Pilkada 2024
Elektabilitas Pilkada Pontianak 2024, Edi-Bahasan Unggul Telak dari Mulyadi-Harti, Cek Selisih
Berikut hasil survei elektabilitas di Pilkada Pontianak 2024. Edi Rusdi Kamtono-Bahasan vs Mulyadi-Harti Hartidjah, siapa terkuat?
Editor: Eri Ariyanto
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Berikut hasil survei elektabilitas di Pilkada Pontianak 2024. Edi Rusdi Kamtono-Bahasan vs Mulyadi-Harti Hartidjah, siapa terkuat?
Seperti diketahui, Pilkada Pontianak 2024 akan diikuti dua pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota.
Kedua pasangan calon (paslon) itu yakni Edi Rusdi Kamtono-Bahasan dan Mulyadi-Harti Hartidjah.
Baca juga: Elektabilitas Pilkada Medan 2024, Rico-Zakiyuddin vs Ridha-Rani vs Hidayatullah-Yasir, Siapa Terkuat
Hasil survei terbaru di Pilkada Pontianak itu dirilis oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA.
Dalam hasilnya, paslon Edi - Bahasan masih diunggulkan menurut hasil survei.
Dijelaskannya, bagaimana survei ini dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan kuisioner kepada 600 responden di seluruh Kecamatan di Pontianak sejak tanggal 14 hingga 19 November 2024, dengan margin of error sebesar 4 persen.
"Pasangan Edi - Bahasan Unggul dengan elektabilitas rentang 72,8 - 80,8 persen." kata Ikrama kepada tribunpontianak.co.id saat pertemuan di salah satu Hotel di Pontianak, Rabu 20 Oktober 2024, sore.
"Sementara pasangan Mulyadi - Harti rentang 19,2 - 27,2 persen," sambungnya.
Tak hanya itu, ia juga menyebutkan bagaimana pasangan petahanan ini unggul dari berbagai segmen pemilih di Pontianak.
Dari hasil penelitiannya, terdapat lima (5) alasan petahanan ini masih unggulkan.
"Alasan pertama itu ada pada kepuasan kinerja Edi - Bahasan sebesar 80,4 persen, kedua mayoritas warga masih menginginkan paslon ini memimpin kembali sebesar 84,7 persen, ketiga warga masih menilai tinggi aspek kemampuan dan personality itu 75 pesen, keempat unggul pada segmen Gen Z 73,9 persen - Milenial 78,6 persen dan kelima unggul pada mayoritas partai," jelasnya.
Untuk itu, pihaknya menilai bahwa pasangan petahanan masih cukup kuat dan berpotensi kuat terpilih dalam kontestasi Pilwako 2024 di Kota Pontianak dengan selisih kemenangan 50 persen.
Lebih lanjut, dijelaskannya bagaimana efek penetrasi kampanye ataupun aktivitas yang bisa dilakukan oleh kedua kandidat dalam waktu satu minggu menjelang pemilihan akan cukup sulit terjadi fluktuasi suara hingga lebih dari 20 persen.
"Apalagi kondisinya kan 50 pesen selisihnya." terangnya.
"Jadi kegiatan kampanye oleh penantang saya kira belum cukup menggerus citra dari pasangan pertahanan," pungkasnya.
Daftar 2 Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota di Pilkada Pontianak 2024 Lengkap Partai Pengusungnya
Pilkada 2024 bakal berlangsung 54 hari lagi, tepatnya pada 27 November 2024.
Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) menjadi daerah peserta Pilkada 2024.
Kota Pontianak tengah mencari wali kota dan wakil wali kota barunya untuk periode 2024-2029.
Pilkada tahun 2024 ini diikuti oleh 545 daerah, dengan rincian 37 provinsi, 415 kabupaten dan 93 kota.
Sementara itu, Kota Pontianak diikuti oleh dua pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota.
Kedua paslon ini telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pontianak pada Minggu (22/9/2024) lalu.
Senin (23/9/2024), KPU Kota Pontianak juga telah melakukan pengundian nomor urut.
Hasilnya:
1. Edi Rusdi Kamtono - Bahasan
2. Mulyadi - Harti Hartidjah
Pasangan Edi Rusdi Kamtono - Bahasan diusung oleh 9 partai politik.
Parpol-parpol itu adalah NasDem, Hanura, PKS, PAN, Gerindra, PPP, PDIP, Perindo dan PSI.
Sementara itu, untuk paslon Mulyadi - Harti Hartidjah diusung oleh tiga paslon, yakni Golkar, Demokrat dan PKB.
Harus Siap Menang dan Kalah
Dua pasangan calon Walikota Pontianak Edi Kamtono - Bahasan, dan Mulyadi - Harti sepakat mendeklarasikan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) damai.
Bertempat di Hotel Aston Pontianak, deklarasi damai yang diinisiasi Polresta Pontianak ini dihadiri ratusan pendukung kedua calon.
Baca juga: Survei Pilkada Kalbar 2024, Muda Mahendrawan vs Sutarmidji, Terjawab Elektabilitas Terkuat
Dipimpin Kapolresta Pontianak Kombes Pol Adhe Hariadi, kedua pasangan calon serta seluruh pendukung dengan lantang deklarasi siap menjaga keutuhan Indonesia bersama UUD 1945 dan Pancasila.
Lalu, siap melaksanakan Pilkada Walikota dan wakil Walikota Pontianak tahun 2024 secara bermartabat, berintegritas, jujur, adil, aman, damai, dan demokratis.
Kemudian, siap melaksanakan kampanye tanpa hoax, money politik, Politisasi agama dan etnis.
Selanjutnya, tunduk dan patuh terhadap peraturan perundangan- undangan yang berlaku di Indonesia.
Kapolresta Pontianak Kombes Pol Adhe Hariadi berharap seluruh pasangan calon dan pendukung serta simpatisan dapat mematuhi aturan yang berlaku selama masa Kampanye hingga proses pemilu selesai.
Kepada tiap pasangan calon, ia harap untuk siap menang dan siap kalah, serta siap menjaga kedamaian dan keamanan di Kota Pontianak.
"Pilkada Damai ini untuk kota Pontianak yang aman dan damai, tiap Paslon saya harap tidak menyebarkan berita hoax, ujaran kebencian,
dan lainnya yang bisa menimbulkan kegaduhan, keributan, itu yang kita hindari, kita semua bersaudara, dan semua harus siap menang dan kalah," ujarnya.
Pada Kampanye ini, ia mengatakan bahwa melalui operasi Mantab Praja 600 personel gabungan dari Polresta Pontianak dan stakeholder lainnya telah disiapkan untuk mengawal seluruh jalannya Pilkada.
"Seluruh elemen masyarakat harus berperan, agar nantinya kedepan kita melaksanakan Pilkada ini betul - betul aman,
tidak ada keributan, tidak ada berita hoax yang disebarkan yang bisa menimbulkan kegaduhan di masyarakat," harapnya.
Iapun menegaskan sanksi hukum pasti akan ditegakkan bilamana ada pihak - pihak yang melakukan pelanggaran hingga menimbulkan keributan di masyarakat.
| Sosok 2 Pasang Kakak-Adik Sama-Sama Jadi Kepala Daerah di Sulawesi Selatan, Karier Politiknya Moncer |
|
|---|
| Rekam Jejak Constant Karma, Cawagub Baru Pasangan Benhur Tomi Mano, Gantikan Yeremias Bisai |
|
|---|
| Bupati Termuda di Jawa Barat Ini Punya Harta Kekayaan Rp1,4 Miliar di Usia 28 Tahun, Dulu Kerja Apa? |
|
|---|
| Harta Kekayaan Fahmi Muhammad Hanif, Bupati Purbalingga yang Tawari Vokalis Sukatani Jadi Guru Lagi |
|
|---|
| Breaking News! Putusan MK Pilkada Barito Utara, 2 TPS Ini Wajib Pemungutan Suara Ulang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/2-paslon-kota-Pontianak-2024.jpg)