DPP PDI-P sudah biasa meng-handle masalah itu,” ujar Aria.
Framing media
Aria juga meminta semua pihak lebih memberikan perhatian terhadap adu gagasan dan visi misi bakal capres-cawapres ketimbang isu Jokowi dan Megawati pecah kongsi.
Menurutnya, saat ini terdapat framing untuk menggeser perhatian publik dari tiga kandidat capres-cawapres ke konflik Megawati dan Jokowi.
“Framing media, baik itu medsos, media mainstream, media online dibuat mungkin juga oleh timnya Pak Prabowo,” tutur Aria.
Sebelumnya, status keanggotaan partai Gibran menjadi sorotan. Gibran tidak mendapatkan sanksi berupa pemecatan setelah menyeberang menjadi bakal cawapres Prabowo.
Baca juga: Suara PDIP Pecah, Ganjar-Mahfud Lega Dapat Suntikan Dukungan dari Yenny Wahid & Kader Gus Dur
Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah menyatakan, partainya tidak perlu menerbitkan surat pemberhentian Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dari keanggotaan PDIP.
Menurut dia, secara etika politik dan penilaian publik, Gibran sudah keluar dari PDIP karena menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto.
"Tanpa adanya surat resmi pemberhentian Mas Gibran dari DPP partai, maka sesungguhnya secara etika politik dari dalam hatinya dan dari penilaian publik, Mas Gibran sudah keluar dari PDI Perjuangan itu sendiri," kata Basarah di Sekolah Partai, Jakarta, Sabtu (28/10/2023).
PDIP Ditinggal Jokowi
Sebelumnya Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut akar rumput partai pada awalnya tidak percaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meninggalkan partai yang membesarkan namanya. H
“Ketika DPP Partai bertemu dengan jajaran anak ranting dan ranting sebagai struktur partai paling bawah, banyak yang tidak percaya bahwa ini bisa terjadi,” kata Hasto.
Namun, kata Hasto, dengan kondisi yang saat ini terjadi, PDIP merasakan sedih yang mendalam.
Padahal, Jokowi telah diberikan dukungan oleh akar rumput dan seluruh simpatisan PDIP sejak menjadi Wali Kota Solo hingga menjabat sebagai Kepala Negara.
“PDI Perjuangan saat ini dalam suasana sedih, luka hati yang perih, dan berpasrah pada Tuhan dan Rakyat Indonesia atas apa yang terjadi saat ini,” kata Hasto.
“Kami begitu mencintai dan memberikan privilege yang begitu besar kepada Presiden Jokowi dan keluarga, namun kami ditinggalkan karena masih ada permintaan lain yang berpotensi melanggar pranatan kebaikan dan Konstitusi,” imbuhnya.
Hasto menuturkan, sejak adanya isu PDIP akan ditinggalkan, seluruh kader dan simpatisan berharap hal tersebut tidak terjadi.
Namun, kenyataannya Jokowi yang didukung sejak menjabat Wali Kota Solo, Gubernur DKI dan Presiden RI dua periode itu benar-benar meninggalkan PDIP.
“Awalnya kami hanya berdoa agar hal tersebut tidak terjadi, namun ternyata itu benar-benar terjadi,” tutur Hasto.
Adapun perubahan sikap Jokowi terlihat ketika merestui putra sulungnya yang kini menjabat Wali Kota Solo itu maju sebagai cawapres mendampingi Prabowo Subianto.
Padahal, Jokowi dan Gibran merupakan kader Partai Banteng Moncong Putih yang menyatakan sikap mendukung Ganjar Pranowo yang diusung PDI-P sebagai bakal calon presiden yang akan didukung.
Jalan mulus Gibran yang berusia 36 tahun ini mendaftarkan diri sebagai cawapres tak terlepas dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengizinkan cawapres berusia di bawah 40 tahun dengan syarat pernah jadi kepala daerah dan terpilih lewat Pemilu.
Keputusan tersebut menuai kontroversi di tengah masyarakat karena Ketua Hakim MK Anwar Usman tak lain adalah paman dari Wali Kota Solo itu.
(Tribunnewsmaker.com/Eri Ariyanto)
Sumber: Tribunnewsmaker.com
| Pengasuh Pondok di Pekalongan Terjerat Pelecehan, Ponpes Ternyata Tak Berizin, Santri Ada 350 Orang |
|
|---|
| Duka Kraton Yogya Usai Fotografernya Tewas saat Glamping di Temanggung, Bagas Dikenal Sosok Tekun |
|
|---|
| Detik-detik Satu Keluarga Tewas saat Glamping di Temanggung, Kondisi Jasad Kaku di dalam Tenda |
|
|---|
| Pilu Postingan Terakhir Kakak Adik Sebelum Tewas 1 Keluarga di Glamping Temanggung: Surga di Atasku |
|
|---|
| Polisi Ungkap Dugaan Kuat Penyebab Satu Keluarga Tewas saat Glamping di Temanggung, Ada Sisa Makanan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Pria-ini-diamuk-pacar-gara-gara-beda-pilihan-Capres.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.