Breaking News:

Pilkada 2024

4 Pasangan Muncul di Survei Pilkada Bontang 2024, Neni Moerniaeni dan Agus Haris Diunggulkan

Neni Moerniaeni dan Agus Haris diunggulkan memenangi Pilkada Bontang 2024, cek elektabilitas pasangan lainnya!

Tayang:
Editor: Delta Lidina
Dok Tim Pemenangan Neni
Neni Moerniaeni dan Agus Haris diunggulkan memenangi Pilkada Bontang 2024, cek elektabilitas pasangan lainnya! 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Inilah hasil elektabilitas calon Wali Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) pada Pilkada 2024.

Dari survei yang dilakukan Sinergi Data Indonesia (SDI) pada 15 Juli sampai 19 Juli 2024.

Lembaga ini melakukan jajak pendapat dengan metode multistage random sampling kepada 400 responden, di 3 kecamatan di Kota Bontang.

Hasilnya, Neni Moerniaeni dan Agus Haris diunggulkan memenangi Pilkada Bontang 2024 dengan angka 41 persen.

Pada survei tersebut, muncul 4 pasangan yang diprediksi bakal mengikuti kontestasi politik.

Siapa saja mereka?

Pasangan pertama yang sudah dipastikan maju adalah Basri Rase dan Chusnul Dhihin.

Mereka memilih bertarung lewat jalur independen dengan 13.293 dukungan KTP yang telah melalui proses verifikasi faktual oleh KPU Kota Bontang.

Kedua, pasangan yang diusung partai koalisi PDIP, Gelora dan PAN. Najirah dan Muhammad Aswar.

Dukungan tiga partai tersebut mewakilkan 6 kursi DPRD. Ketiga, pasangan Neni Moerniaeni dan Agus Haris yang diusung koalisi Golkar, Gerindra dan PKS dengan jumlah 12 kursi DPRD.

Terakhir, Sutomo Jabir dan Nasrullah. Pasangan ini masih menunggu kepastian Nasdem atau Demokrat, untuk berlayar.

Baca juga: Elektabilitas Calon Gubernur di Pilkada Kaltim 2024 Berdasar Usia Pemilih, Rudy Masud vs Isran Noor

Walaupun PKB yang memiliki 4 kursi DPRD sudah mengeluarkan SK rekomendasi Pilkada, tetapi syarat yang ditetapkan KPU belum terpenuhi, yaitu minimal 5 kursi DPRD.

Direktur SDI Berkah Pattimuha, dalam keterangan persnya, di kafe White Place, Kelurahan Bontang Baru, Rabu (14/8/2024) mengatakan survei ini margin of error dipatok diangka 5 persen.

Di posisi kedua adalah pasangan Basri-Chusnul dengan 21 persen, kemudian disusul Najirah-Muhammad Aswar 3 persen dan posisi buncit ditempati Sutomo Jabir dan Nasrullah dengan 1 persen.

Dengan persentase yang belum atau tidak memberikan jawaban diangka 33,75 persen. "Ini simulasi yang dilakukan jika Pilkada hari ini, dengan 4 pasang calon. Neni-Agus terekam secara data menang dengan 41 persen," kata Berkah.

Berkah menjelaskan temuan survei memperlihatkan Neni-Agus didukung dari berbagai latar belakang, dari segi usia, kelas ekonomi dan pendidikan.

Basri Rase dan Chusnul Dhihin
Basri Rase dan Chusnul Dhihin

Namun dari faktor tersebut, Berkah menangkap ada kecenderungan pemilih di Kota Bontang menginginkan wali kota baru.

Ini dilatari kepuasan masyarakat atas kinerja Basri Rase atau pun Najirah sebagai pasangan kepala daerah saat ini hanya 66 persen. Sementara aprooval rating dikatakan memuaskan jika menyentuh angka 75 persen.

"Dan terbukti, survei dengan pertanyaan wali kota baru atau lama, 42 persen memilih baru, 32,75 lama dan sisanya tidak menjawab," ungkapnya.

Di sisi lain, dengan durasi Pilkada yang terhitung tersisa 3 bulan, Berkah mengatakan segala kemungkinan bisa terjadi. Termasuk dalam hal perubahan  yang sangat ekstrem.

Baca juga: Survei Terbaru Calon Bupati Kutai Kartanegara 2024, Elektabilitas Edi Damansyah Unggul Telak

Indikatornya, mesin politik dari masing-masing kandidat baru akan bekerja. Isu, setimen yang berkembang dalam waktu tersisa juga akan mempengaruhi.

Karena dari survei ini juga, sambung Berkah, data menunjukkan jumlah swing voters juga tinggi diangka 52 persen.

Basri dan Najirah Tak Percaya

Sosok Basri Rase dan Najirah kompak tidak percaya dengan hasil survei yang dirilis Sinergi Data Indonesia (SDI), pada Rabu (14/8/2024) malam.

Ditemui di kantor DPRD Bontang, Bakal Calon Wali Kota Bontang Basri mengatakan, ia menghargai survei tersebut sebagai metode ilmiah yang jamak dilakukan jelang Pilkada untuk mengukur, tingkat keterpilihan seorang kandidat.

Namun, Basri tidak percaya hasil jajak pendapat tersebut, yang merekam peluang terpilihnya dia sebagai wali kota inkumben berpasangan dengan Chusnul Dhihin, hanya 24 persen. 

Sementara Neni Moerniaeni, figur yang diusung koalisi Golkar, Gerinda dan PKS yang berpasangan dengan Agus Haris menjadi kandidat yang paling difavoritkan dengan persentase mencapai 41 persen.

"Kamu percaya hasil survei itu? Kalau saya sih enggak," kata Basri kepada wartawan.

Ia mengklaim juga melakukan survei pada Juni lalu dan hasilnya memuaskan.

"Survei juga saya tinggi. Tapi kita harus menghargai. Itu adalah strategi orang," ungkapnya. 

Sama dengan Basri, bakal calon wali kota yang diusung PDIP, Gelora dan PAN Najirah juga tidak percaya dengan survei SDI itu.

Menurutnya hasil survei tidak bisa serta menjadi rujukan. Pasalnya ia punya pengalaman pada periode lalu tidak pernah diunggulkan oleh lembaga jajak pendapat. 

"Dulu saya sama pak Basri saya kalah (survei) tapi menang. Ini cuman angka-angka yang real itu kan pilihan masyarakat," terangnya. (TribunNewsmaker | TribunKaltim/Geafry Necolsen)

Sumber: Tribun Kaltim
Tags:
Pilkada 2024Bontangelektabilitas
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved