Breaking News:

Berita Kriminal

Sosok Briptu FN Polwan Bakar Suami Polisi di Mojokerto Jatim, Briptu RDW Tewas, Cekcok Soal Gaji

Inilah sosok polwan berinisial Briptu FN yang tega membakar suaminya yang sesama polisi hingga meninggal dunia.

YouTube TribunSumsel
Sosok Briptu FN, polwan bakar suami polisi di Mojokerto. 

Setelah itu keduanya cekcok, hingga akhirnya Briptu FN memborgol tangan kiri Briptu RDW dan dikaitkan di tangga yang berada di garasi.

Lalu, Briptu FN pun langsung menyiramkan bensin yang sudah disiapkan ke sekujur tubuh suaminya tersebut.

"Setelah itu terduga pelaku menyalakan korek dan membakar tisu yang di pegang menggunakan tangan kanan sambil berkata 'ini lo yang lihaten iki (lihatlah ini)', namun korban diam saja," ucapnya.

Lalu api yang di tangan terduga pelaku menyambar ke tubuh korban yang sudah basah dengan bensin.

Korban RDW pun terbakar hingga teriak minta tolong.

Saat kejadian beruntungnya salah seorang saksi Bripka Alvian mendengar teriakan RDW.

Saksi tersebut bergegas memadamkan api yang memabakar tubuh korban.

Dari kejadian itu, saksi Bripka Alvian melaporkan kejadian itu kepada pimpinan dan mendatangkan ambulans menolong korban.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel mengaku saat ini sedang mendalami motif terduga pelaku, dengan mendatangi dan mengamankan TKP, mengamankan dan interogasi pelaku, serta memintai keterangan saksi-saksi.

"Kami saat ini sedang fokus mencari akar masalah dari dugaan konflik ini, dan mudah-mudahan konflik antar suami istri ini segera bisa kami atasi," pungkasnya.

Korban Meninggal Dunia

Pasca kejadian hingga mengalami luka bakar parah, korban Briptu RDW sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Mojokerto.

Karena kondisinya yang tak stabil, korban dirujuk ke RSUD Wahidin dr Sulaiman Rosyid Mojokerto.

Sayangnya korban Briptu RDW meninggal dunia di RSUD Wahidin dr Sulaiman Rosyid Mojokerto pada Minggu (9/6/2024) sekira pukul 12.55 WIB.

Dikutip dari TribunJatim. Direktur RSUD Wahidin dr Sulaiman Rosyid mengatakan, kondisi korban disebutnya tidak mau stabil.

Ia menyebut, karena tidak mau stabil itu lah, korban tak bisa dirujuk lantaran rawan resiko yang besar saat di jalan.

"Iya tadinya mau kesana (dirujuk ke RSUD dr Soetomo) tapi kondisinya gak mau stabil, gak bisa dirujuk karena kondisinya juga butuh peralatan khusus sehingga dijalan pun resikonya besar sekali," katanya.

(TribunNewsmaker.com/ TribunJabar)

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 3/3
Tags:
MojokertopolwanmembakarpolisisuamiBriptu FN
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved