Breaking News:

Tempat Wisata

Cuma 1 Jam dari Pusat Kota, Alam Indah dan Udara Sejuk di Wonosobo Bisa Jadi Referensi Libur Lebaran

Tempat wisata di Wonosobo dengan alam indah dan udara sejuk dengan waktu tempuh cuma 1 jam dari pusat kota, bisa jadi referensi liburan Lebaran

|
Instagram.com/batupandangratapanangin
BATU PANDANG RATAPAN ANGIN - Tempat wisata di Wonosobo dengan alam indah dan udara sejuk dengan waktu tempuh cuma 1 jam dari pusat kota, bisa jadi referensi liburan Lebaran 

Sementara itu, di sisi barat, pengunjung dapat menyaksikan Kawah Sikidang dan Candi Arjuna yang terletak di Banjarnegara, meskipun jaraknya cukup jauh.

Di sisi selatan, Gunung Pakuwaja, Bukit Sikunir, dan Bukit Sikendil turut melengkapi pesona alam yang bisa dinikmati dari ketinggian ini. 

Untuk mendapatkan pengalaman terbaik, waktu yang tepat untuk berkunjung adalah antara pukul 07.30 hingga 10.00 WIB, ketika sinar matahari pagi menambah keindahan pemandangan.

Salah satu daya tarik unik yang terdapat di puncak Batu Pandang Ratapan Angin adalah Pohon Jodoh, yang menjadi spot favorit bagi para wisatawan untuk berfoto.

Dengan suasana yang tenang, wisatawan bisa duduk di batang pohon sambil menikmati keindahan alam yang memukau. Selain itu, pengelola juga menyediakan jembatan antar bebatuan, yang menjadi tempat yang sempurna untuk berfoto dan mengabadikan momen indah.

Yaza, seorang wisatawan yang mengunjungi tempat ini pada Minggu (14/5/2023), mengungkapkan kekagumannya terhadap tempat ini.

"Tempat wisatanya bagus, apalagi pas di atas, pemandangannya indah banget, udaranya juga sejuk," ujarnya.

Memang, fasilitas yang disediakan di Batu Pandang Ratapan Angin cukup lengkap untuk kenyamanan pengunjung.

Tersedia musala, toilet, tempat berteduh, serta beberapa kios makanan dan minuman yang bisa mengisi perut setelah menikmati keindahan alam sekitar.

Di balik nama yang unik, Batu Pandang Ratapan Angin menyimpan kisah sejarah yang menarik.

Menurut Ahmad Rouf, pengelola wisata ini, gua-gua batu yang ada di kawasan ini dulunya digunakan sebagai tempat persembunyian oleh warga sekitar saat penjajahan Belanda.

Terdapat tiga gua yang menjadi tempat berlindung dari serangan penjajah, namun hanya satu gua yang saat ini dibuka untuk umum.

"Dahulu, di sini sering terdengar seseorang yang menangis, seperti meratapi kesedihan saat orang-orang Dieng dijajah Belanda. Namun, saat keluar, tidak ditemukan orang menangis, hanya terdengar hembusan angin saja," jelasnya.

Kisah tersebut kemudian melahirkan nama Batu Ratapan Angin, atau Batu Pandang Ratapan Angin, yang dikenal hingga sekarang.

Meski ada beberapa versi mengenai sejarah ini, cerita ini menjadi salah satu yang paling sering diceritakan oleh warga setempat.

Halaman
123
Tags:
Libur Lebaran 2025WonosoboJawa TengahBatu Pandang Ratapan Angin
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved