3 Agenda Shin Tae-yong & Skuad Garuda setelah Keok di Playoff: Siap Libas Irak di GBK, Jakarta
Agenda besar Shin Tae-yong bersama Skuad Garuda setelah dikalahkan Timnas Guinea, siap menjamu Timnas Irak di
Editor: Dika Pradana
2. BBC
Media ternama BBC, memberitakan kekalahan Indonesia atas Guinea dengan judul "Guinea seal final men's football spot at Paris 2024" atau "Guinea mengunci posisi terakhir sepak bola putra di Olimpiade Paris 2024".
Media ini menyoroti bagaimana penyerang Getafe Ilaix Moriba mencetak gol dan membawanya menang atas Indonesia melalui tendangan penalti, setelah Algassime Bah dijatuhkan oleh Witan Sulaeman dari Indonesia.
Selain itu, BBC mengatakan bahwa Presiden FIFA Gianni Infantino termasuk di antara mereka yang hadir untuk play-off di Clairefontaine dan berada di tribun bersama presiden federasi Guinea Aboubacar Sampil dan mitra Indonesia Erick Thohir.
"Mesir, Maroko, dan Mali juga akan mewakili Afrika dalam sepak bola pria di Paris 2024, dengan Nigeria dan Zambia menjadi dua kualifikasi benua untuk turnamen wanita 12 tim," tulisnya.
Acara sepak bola Olimpiade putra berlangsung dari 24 Juli hingga 9 Agustus sedangkan kompetisi putrinya bakal diadakan dari 25 Juli hingga 10 Agustus.
Baca juga: Apresiasi Presiden FIFA Gianni Infantino ke Witan Cs: Skuad Garuda Berjalan ke Arah yang Benar!
3. MK Sport

Media asal Korea Selatan menyoroti pelatih Shin Tae-yong diusir dari lapangan pertandingan usai mendapatkan kartu merah di babak kedua Indonesia vs Guinea U23, Kamis (9/5/2024).
Dalam artikelnya berjudul "Pelatih Shin Tae-yong sangat marah dan akhirnya diusir keluar lapangan. Dengan demikian, impian Olimpiade Indonesia sirna", media ini menuliskan bahwa Indonesia telah bermain dengan baik.
Meski demikian, Indonesia tidak apat mengatasi kekuatan fisik dari Guinea dan mengalami kekalahan usai mendapatkan keputusan-keputusan dari wasit yang meragukan dan saling tumpang tindih.
"Indonesia kesulitan dengan fisik Guinea sepanjang babak pertama. Tentu saja, dia melawan dengan tekanan menyeluruh dan serangan balik melalui pertahanan, tetapi kecepatan dan kekuatan Guinea cukup besar," tulisnya.
Selain itu, MK Sport turut menyoroti keputusan wasit di babak kedua yang memutuskan untuk memberikan tendangan penalti kepada Guinea, lantaran menilai pemain belakang Indonesia, Dewangga melakukan pelanggaran.
"Tekel Dewangga sangat rapi. Dia menyentuh bola terlebih dahulu, dan proses tabrakannya sulit dianggap sebagai pelanggaran. Namun, keputusan wasit tidak berubah, dan Shin Tae-yong mendapat protes keras dan segera dikeluarkan dengan dua peringatan," tulis MK Sport.
"Protes tersebut berlangsung sekitar empat menit dan diakhiri dengan keluarnya pelatih Shin Tae-yong dari bangku cadangan," tambahnya.
4. Surat Kabar Hankyoreh

Masih dari Korea Selatan, media Hankyoreh juga memuat berita terkait laga Indonesia Vs Guine U23.
"Pelatih Shin Tae-yong hengkang, Indonesia gagal melaju ke Olimpiade karena kalah melawan Guinea" tulis dalam pemberitaannya.
Media ini menuliskan, Indonesia yang melaju ke babak play-off dengan finis di tempat keempat di Piala Asia U23 kembali berjuang ke Olimpiade untuk kali pertama dalam 68 tahun sejak Olimpiade Melbourne 1956.
Sayangnya, Indonesia yang dipimpin Shin Tae-yong gagal melewati rintangan terakhir saat melawan Guinea pada Kamis.
"Indonesia menghadapi Guinea dengan serangan cepat khasnya, namun ini adalah pertandingan yang sulit bagi Guinea, yang memiliki fisik dan fleksibilitas yang baik," tulis Hankyoreh.
Indonesia berhasil kebobolan gol melalui tendangan penalti pada menit ke-29 babak pertama. Kemudian, di babak kedua, Guinea kembali mendapatkan hadian penalti, usai bek asal Indonesia melakukan tekel geser ke arah pemain Guinea.
"Namun dalam rekaman lambat terlihat bek asal Indonesia itu lebih dulu menyentuh bola," tambahnya.
Keputusan wasit tersebut kemudian menuai protes keras dari pelatih Shin Tae-yong. Namun, wasit justru memberikan kartu kuning kepada pelatih Shin Tae-yong yang kemudian diikuti dengan kartu merah.
5. VN Express
Media asal Vietnam, VN Express memuat pemberitaan yang berjudul "Indonesia kehilangan tiket Olimpiade dari Guinea" usai pertandingan play-off Indonesia vs Guinea berakhir dengan skor 0-1.
VN Express mengatakan, dalam pertemuan yang menegangkan dan dramatis di babak play-off Olimpiade, Guinea meraih tiket terakhir untuk sepak bola pria di Paris 2024 dengan kemenangan atas Indonesia, berkat gol tunggal dari Ilaix Moriba.
Media ini menyebu, permainan dari kedua kesebelasan dimulai dengan penampilan taktik yang kontras.
Guinea mengandalkan kecakapan fisik mereka, mencari peluang dari set-piece dan tendangan sudut, sementara Indonesia memilih pendekatan defensif, melawan dengan cepat jika memungkinkan.
Kemudian di babak kedua, Guinea melakukan pergantian pemain setelah jeda, sementara Indonesia meningkatkan tempo menyerang, mendekat melalui sundulan yang nyaris meleset dari target.
"Terlepas dari peningkatan Indonesia, Guinea tetap berbahaya, dengan Lamine Soumah hampir menemukan gol kedua di menit ke-54. Tembakannya secara heroik diblokir oleh bek Indonesia," tulisnya.
Pada menit ke-73, Guinea mendapatkan penalti kedua setelah takel dari Alfeandra Dewangga yang dinilai sebagai pelanggaran. Namun, tendangan tersebut gagal karena melebar dari gawang Ernando Ari.
(TribunNewsmaker.com/Tribunnews)
Sumber: Tribunnews.com
Sosok Jazlyn Kayla Firyal, Bek Tangguh Timnas Putri Indonesia Main Apik di Piala AFF U16 2025 |
![]() |
---|
Sosok Bruno Tubarao Pemain Baru Persija, Dari Brasil, Persib dan Dewa United Dibuat Ketar-ketir |
![]() |
---|
NONTON Live Streaming Timnas U17 Indonesia vs Mali, Mathew Baker Penentu, Nonton Gratis di Indosiar |
![]() |
---|
Sosok & Profil Afra Hasna Nurhaliza, Setter & Kapten Timnas Voli Indonesia di Piala Dunia Voli U21 |
![]() |
---|
2 Kali Menang, Persija Belum Puas! Macan Kemayoran Tambah Amunisi Mewah, Satu Lagi dari Brasil |
![]() |
---|