Tempat Wisata
Cuma 1 Menit dari Alun-alun Tegal, Ada Wisata Sejarah Seestetik Ini, Disebut 'Adiknya' Lawang Sewu
Inilah wisata menarik di Tegal, Jawa Tengah. Jaraknya sekitar 550 meter dari Alun-alun Tegal atau sekira 1 menit perjalanan.
Editor: Febriana
Wijanarto menjelaskan, Gedung Birao Tegal merupakan hasil karya arsitektur indis bernama Henri MacLaine Pont.
Dia memadukan gaya arsitektur Eropa dan arsitektur Nusantara yang kini dikenal dengan nama arsitektur indis.
Karya-karya dari Henri MacLaine Pont di antaranya Gedung Birao, Stasiun Tegal, Kampus ITB Ganesha, Stasiun Poncol Semarang, dan Gereja Puhsarang di Kabupaten Kediri.
Wijanarto mengatakan, bangunan berciri lingkungan tropis tersebut memiliki beberapa keunikan.
Seperti di bagian bawah kantor yang memiliki rongga-rongga udara, bagian atasnya tinggi, serta mempunyai ventilasi dan jenda yang mengatur sirkulasi udara.
"Jadi Henri MacLaine Pont ini salah satu tokoh arsitektur yang sejajar dengan Thomas Karsten. Mereka memiliki keahlian mengadopsi ciri nusantara dengan ciri Eropa. Lahirlah apa yang disebut arsitektur indis," jelasnya.
Baca juga: Tak Sampai Sejam dari Gerbang Tol Boyolali, Ada Wisata Bunga Seindah Ini, Tiket Masuk Cuma Rp5 Ribu

Gedung Birao dari Masa ke Masa
Gedung Birao yang kini sering dijadikan background foto oleh masyarakat, rupanya pernah difungsikan untuk berbagai kepentingan. Bahkan pernah menjadi perkantoran dan digunakan sebagai kampus universitas di Kota Tegal.
Wijanarto mengatakan, pada masa penjajahan Jepang, SCS digunakan untuk kantor pemerintahan militer.
Karena lokasinya dekat dengan stasiun kereta api yang dulu sangat diperhitungkan sebagai moda transportasi.
Pada masa revolusi kemerdekaan 1945, Kantor Birao menjadi tempat favorit untuk pengibaran bendera merah putih.
Lalu, menurut Wijanarto, pernah juga menjadi kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), kantor dinas pekerjaan umum (PU), dan kantor keuangan.
Kemudian sebelum dikosongkan seperti saat ini, Gedung Birao difungsikan sebagai kampus Universitas Pancasakti (UPS) Kota Tegal.
"Yang menarik bahwa Kantor Birao itu pernah menjadi saksi perubahan dinamika politik di Kota Tegal. Pada pemerintahan Zakir, pernah terjadi aksi reformasi di sekitar Kantor Birao. Yang notabenenya banyak mahasiswa UPS menjadi reformis," ujarnya.
Sebagai sejarawan di Pantura Barat Jawa Tengah, Wijanarto mendukung, PT KAI untuk memanfaatkan Gedung Birao menjadi museum sejarah.