Breaking News:

Kunci Jawaban

Referensi Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.4 Budaya Positif, Pendidikan Guru Penggerak 2024

Simaklah referensi Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.4 Budaya Positif, Guru Penggerak 2024.

Penulis: Dika Pradana
Editor: Dika Pradana
Tribunnews.com
Referensi Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.4 Budaya Positif, Guru Penggerak 2024. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Simaklah referensi Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.4 Budaya Positif, Guru Penggerak 2024.

Referensi Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.4 Budaya Positif, Guru Penggerak 2024 ini ditujukan untuk setiap Calon Guru Penggerak di Indonesia.

Dalam penulisan Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.4 ini, para calon guru penggerak dapat menggunakan model refleksi yang dikembangkan oleh Dr Roger Greenawa, yakni model 4F.

Model 4F oleh Dr Roger Greenawa sebagai berikut:

  • Fact (Peristiwa)
  • Feeling (Perasaan)
  • Finding (Pembelajaran)
  • Future (Penerapan)

Berikut  referensi Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.4 Budaya Positif, Guru Penggerak 2024:

Baca juga: Mana yang Termasuk Contoh Layanan Jasa? Jawaban Modul 3.6 Indeks Kepuasan Masyarakat: Pintar Kemenag

Referensi Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.4 Budaya Positif, Guru Penggerak 2024.
Referensi Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.4 Budaya Positif, Guru Penggerak 2024. (Tribunnews.com)

1. Facts (Peristiwa)

Modul 1.4: Budaya Positif adalah modul dengan materi terbanyak di antara modul-modul sebelumnya.

Pada modul 1.4, saya mulai mempelajari materi mengenai Budaya Positif diawali dengan pembelajaran secara mandiri diawali dengan 'Mulai Dari Diri'.

Pada bagian ini, saya diminta untuk menjawab pertanyaan yang ada di LMS, di antaranya:

Pentingnya menciptakan suasana positif di lingkungan.

Bagaimana saya menciptakan suasana positif di lingkungan saya?

Baca juga: Kunci Jawaban Sebutkan Fitur di PMM yang Ada Artikel & Video untuk Pembelajaran Terpusat untuk Murid

Hubungan antara menciptakan suasana positif dengan proses pembelajaran yang berpihak kepada murid.

Penerapan disiplin saat ini di sekolah saya, apakah sudah diterapkan dengan efektif, bila belum, apa yang masih perlu diperbaiki dan dikembangkan.

Dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan refleksi diri, harapan untuk diri sendiri, harapan kepada siswa, dan ekspektasi.

Setelah mempelajari bagian'Mulai Dari Diri', saya melanjutkan mempelajari tentang 'Eksplorasi Konsep'. Ada 6 materi yang esensial pada modul 1.4 ini.

Materi pada 'Eksplorasi Konsep' cukup banyak. Di samping mempelajari materi, saya juga harus membuat pernyataan yang ada pada materi tersebut.

Materi tersebut adalah:

Disiplin positif dan nilai-nilai kebajikan universal

Teori Motivasi, Hukuman dan Penghargaan, Restitusi

Keyakinan kelas

Kebutuhan dasar manusia dan dunia berkualitas

Restitusi – Lima Posisi Kontrol

Segitiga restitusi

Referensi Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.4 Budaya Positif, Guru Penggerak 2024.
Referensi Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.4 Budaya Positif, Guru Penggerak 2024. (Kemendikbud)

Pada Ruang Kolaborasi ini, saya mempelajari materi dan menjawab pertanyaan yang ada di LMS serta memberikan tanggapan pernyataan teman Calon Guru Penggerak lainnya.

Di sini, kami yaitu saya dan teman-teman Calon Guru Penggerak lain dibimbing fasilitas (sebutkan nama) dengan didampingi pengajar pratik (sebutkan nama).

 Dalam diskusi ini, Calon Guru Penggerak memahami konsep Budaya Positif, saling berdiskusi memberi masukan dan penguatan, serta saling menanggapi.

Bersama fasilitator, kami dibagi menjadi 3 kelompok. Saya harus mendiskusikan bersama kelompok tentang 4 kasus yang diberikan.

Saya masuk di kelompok 3 bersama (sebutkan nama CGP lainnya). Setelah diskusi tentang 4 kasus tersebut, kami diminta untuk menyiapkan presentasi tentang satu kasus yang dipilih.

Kelompok kami memilih kasus tentang manajer. Pada saat presentasi, Calon Guru Penggerak aktif dalam tanya jawab.

Setiap kelompok mempresentasikan dan menanggapi presentasi dari kelompok lain. Setelah presentasi, tugas kelompok semakin sempurna diunggah ke LMS pada sesi unggah Ruang Kolaborasi.

Setelah berkolaborasi, kami fokus mengerjakan tugas mandiri lagi di bagian 'Demonstrasi Kontekstual'

Pada kegiatan ini, saya diminta untuk mempraktikkan segitiga restitusi dengan dua kasus berbeda untuk kemudian diunggah di LMS.

Baca juga: Sebutkan Fitur di PMM yang Terdapat Artikel & Video untuk Pembelajaran Terpusat! Simak Jawabannya

Saat itu, saya mempraktikkan kasus murid yang sering terlambat datang ke sekolah dan murid yang selalu memakai baju tidak rapi.

Selanjutnya, masuk pada materi Elaborasi Pemahaman bersama instruktur nasional (sebutkan nama).

Instruktur memberikan penguatan tentang modul 1.4 budaya positif kemudian meminta kami membuat koneksi antar materi, mengaitkan materi sebelumnya dengan materi sekarang serta membuat kesimpulan.

Selain itu, saya diminta menjawab pertanyaan panduan dalam materi koneksi materi dan membuat tabel rancangan Aksi Nyata.

Aksi Nyata kemudian diunggah di LMS. Setelah itu, saya menjalani Post Test Modul 1.4 Budaya Positif.

Saya diberikan waktu satu jam untuk menjawab 20 soal pilihan ganda tentang materi Post Test Modul 1.4 Budaya Positif.

Referensi Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.4 Budaya Positif, Guru Penggerak 2024.
Referensi Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.4 Budaya Positif, Guru Penggerak 2024. (Kemendikbud)

2. Feeling (Perasaan)

 Melihat banyaknya pertanyaan pada Eksplorasi kKonsep, saya merasa khawatir akan lama menyelesaikannya.

Namun saya percaya bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Kekhawatiran tidak selesai mengerjakan tugas juga saya rasakan ketika tugas kelompok pada ruang kolaborasi.

Dua kasus dengan pertanyaan tiap kasus 3-4 buah menurut saya itu cukup banyak dengan durasi waktu yang terbatas.

Untuk mengatasinya saya memutuskan untuk berani mengambil peran pengatur ritme kerja kelompok ini.

Jangan sampai terlalu lama berdiskusi pada 1-2 soal. Dengan begitu kelompok saya dapat selesai tepat waktu.

3. Finding (Pembelajaran)

Budaya positif penting untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasilla yang sesuai dengan filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara yaitu pendidikan yang berpihak pada murid.

Di sinilah peran seorang pemimpin pada sebuah institusi dalam menggerakkan dan memotivasi warga sekolah agar memiliki, meyakini, dan menerapkan visi atau nilai-nilai kebajikan yang disepakati, sehingga tercipta budaya positif yang berpihak pada murid.

Disiplin positif merupakan penerapan disiplin yang menumbuhkan kesadaran serta memberdayakan anak untuk melakukan sesuatu bukan karena menghindari ketidak nyamanan atau ingin mendapat penghargaan.

Selain itu, sebagai calon guru penggerak harus menempatkan diri dalam posisi kontrol yang tepat dalam penerapan budaya positif di sekolah.

Yosisi kontrol sebagai manajer dengan manajer dengan menerapkan segitiga restitusi sebagai solusi ketika ada murid yang melanggar keyakinan kelas.

4. Penerapan (Future)

Setelah memahami materi dalam modul 1.4. tentang budaya positif, saya akan berupaya menggerakkan seluruh warga sekolah untuk menerapkan konsep inti budaya positif demi mewujudkan kemerdekaan belajar peserta didik sehingga akan terbentuk peserta didik dengan profil pelajar Pancasila.

Semoga artikel ini membantu!

Semoga beruntung!

(TribunnewsMaker.com/Dika Pradana)

Tags:
kunci jawabanRefleksiModul 1Guru Penggerak
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved