Breaking News:

Bukanya Sembuh, Kerokan Pada Anak Kecil Justru Bahaya! Dokter Ingatkan Bisa Terpapar Bakteri & Virus

Kulit bayi dan anak masih sangat tipis, sehingga bisa memicu terjadinya luka akibat gesekan saat menggosok.

Tayang:
Editor: Sinta Manila
Tangkapan layar akun X @tanyakanrl
Efek bahaya kerokan pada bayi dan alternatifnya. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sebuah foto yang menjadi viral di media sosial, menuai perdebatan warganet karena memperlihatkan anak kecil yang sedang dikerokin.

Banyak yang mengingatkan bahwa anak kecil belum boleh dikerok tubuhnya karena bisa berbahaya.

Lantas, bolehkan anak dikerok? Apa bahaya kerokan pada anak? Simak penjelasannya lewat artikel berikut ini.

Baca juga: Awalnya Menggigil Tak Enak Badan, Usai Minta Kerokan Karyawan Pabrik di Semarang Meninggal di Kos

Foto punggung anak berwarna kemerahan diduga usai dikerok beredar viral di media sosial X, dulunya Twitter, Senin (22/4/2024).

Dalam foto tersebut disampaikan, anak balita tersebut berusia sekitar 2 tahun.

"Serius nanya, Emang anak kecil boleh dikerok yah, ini story org anaknya berkisar umur 2 tahun, ini gak sekali kulihat anaknya dikerok, biasanya smpe merah mateng bgt," tulis @tanyakanrl.

Unggahan itu menuai banyak komentar warganet. Mereka menanyakan apakah kerokan pada anak aman dilakukan.

"Dihhh emang boleh? bayi segituu woy sakit pasti, gimana ibunya nih," tulis @Tatapiya.

Penjelasan dokter kenapa anak tidak boleh dikerok?

Dokter spesialis anak di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (RS UNS) Debby Andina Landiasari menyampaikan, kerokan pada anak, terlebih bayi, sangat tidak dianjurkan.

Efek bahaya kerokan pada bayi dan alternatifnya.
Efek bahaya kerokan pada bayi dan alternatifnya. (Tangkapan layar akun X @tanyakanrl)

Hal tersebut lantaran kulit bayi dan anak masih sangat tipis, sehingga bisa memicu terjadinya luka akibat gesekan saat menggosok.

Menurut Debby, kerokan pada anak tidak memiliki manfaat jika ditinjau dari segi medis.

"Tidak ada manfaatnya," kata dia, dikutip dari Kompas.com (19/9/2023).

Para orangtua yang telanjur mengerok anaknya, diimbau untuk memantau bekas kerokan tersebut apakah menimbulkan luka, iritasi, atau infeksi.

Bahaya kerokan pada anak

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Tags:
kerokandokter
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved