Breaking News:

Pilkada 2024

PKS Usulkan Bupati Asahan Jadi Cawagub Pendamping Bobby di Pilkada Sumut 2024, Gerindra Setuju?

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengusulkan Bupati Asahan, Surya untuk menjadi calon Wakil Gubernur pendamping Bobby Nasution di Pilkada Sumut 2024.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Eri Ariyanto
Antara
PKS usulkan Bupati Asahan Jadi Cawagub pendamping Bobby di Pilkada Sumut 2024. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengusulkan Bupati Asahan, Surya untuk menjadi calon Wakil Gubernur pendamping Bobby Nasution di Pilkada Sumut 2024.

Terkait usulan itu dibeberkan langsung oleh Juru Bicara PKS Ahmad Mabruri.

Dalam pernyataannya, Ahmad Mabruri mengatakan bahwa PKS telah mengusung Bobby untuk ikut ajang politik itu dengan memberikan surat rekomendasi.

Menurutnya surat rekomendasi itu pun satu paket dengan nama Surya sebagai bakal calon wakil gubernur.

Baca juga: PKB & PDIP Tak Biarkan Khofifah-Emil Lawan Kotak Kosong di Pilkada Jatim 2024, Siapkan Lawan Sepadan


"Tadi (Surya) juga datang di acara penyerahan surat rekomendasi," kata Mabruri saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.
 
Surya selaku kader PKS merupakan Bupati Asahan yang menjabat sejak tahun 2021.

Sebelum menjadi bupati, politikus tersebut juga menjabat sebagai Wakil Bupati Asahan selama dua periode sebelumnya, yakni dari 2010-2015 dan 2016-2019.
 
Adapun pemberian surat rekomendasi dukungan dari PKS kepada menantu Presiden Joko Widodo itu dilaksanakan di Kantor DPP PKS, Jakarta, Jumat petang, sekitar pukul 17.00 WIB.

Kegiatan penyerahan surat rekomendasi itu dilaksanakan secara tertutup.
 
Saat kegiatan itu, Bobby pun diterima oleh sejumlah pengurus pimpinan pusat PKS termasuk Ahmad Syaikhu.

Selain menerima surat rekomendasi, Bobby pun tampak berbincang-bincang dengan para pengurus PKS di sebuah ruang pertemuan, berdasarkan dokumentasi foto yang diterima ANTARA.

PKS usulkan Bupati Asahan Jadi Cawagub pendamping Bobby di Pilkada Sumut 2024.
PKS usulkan Bupati Asahan Jadi Cawagub pendamping Bobby di Pilkada Sumut 2024. (Antara)


Sementara itu, Bobby pun telah mengumumkan pemberian rekomendasi itu dalam akun resmi Instagramnya.

Dia mengaku bersyukur atas pemberian surat rekomendasi itu, dan menyebutkan bahwa dukungan kepadanya semakin banyak.
 
"Tanggung jawab dan amanah yang diberikan ini akan saya perjuangkan dengan sebaik-baiknya, demi memajukan Provinsi Sumatera Utara dan mensejahterakan masyarakatnya," kata Bobby dalam keterangan foto di akun Instagramnya.
 
Sebelumnya pada Senin (8/7), Presiden PKS Ahmad Syaikhu sempat telah menyatakan mendukung Wali Kota Medan Bobby Nasution untuk maju menjadi calon gubernur dalam Pilkada Sumut 2024.


 "Ya PKS mengusung beliau, dan tentu kita mempercayakanlah kepada beliau," kata Ahmad Syaikhu.
 
Tetapi beberapa jam kemudian, Ahmad Syaikhu pun justru meralat ucapannya karena partainya belum memutuskan dukungan terhadap nama bakal calon untuk Pilkada Sumut.
 
Selain PKS, sejauh ini Bobby telah didukung oleh banyak partai politik untuk maju di Pilkada Sumatera Utara.

Partai yang mendukung Bobby di antaranya Partai Gerindra yang kini merupakan partai-nya, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golkar, Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Bobby Resmi Gabung Gerindra, Ini Alasan Golkar Belum Cabut Surat Tugas Mantu Jokowi di Pilgub Sumut

Inilah alasan Partai Golkar belum mencabut surat tugas Bobby Nasution menantu Presiden Jokowi di Pilgub Sumatera Utara (2024).

Padahal Bobby Nasution sendiri kini sudah resmi jadi kader Gerindra. Lantas apa alasan Golkar belum mencabut surat tugas menantu Presiden Jokowi di Pilgub Sumut itu?

Seperti diketahui, awalnya Bobby memberikan sinyal bergabung ke Golkar, namun belakangan keputusan Bobby membuat kaget pengurus partai beringin itu.

Baca juga: PKS Buka Peluang Jadi Partai Pengusung, Ternyata Ini 3 Modal Utama Anies Maju Pilgub Jakarta 2024

Ketua DPP Partai Golkar, Lamhot Sinaga, merespon keputusan Bobby bergabung ke Gerindra untuk maju di Pilgub Sumut.

Lamhot mengatakan pihaknya akan membicarakan soal langkah Golkar ke depan.

Pasalnya, Golkar memberikan surat tugas kepada Bobby untuk Pilgub Sumut dan sampai sekarang surat itu belum dicabut.

Adapun selain kepada Bobby, surat tugas Pilgub Sumut itu juga diberikan Golkar kepada Musa Rajekshah.

"Bahwa surat tugas itu masih berjalan, Mas Bobby dan Pak Ijeck dua-duanya masih punya peluang yang sama ya untuk diusung oleh Partai Golkar," kata Lamhot kepada Tribunnews, Jumat (24/5/2024).

Baca juga: Survei Calon Wali Kota Yogyakarta 2024, Elektabilitas Heroe Poerwadi Unggul Jauh dari Singgih & Eko

Dia menyebut alasan belum dicabutnya surat tugas itu dari menantu Presiden Jokowi tersebut.

Menurutnya, Pilgub Sumut nanti harus dimenangkan oleh tokoh yang diusung Golkar, baik itu Bobby ataupun Ijeck.

"Bahwa surat tugas itu belum kita cabut. Masih kita pantau dan proses siapa yang di antara dua orang itu yang berpotensi untuk menang, karena kita mau bahwa Gubsu dipimpin oleh yang diusung Golkar," tandas Legislator Komisi VII DPR RI itu.

Adapun, Bobby resmi menjadi kader Partai Gerindra pada Senin (20/5/2024) ketika mendaftar sebagai bakal calon Gubernur Sumatera Utara.

Bobby juga telah menerima kartu tanda anggota (KTA) Partai Gerindra di kantor Gerindra, jalan Sudirman, Kota Medan.

Bobby diberikan KTA oleh Ketua DPD Gerindra Sumatera Utara, Gus Irawan Pasaribu.

"Hari ini saya orang paling bahagia, lama berharap Bobby jadi kader Gerindra. Secara kedekatan personal kami masih keluarga. Punya kedekatan dengan Bobby, beliau setiap ada acara Gerindra selalu hadir," kata Gus Irawan.

"Alhamdulillah doa saya makbulkan, dan dia sekarang mendaftar sebagai kader Gerindra dan sudah diberikan kartu tanda anggota Gerindra," ujarnya.

Bobby bakal menghadap Prabowo

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan seluruh calon gubernur yang diusung Partai Gerindra akan diagendakan bertemu Prabowo, termasuk Bobby Nasution yang diusung sebagai calon Gubernur Sumatera Utara.

"Nanti semua calon gubernur yang kita tetapkan akan bertemu dengan Pak Prabowo sebagai Ketua Umum Partai Gerindra," ujar Muzani kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2024).

Muzani menilai, bergabungnya Bobby sebagai kader Gerindra adalah kabar yang sudah dinanti.

Lebih lanjut, Wakil Ketua MPR RI itu mengonfirmasi Bobby sudah mendaftar sebagai bacagub Sumatera Utara dari Gerindra.

"Masuknya Bobby sebagai kader Gerindra dan daftar sebagai calon gubernur di Sumatera Utara dari Partai Gerindra, tentu saja hambatan psikologis untuk mendukung dia jadi hilang," tandas dia.

Adapun, Bobby resmi menjadi kader Partai Gerindra pada Senin (20/5/2024) ketika mendaftar sebagai bakal calon Gubernur Sumatera Utara.

Bobby juga telah menerima kartu tanda anggota (KTA) Partai Gerindra di kantor Gerindra, jalan Sudirman, Kota Medan.

Bobby diberikan KTA oleh Ketua DPD Gerindra Sumatera Utara, Gus Irawan Pasaribu.

Sehari setelahnya, pada Selasa (21/5/2024), Bobby bertemu dengan elite Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

Hal itu diketahui dari foto yang beredar di kalangan wartawan. Dalam foto tersebut, keduanya terlihat mengenakan pakaian santai.

Bobby terlihat memakai baju berwarna abu-abu dan tersenyum di dalam foto tersebut.

Sementara Dasco terlihat memakai baju berwarna putih dan berkaca mata.

Golkar Kaget

Keputusan Bobby memilih Geridra membuat Golkar kaget.

Sebab, hubungan dan komunikasi Bobby dengan Golkar sempat sangat merekat, terutama pasca-Bobby dipecat dari PDI Perjuangan (PDI-P) pada November 2023 dan Pilpres 2024.

Tak ayal, keputusan Bobby merapat ke Gerindra membuat Golkar bertanya-tanya.

Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengungkapkan akan bertanya kepada Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto untuk mencari tahu penyebab Bobby justru lebih memilih Gerindra.

Mengingat, Bobby sebelumnya sudah berkomunikasi dan menjajaki untuk menjadi kader Golkar.

"Nah saya enggak tahu, lagi mau cari tahu sebabnya kenapa?. Saya juga belum konfirmasi ke ketua umum, apakah sudah ada pembicaraan antara ketua umum, dengan ketua umum partai politik lain atau dengan Pak Jokowi," ujar Doli di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (22/5/2024).

Praktis Kekuasaan Ia pun menyinggung jika Golkar sudah memberikan surat tugas untuk Bobby mengikuti Pilkada Sumatera Utara 2024.

Doli juga mengklaim, Golkar termasuk parpol yang pertama kali mendukung Bobby saat dulu bertarung memperebutkan kursi Wali Kota Medan.

"Kemudian kita mengundang Pak Bobby secara serius, kita kasih surat tugas," ucapnya.

Meski kaget dengan keputusan Bobby, namun Doli menyampaikan Golkar tak menutup kemungkinan tetap mendukungnya dalam Pilkada Sumatera Utara 2024.

Ia mengungkapkan, Golkar tetap ingin mengejar kemenangan di Piliada Serentak 2024.

"Kita akan lihat, kalau misalnya Pak Bobby surveinya lebih bagus, bukan tidak mungkin kita juga akan tetap mengusung Pak Bobby," imbuh dia.

Sempat lempar kode

Bobby sendiri sempat melempar kode akan bergabung dengan Golkar.

Kode paling nampak adalah ketika ia menghadiri acara pengarahan DPP Golkar untuk calon kepala daerah di Kantor DPP Golkar, 6 April 2024.

Mereka yang hadir dalam agenda ini merupakan orang-orang yang mendapat rekomendasi dari Golkar sebagai calon kepala daerah, termasuk Bobby.

Selain itu, Bobby juga disebut sempat melempar kode "insya Allah".

Kode ini dimaknai sebagai lampu hijau dari Bobby untuk melanjutkan jalan politiknya bersama Golkar.

Wakil Ketua Umum Golkar Melchias Markus Mekeng menyatakan tak ada yang spesial atas keputusan Bobby tersebut.

Baginya, keputusan Bobby berlabuh ke Gerindra menunjukkan bahwa politik sangatlah dinamis.

"Kan yang namanya politik itu kan sangat dinamis ya. Dan kita hargai semua keputusan yang diambil oleh siapa pun yang mau bergabung atau tidak bergabung," ujar Mekeng saat dihubungi Kompas.com.

"Jadi tidak ada masalah buat Golkar, Beliau mau masuk ke Gerindra tidak masalah. Jadi nothing special, biasa saja. Karena itu hak politik seseorang. Dia mau bergabung ke mana," ucap dia.

Mekeng menyampaikan Golkar tetap menghargai keputusan tersebut jika Bobby merasa lebih cocok dengan Gerindra.

PDIP Sindir Bobby Nasution

Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto menyindir keputusan Wali Kota Medan Bobby Nasution bergabung ke Partai Gerindra setelah keluar dari PDI-P.

Menurut Hasto, ada dua kemungkinan alasan mengapa Bobby memilih Partai Gerindra sebagai pelabuhan politik selanjutnya, yakni karena idealisme atau kepentingan kekuasaan.

"Ada yang bergabung (partai politik) karena idealisme, ada yang bergabung karena kepentingan-kepentingan praktis kekuasaan," kata Hasto di Kantor DPP PDI-P, Jakarta, Rabu (22/5/2024).

Kendati demikian, Hasto menyebutkan bahwa PDI-P tetap menghormati keputusan menantu Presiden Joko Widodo itu bergabung Gerindra.

Hasto mengatakan, setiap warga negara berhak untuk berserikat maupun bergabung ke partai politik.

"Terkait dengan pilihan politik, ya setiap warga negara oleh konstitusi, memiliki hak untuk berserikat dan berkumpul, termasuk mau bergabung ke partai politik mana," kata Hasto.

Bobby Nasution resmi menjadi kader Partai Gerindra pada Senin (20/5/2024) lalu dan langsung mendapatkan kartu tanda anggota.

"Alhamdulillah dengan mengucapkan bismillahhirrahman nirrahim, saya per hari ini, menyatakan diri untuk masuk menjadi kader Gerindra," kata Bobby, Senin.

Bobby mengatakan, proses komunikasi untuk bergabung ke Gerindra sudah dilakukan cukup lama, tetapi ia baru berani mengajukan diri menjadi kader Gerindra.

Menurut Bobby, Gerindra telah banyak memberikan kontribusi selama dia menjadi Wali Kota Medan, partai tersebut juga turut mengusungnya pada Pilkada Medan 2020 lalu.

(TribunNewsmaker.com/Antara)

Sumber: Antara
Tags:
Pilkada 2024PKSGerindraSuryaBobby NasutionSumut
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved