Kabupaten Klaten
Dilarang Menanam Pohon Pisang, Ini Mitos Unik di Dukuh Mao Klaten, Bisa Kena Sial!
Mitos dilarang menanam pohon pisang di Klaten, salah satu mitos unik di dukuh Mao Klaten, disebut bisa kena sial
Penulis: Talitha Desena Darenti
Editor: Talitha Desena
Mitos dilarang menanam pohon pisang di Klaten, salah satu mitos unik di dukuh Mao Klaten, disebut bisa kena sial
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Salah satu mitos unik di dukuh Mao Klaten, disebut bisa kena sial, yakni menanam pohon pisang di Klaten.
Di Dukuh Mao, Klaten, terdapat sebuah mitos unik yang dipercaya oleh sebagian masyarakat setempat.
Mitos tersebut mengatakan bahwa menanam pohon pisang di tanah Klaten dapat membawa sial bagi pemiliknya.
Kepercayaan ini telah diwariskan secara turun-temurun dan masih diyakini oleh banyak orang hingga saat ini.
Mereka percaya bahwa pohon pisang yang ditanam di daerah tersebut dapat mendatangkan malapetaka atau kesialan yang tidak terduga.
Meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendasarinya, mitos ini tetap menjadi bagian dari tradisi dan kepercayaan lokal yang kuat.
Baca juga: Cuma 17 Menit dari Stasiun Delanggu Klaten, Ada Wisata Umbul Ramah Anak, Bisa Menyelam & Outbound
Dusun Mao, yang terletak di Desa Jambayen, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, memiliki sebuah pantangan yang diwariskan secara turun-temurun.
Pantangan ini cukup unik dan berkaitan dengan larangan menanam pohon pisang di wilayah tersebut.
Hal ini dapat terlihat jelas, karena tidak ada satu pun pohon pisang yang dapat ditemukan, baik di sepanjang jalan masuk desa maupun di pinggiran kampung.
Bahkan, di pekarangan rumah warga pun, pohon pisang tampaknya sengaja tidak ada.
Keadaan ini sangat kontras dengan desa-desa yang berada di sekitar Dusun Mao, di mana pohon pisang tumbuh dengan subur.
Baca juga: Cuma 12 Menit dari Pusat Kota Klaten, Ada Umbul dengan View Gunung & Bisa Terapi, Tiket Rp 5 Ribu
Larangan menanam pisang ini, yang telah ada sejak zaman dahulu, dipercaya oleh masyarakat setempat sebagai bagian dari mitos yang berkaitan dengan legenda seorang gadis cantik bernama Roro Amis.
Roro Amis adalah seorang gadis yang hidup bersama ayahnya, seorang pertapa, di dekat Umbul Jolotundo.
Suatu ketika, ia dilanda nasib tragis ketika rakit yang ditumpangi untuk mengarungi sungai terbalik, menyebabkan dirinya tenggelam.
Sumber: Tribunnewsmaker.com
| Jelang Idul Adha Pesanan Melejit! Perajin Besek Bambu Bero Klaten Kebut Produksi Tiga Kali Lipat |
|
|---|
| Hadiri Forum Bidan Senior se-Soloraya, Bupati Hamenang Dorong Target Stunting Turun Drastis |
|
|---|
| 5 UPZ Klaten Raih Penghargaan 2025, Bupati Hamenang: Peran Zakat 'Tangan Kiri' Bantu Warga Klaten |
|
|---|
| Daya Tarik Kirab Gunungan 2 Km di Festival Candi Kembar 2026, Angkat Makara Sebagai Simbol Pelindung |
|
|---|
| Festival Candi Kembar hingga Parade Sepeda Internasional, KICF 2026 Bidik Ribuan Peserta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Mitos-dilarang-menanam-pohon-pisang-di-Klaten-2.jpg)