Breaking News:

Program 100 Hari Kerja

Program 100 Hari Kerja Bupati Banyuasin Askolani, Target Bakal Bedah 300 Rumah Tak Layak Huni

Inilah program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin, Sumatera Selatan, Askolani dan Netta Indian.

Penulis: Delta Lidina
Editor: Delta LP
Newsmaker Kolase/Wikipedia
100 HARI KERJA - Inilah program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin, Sumatera Selatan, Askolani dan Netta Indian. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Inilah program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin, Sumatera Selatan, Askolani dan Netta Indian.

Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin Askolani dan Netta Indian langsung menerapkan visi misi dan program-program kerjanya.

Diketahui, Askolani dan Netta Indian telah dilantik oleh Presiden Prabowo pada 20 Februari 2025 lalu.

Pada program 100 hari kerjanya, Askolani sudah punya program prioritas yang akan diluncurkannya.

Satu di antaranya Gerakan Cepat Perbaikan Rumah yang tidak layak huni dan sanitasi yang bersinergi dengan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan meluncurkan program bedah 5.1815 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan sanitasi secara serentak di 17 kabupaten/kota, dikutip dari laman resmi Pemkab Banyuasin, Kamis (20/3/2025).

Program ini menargetkan perbaikan ribuan rumah bagi masyarakat kurang mampu sepanjang tahun 2025.

“Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menyediakan hunian yang layak, lengkap dengan prasarana, sarana, dan utilitas umum yang memadai,” ujar Herman Deru.

Program ini mendapatkan respons positif dari sejumlah kepala daerah yang berkomitmen untuk mendukung percepatan bedah rumah di wilayah masing-masing.

Bupati Banyuasin, Askolani menargetkan perbaikan rumah sebanyak 300 unit dalam 100 hari masa kerjanya.

“Banyuasin ada 12 ribu rumah yang telah dibedah Pak Gubernur, untuk 100 hari kerja ini Kita targetkan 300 rumah lagi yang akan Kita bedah. dengan kekuatan yang ada,” ujar Askolani.

Langsung Tancap Gas

Setelah penetapan, Dr. H. Askolani mengungkapkan bahwa dirinya dan Netta tidak akan menunggu waktu 100 hari kerja untuk memulai tugas mereka.

"Kami akan langsung tancap gas untuk melanjutkan pembangunan yang belum selesai di Banyuasin. Infrastruktur, PDAM, pendidikan, kesehatan, dan sektor lainnya menjadi fokus utama kami," tegas Askolani.

Baca juga: Profil Askolani Bupati Terpilih di Banyuasin, Perjuangan Anak Petani Jadi Sales Demi Biayai Kuliah

Sebagai lulusan Pasca Sarjana Universitas Borobudur, Askolani menekankan bahwa program kerja yang sudah dirancang akan lebih berfokus pada kepentingan masyarakat Banyuasin.

Dia juga menyampaikan bahwa pada periode pertama kepemimpinannya masih banyak program yang belum terlaksana, dan itu akan menjadi perhatian serius selama lima tahun mendatang.

"Program-program yang menjadi skala prioritas akan langsung dilaksanakan setelah pelantikan. Kami ingin memastikan semuanya selesai dalam lima tahun ke depan," tambah Askolani.

Sementara itu, Netta Indian SP yang juga dilantik sebagai Wakil Bupati Banyuasin, menyampaikan bahwa sebagai seorang perempuan, dirinya akan memperhatikan kebutuhan kaum perempuan, khususnya ibu rumah tangga atau "emak-emak".

Netta berjanji untuk lebih memperjuangkan kepentingan perempuan dan keluarga di Banyuasin.

"Saya dan Pak Askolani akan berkolaborasi untuk membangun Banyuasin lebih baik. Karena saya perempuan, saya akan lebih memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan emak-emak," ungkap Netta.

Keduanya sepakat untuk terus bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) dan masyarakat Banyuasin, agar cita-cita membangun Banyuasin yang lebih maju dan sejahtera dapat terwujud dengan sempurna. (TribunNewsmaker/Delta Lidina | SriwijayaPost)

Tags:
AskolaniNetta IndianBanyuasinSumatera Selatan
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved